Megawati dan Pecel Organik
Selasa, 23/06/2009 15:44 WIB
(Foto: detikcom)
Yogyakarta
Menyusur selatan Jawa dengan menggunakan bus tentunya bukan hal yang mudah bagi seorang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Namun, Megawati Soekarnoputri (62) mampu melakukannya. Apa rahasianya? Bisa jadi pecel organik.
Dalam rangkaian perjalanan kampanye Pilpres yang menghabiskan waktu kurang lebih seminggu perjalanan darat ini, tak sedikit pun tampak raut kelelahan di wajah mantan presiden RI ini. Mengawali perjalanan darat dari Jakarta pada 20 Juni dan akan berakhir di Bali 27 Juni, semangat Mega seolah-olah tak pernah surut.
Bahkan, saat kampanye terbuka di Banyumas, 23 Juni kemarin, Mega sanggup berpidato sekitar setengah jam di bawah sengatan terik matahari. Sebelum berpidato di tepi Bendungan Gerak Serayu, Rawelo, capres dari PDIP dan Gerindra ini menolak mengenakan topi dengan alasan massa pendukungnya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Padahal, kader lain rata-rata mengenakan topi.
Fisik kuat Mega mungkin saja didukung apa yang biasa dimakannya sehari-hari. Pasalnya, setiap kali istirahat salat dan makan, Mega selalu memilih rumah makan yang menyediakan makanan sederhana, namun bergizi.
Misal saja dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang, Mega singgah di sebuah warung sederhana. Warung makan dengan ornamen khas Yogya itu bernama 'Pecel Organik'.
"Pecel kami sayurannya ditanam tanpa pestisida mas," kata Mitha, anak pemilik warung kepada detikcom, Selasa (23/6/2009).
Di warung yang beralamat di Jl Seturan, Yogyakarta ini tersedia sayur mayur segar seperti kacang panjang, buncis, pare, timun, gambas, dan kol yang ditanam tanpa pestisida. Bahkan tempe dan tahunya juga terbuat dari kedelai bebas pestisida. Rasanya, tentu maknyus! "Insya Allah kami yang pertama di Yogya mas," ujar Mitha.
Mitha menjelaskan, sayur-mayur yang menjadi pecel warungnya tersebut dipasok oleh kelompok petani yang bernama Sahani. Sahani, kata dia, kelompok petani yang konsisten menghasilkan produk pertanian yang sehat bagi rakyat dan ramah lingkungan.
"Pestisida bisa menghancurkan lahan juga mas. Belum lagi sifatnya yang tidak bisa dicerna tubuh, lama-lama bisa menyebabkan kanker," katanya dengan logat khas Kota Gudeg.
Nah, bagi Anda yang sudah mulai uzur, atau yang masih muda tapi tetap ingin bugar sampai tua, tak ada salahnya untuk meniru kebiasaan Mega menyantap yang ijo-ijo ini.
(lrn/asy)
Dalam rangkaian perjalanan kampanye Pilpres yang menghabiskan waktu kurang lebih seminggu perjalanan darat ini, tak sedikit pun tampak raut kelelahan di wajah mantan presiden RI ini. Mengawali perjalanan darat dari Jakarta pada 20 Juni dan akan berakhir di Bali 27 Juni, semangat Mega seolah-olah tak pernah surut.
Bahkan, saat kampanye terbuka di Banyumas, 23 Juni kemarin, Mega sanggup berpidato sekitar setengah jam di bawah sengatan terik matahari. Sebelum berpidato di tepi Bendungan Gerak Serayu, Rawelo, capres dari PDIP dan Gerindra ini menolak mengenakan topi dengan alasan massa pendukungnya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Padahal, kader lain rata-rata mengenakan topi.
Fisik kuat Mega mungkin saja didukung apa yang biasa dimakannya sehari-hari. Pasalnya, setiap kali istirahat salat dan makan, Mega selalu memilih rumah makan yang menyediakan makanan sederhana, namun bergizi.
Misal saja dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang, Mega singgah di sebuah warung sederhana. Warung makan dengan ornamen khas Yogya itu bernama 'Pecel Organik'.
"Pecel kami sayurannya ditanam tanpa pestisida mas," kata Mitha, anak pemilik warung kepada detikcom, Selasa (23/6/2009).
Di warung yang beralamat di Jl Seturan, Yogyakarta ini tersedia sayur mayur segar seperti kacang panjang, buncis, pare, timun, gambas, dan kol yang ditanam tanpa pestisida. Bahkan tempe dan tahunya juga terbuat dari kedelai bebas pestisida. Rasanya, tentu maknyus! "Insya Allah kami yang pertama di Yogya mas," ujar Mitha.
Mitha menjelaskan, sayur-mayur yang menjadi pecel warungnya tersebut dipasok oleh kelompok petani yang bernama Sahani. Sahani, kata dia, kelompok petani yang konsisten menghasilkan produk pertanian yang sehat bagi rakyat dan ramah lingkungan.
"Pestisida bisa menghancurkan lahan juga mas. Belum lagi sifatnya yang tidak bisa dicerna tubuh, lama-lama bisa menyebabkan kanker," katanya dengan logat khas Kota Gudeg.
Nah, bagi Anda yang sudah mulai uzur, atau yang masih muda tapi tetap ingin bugar sampai tua, tak ada salahnya untuk meniru kebiasaan Mega menyantap yang ijo-ijo ini.
(lrn/asy)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
277 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
