Dokter Kecantikan Palsu
Mau Cantik Malah Kritis 2 Minggu
Rabu, 24/06/2009 15:15 WIB
Agnes (Foto: Andi Saputra)
Jakarta
Bagian vital tubuh Agnes tiba-tiba terasa nyeri. Perempuan yang berprofesi sebagai model itu pun terpaksa menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, pertengahan Juni 2008. Ia sempat kritis selama 2 minggu.
Sakit yang diderita Agnes akibat infeksi dalam proses penyuntikan silikon ke bagian vital tubuh Agnes. "Kata dokter selain karena jarum, obat kecantikan itu yang jadi penyebab infeksi di tubuh saya," jelas Agnes saat ditemui detikcom di ruangan Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009).
Kejadian itu membuat Agnes kesal terhadap Asmari (45) alias Mery, dokter kecantikan yang sejak 2005 dipercaya memoles kecantikannya. Agnes merasa dibohongi oleh pria kemayu tersebut. Padahal uang yang telah dihabiskan untuk permak payudara, bokong, dan wajahnya, mencapai Rp 100 juta.
Harga ini setelah dihitung-hitung Agnes ternyata jauh lebih mahal dibading layanan di rumah sakit atau klinik kecantikan. Kata Agnes, untuk mengencangkan dan memperbesar payudara di rumah sakit atau klinik kecantikan harganya berkisar Rp 35 juta - Rp 45 juta. Sedangkan perawatan wajah Rp 6 juta.
"Kalau dihitung-hitung merawat kecantikan lewat Mery jauh lebih mahal dari rumah sakit. Dan risikonya juga sangat besar," sesal Agnes.
Tapi sesal itu tiada berguna lagi. Sebab uang seratus juta rupiah telah habis untuk membayar Mery. Dan cairan yang diduga berbahaya itu telah masuk ke dalam tubuh Agnes.
Agnes kali pertama mengenal Mery tahun 2005. "Kata teman saya, Mery ahli dalam hal kecantikan. Teman saya juga bilang Mery merupakan lulusan sekolah kecantikan di Thailand," ujarnya.
Promosi dari teman-temannya itu membuat Agnes kepincut. Lagi pula ia memang sedang butuh seorang yang bisa membesarkan payudara, bokong serta memutihkan kulitnya. Sementara kalau ke rumah sakit ia mengaku takut dioperasi.
"Saya sejak kecil paling takut disuntik. Lagi pula saya tidak punya waktu. Sedangkan Mery bisa dipanggil sewaktu-waktu ke rumah," begitu alasan bintang video klip tersebut.
Singkat cerita Agnes segera menghubungi Mery untuk datang ke apartemennya di Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dalam sesi konsultasi itu Mery memberikan beberapa alternatif pengobatan. Sambil menyebut beberapa jenis perawatan dan pengobatan, Mery menyebut nama-nama selebriti papan atas yang telah ditangani.
Penuturan Mery membuat Agnes semakin yakin akan pilihannya. Beberapa hari kemudian Mery disuruh datang lagi ke apartemennya.
Dikatakan Agnes, usai pengobatan tubuhnya merasa sakit. Terutama di bagian yang disuntikan cairan oleh Mery. Namun waktu itu Mery mengatakan tidak usah khawatir. Sebab cairan yang digunakan adalah collagen. Cairan tersebut sering digunakan untuk mengencangkan kulit.
Mendengar keterangan Mery, Agnes merasa tenang. Alhasil, praktik kecantikan ala Mery terus berlanjut hingga akhir 2007.
Tapi memasuki bulan Juni 2008, rasa sakit akibat pengobatan tersebut kembali kambuh. "Sakitnya sangat luar biasa sampai-sampai saya harus dirawat di rumah sakit karena infeksi," kata Agnes.
Agnes sangat terkejut ketika mengetahui kalau cairan yang disuntikan Mery ke tubuhnya bukan collagen, melainkan cairan anastesic. Saat ini cairan tersebut diteliti di Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Karena merasa ditipu, Agnes kemudian meminta pertanggungjawaban Mery. Namun pria yang tinggal di wilayah Cinere tersebut tidak bergeming. Mery malah balik mengancam Agnes jika berani melapor ke polisi.
Dalam ancaman tersebut, Mery mengatakan kalau dirinya banyak mengenal pejabat tinggi di kepolisian. Sebab banyak istri pejabat polisi yang jadi langganannya.
Namun ancaman itu tidak digubris. Agnes tetap mempolisikan Mery begitu keluar dari rumah sakit, 23 Juni 2008. Setelah setahun berselang, pada 19 Juni 2009, Mery akhirnya bisa ditangkap.
Kasatserse Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Subandi mengatakan, Mery ditetapkan sebagai tersangka karena berpraktek sebagai dokter kecantikan yang memutihkan dan memuluskan kulit tanpa izin. Mery dijerat Pasal 82 UU Kesehatan No.23/1992 dengan ancaman 5 tahun penjara. Dari pemeriksaan polisi diketahui Mery hanya lulusan SD.
