ESDM: Semburan Lumpur Serang Tidak Bahaya
Selasa, 23/06/2009 14:52 WIB
Hery Winarno/detikcom
Terkait
Jakarta
Peneliti dari Tim Tanggap Darurat Badan Geologi ESDM menyebutkan, semburan lumpur yang terjadi di Kampung Astana Agung, Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tidak berbahaya. Kandungan dari semburan lumpur itu hanyalah karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfida (H2S) dan sulfur dioksida (SO2).
"Hasil penelitian menunjukkan, kandungan gas semburan didominasi oleh gas CO2 yang diikuti H2S dan SO2. Ketiga gas tersebut merupakan ciri dari gas-gas vulkanik yang tidak berbahaya", ujar Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api ESDM, M Hendrasto dalam situs ESDM, Selasa (23/6/2009).
Menurut Hendrasto, penelitian menggunakan metode Giggenbach dan detektor Multigas Multiwarm.
Hendrasto menjelaskan, meski terdapat kandungan gas metana dalam semburan, namun hal itu tidak berbahaya karena persentasenya sangat kecil. Selain itu, tekanan gas yang keluar pada umumnya bertekanan rendah.
Gas metana akan mudah menyala jika kandungannya mencapai di atas 5 persen volume, sedangkan kandungan gas metana pada pusat semburan lumpur di Walikukun kandungannya hanya berkisar antara 0,6-1 persen volume.
"Gas metana akan mudah menyala jika kandungannya mencapai di atas 5 persen volume. Sedangkan kandungan gas metana pada pusat semburan lumpur di Walikukun kandungannya hanya berkisar antara 0,6-1 persen volume," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Hendrasto, masyarakat diimbau untuk tidak menyalakan api serta mendekati lokasi semburan untuk menghindari terjadinya kebakaran dan jatuhnya korban jiwa akibat menghirup gas yang keluar.
"Masyarakat juga disarankan menggunakan pipanisasi untuk mendapatkan air bersih dan tidak membuat sumur bor di wilayah tersebut," tandasnya.
(nik/iy)
"Hasil penelitian menunjukkan, kandungan gas semburan didominasi oleh gas CO2 yang diikuti H2S dan SO2. Ketiga gas tersebut merupakan ciri dari gas-gas vulkanik yang tidak berbahaya", ujar Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api ESDM, M Hendrasto dalam situs ESDM, Selasa (23/6/2009).
Menurut Hendrasto, penelitian menggunakan metode Giggenbach dan detektor Multigas Multiwarm.
Hendrasto menjelaskan, meski terdapat kandungan gas metana dalam semburan, namun hal itu tidak berbahaya karena persentasenya sangat kecil. Selain itu, tekanan gas yang keluar pada umumnya bertekanan rendah.
Gas metana akan mudah menyala jika kandungannya mencapai di atas 5 persen volume, sedangkan kandungan gas metana pada pusat semburan lumpur di Walikukun kandungannya hanya berkisar antara 0,6-1 persen volume.
"Gas metana akan mudah menyala jika kandungannya mencapai di atas 5 persen volume. Sedangkan kandungan gas metana pada pusat semburan lumpur di Walikukun kandungannya hanya berkisar antara 0,6-1 persen volume," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Hendrasto, masyarakat diimbau untuk tidak menyalakan api serta mendekati lokasi semburan untuk menghindari terjadinya kebakaran dan jatuhnya korban jiwa akibat menghirup gas yang keluar.
"Masyarakat juga disarankan menggunakan pipanisasi untuk mendapatkan air bersih dan tidak membuat sumur bor di wilayah tersebut," tandasnya.
(nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Kamis, 24/05/2012 00:22 WIB
Menlu: Pandangan Ekstrim Tantangan Bagi Perlindungan HAM RI
-
Rabu, 23/05/2012 23:20 WIB
Ari Sigit Hadirkan Kurator Sebagai Saksi Penggelapan
-
Rabu, 23/05/2012 23:01 WIB
Popularitas, Materi & Kekuasaan Tak Cukup untuk Jadi Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 04:04 WIB
8 Jenazah WN Rusia Korban Sukhoi Dipulangkan dengan Ilyushin
-
Kamis, 24/05/2012 02:13 WIB
Biadab! Pria Muda Perkosa & Bunuh Anak 4 Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
210 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