Begitu Mery dicokok, para pasiennya yang kebanyakan selebriti menjadi resah. Ada yang takut efek pengobatan Mery, ada juga yang takut dijadikan saksi. "Sekarang teman-teman lagi pada riweh gara-gara Mery tertangkap," pungkas Agnes.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Sakit yang diderita Agnes akibat infeksi dalam proses penyuntikan silikon ke bagian vital tubuh Agnes. "Kata dokter selain karena jarum, obat kecantikan itu yang jadi penyebab infeksi di tubuh saya," jelas Agnes saat ditemui detikcom di ruangan Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2009).
Kejadian itu membuat Agnes kesal terhadap Asmari (45) alias Mery, dokter kecantikan yang sejak 2005 dipercaya memoles kecantikannya. Agnes merasa dibohongi oleh pria kemayu tersebut. Padahal uang yang telah dihabiskan untuk permak payudara, bokong, dan wajahnya, mencapai Rp 100 juta.
Harga ini setelah dihitung-hitung Agnes ternyata jauh lebih mahal dibading layanan di rumah sakit atau klinik kecantikan. Kata Agnes, untuk mengencangkan dan memperbesar payudara di rumah sakit atau klinik kecantikan harganya berkisar Rp 35 juta - Rp 45 juta. Sedangkan perawatan wajah Rp 6 juta.
"Kalau dihitung-hitung merawat kecantikan lewat Mery jauh lebih mahal dari rumah sakit. Dan risikonya juga sangat besar," sesal Agnes.
Tapi sesal itu tiada berguna lagi. Sebab uang seratus juta rupiah telah habis untuk membayar Mery. Dan cairan yang diduga berbahaya itu telah masuk ke dalam tubuh Agnes.
Agnes kali pertama mengenal Mery tahun 2005. "Kata teman saya, Mery ahli dalam hal kecantikan. Teman saya juga bilang Mery merupakan lulusan sekolah kecantikan di Thailand," ujarnya.
Promosi dari teman-temannya itu membuat Agnes kepincut. Lagi pula ia memang sedang butuh seorang yang bisa membesarkan payudara, bokong serta memutihkan kulitnya. Sementara kalau ke rumah sakit ia mengaku takut dioperasi.
"Saya sejak kecil paling takut disuntik. Lagi pula saya tidak punya waktu. Sedangkan Mery bisa dipanggil sewaktu-waktu ke rumah," begitu alasan bintang video klip tersebut.
Singkat cerita Agnes segera menghubungi Mery untuk datang ke apartemennya di Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dalam sesi konsultasi itu Mery memberikan beberapa alternatif pengobatan. Sambil menyebut beberapa jenis perawatan dan pengobatan, Mery menyebut nama-nama selebriti papan atas yang telah ditangani.
Penuturan Mery membuat Agnes semakin yakin akan pilihannya. Beberapa hari kemudian Mery disuruh datang lagi ke apartemennya.
Dikatakan Agnes, usai pengobatan tubuhnya merasa sakit. Terutama di bagian yang disuntikan cairan oleh Mery. Namun waktu itu Mery mengatakan tidak usah khawatir. Sebab cairan yang digunakan adalah collagen. Cairan tersebut sering digunakan untuk mengencangkan kulit.
Mendengar keterangan Mery, Agnes merasa tenang. Alhasil, praktik kecantikan ala Mery terus berlanjut hingga akhir 2007.
Tapi memasuki bulan Juni 2008, rasa sakit akibat pengobatan tersebut kembali kambuh. "Sakitnya sangat luar biasa sampai-sampai saya harus dirawat di rumah sakit karena infeksi," kata Agnes.
Agnes sangat terkejut ketika mengetahui kalau cairan yang disuntikan Mery ke tubuhnya bukan collagen, melainkan cairan anastesic. Saat ini cairan tersebut diteliti di Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Karena merasa ditipu, Agnes kemudian meminta pertanggungjawaban Mery. Namun pria yang tinggal di wilayah Cinere tersebut tidak bergeming. Mery malah balik mengancam Agnes jika berani melapor ke polisi.
Dalam ancaman tersebut, Mery mengatakan kalau dirinya banyak mengenal pejabat tinggi di kepolisian. Sebab banyak istri pejabat polisi yang jadi langganannya.
Namun ancaman itu tidak digubris. Agnes tetap mempolisikan Mery begitu keluar dari rumah sakit, 23 Juni 2008. Setelah setahun berselang, pada 19 Juni 2009, Mery akhirnya bisa ditangkap.
Kasatserse Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Subandi mengatakan, Mery ditetapkan sebagai tersangka karena berpraktek sebagai dokter kecantikan yang memutihkan dan memuluskan kulit tanpa izin. Mery dijerat Pasal 82 UU Kesehatan No.23/1992 dengan ancaman 5 tahun penjara. Dari pemeriksaan polisi diketahui Mery hanya lulusan SD.
Begitu Mery dicokok, para pasiennya yang kebanyakan selebriti menjadi resah. Ada yang takut efek pengobatan Mery, ada juga yang takut dijadikan saksi. "Sekarang teman-teman lagi pada riweh gara-gara Mery tertangkap," pungkas Agnes.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
