Melihat JK Kampanye
JK Raja Panggung Tanpa Podium dan Moderator
Senin, 22/06/2009 16:13 WIB
Dok JK
Jakarta
Ada yang membedakan calon presiden (capres) Jusuf Kalla dengan dua capres lainnya. Jika kedua capres itu 'gemar' memakai podium saat menggelar kampanye dialogis dengan pendukungnya, beda halnya dengan JK. Lelaki kelahiran Watampone, Sulsel, ini lebih senang leluasa berjalan di atas panggung.
Di kota mana pun JK berkampanye, setting panggung tak pernah menyediakan podium. Bahkan panggung diset supaya JK nyaman berjalan hingga mendekat ke penonton.
"Iya, saya lebih senang bicara kalau tidak dibatasi podium," ujar JK beberapa waktu lalu saat ditanyai wartawan tentang kebiasaannya berjalan di panggung.
Ada beberapa penataan panggung yang diatur untuk JK jika kampanye. Terkadang panggung berada di tengah. Sementara tempat duduk audiens mengelilingi panggung.
Saat kampanye di kawasan industri Cilincing, Jakarta Timur (Jaktim), pada Minggu (14/6/2009) misalnya, JK kampanye dikelilingi puluhan alat berat seperti crane dan bekho. Dalam kampanye yang dimotori ketua Masyarakat Peduli Sesama (MPS) Edi Joenardi ini, JK berdialog dengan warga yang terdiri dari buruh, pedagang, guru, tukang ojek, dan masyarakat lapis bawah lainnya yang duduk mengelilingi panggung.
Selain panggung di tengah, kadangkala panggung juga tetap berada di depan, namun ada bagian panggung yang menjorok hingga ke penonton. Jadinya, JK terkadang bisa mendekati penonton tanpa harus turun dari panggung.
"Pak JK itu raja di atas panggung. Kesuksesannya di atas panggung karena dia relaks dan ceplas ceplos," kata Mathias, salah seorang relawan pendukung JK-Wiranto saat kampanye di Papua.
Gaya pidato JK yang lepas inilah yang membuat suasana kampanyenya selalu berlangsung riuh. Dialog-dialog yang spontan kadang membuat warga terpingkal.
Selama dua minggu kampanye terbuka, keluhan warga terhadap JK bukan hanya menyangkut persoalan-persoalan besar saja. Mulai dari kasus yang menimpa artis Cici Paramida, hingga mengeluh terlilit utang karena kesulitan mendapat pekerjaan.
"Dulu saya tidak suka Pak JK karena ceplas ceplos, tapi setelah saya lihat visi misinya, saya pun pilih JK=Wiranto," ujar Toni, saat berbincang langsung dengan JK saat kampanye di Solo, Minggu (21/6/2009).
Hal lain yang berbeda dari lelaki yang punya 5 anak ini adalah gayanya yang tak kaku di atas panggung. Saat berbicara, JK kadang terhenti oleh teriakan-teriakan warga. Menko Kesra era Megawati ini memang terbilang 'peka' meski saat berpidato sekali pun. Hal-hal kecil yang diteriakkan warga, kerap ditanggapi dengan lelucon. JK tak segan menghentikan pidatonya dan menimpali ucapan warga.
Jika telah 'on' di atas panggung, tanpa moderator pun JK langsung mengambil alih dan mendekati para penanya yang ingin bertanya. "Semakin tajam pertanyaan, semakin saya suka. Malah semakin keluar kemampuan saya. Kalau pertanyaannya tidak tajam, kurang tertantang," terang JK saat berbincang dengan wartawan.
(gun/nrl)
Di kota mana pun JK berkampanye, setting panggung tak pernah menyediakan podium. Bahkan panggung diset supaya JK nyaman berjalan hingga mendekat ke penonton.
"Iya, saya lebih senang bicara kalau tidak dibatasi podium," ujar JK beberapa waktu lalu saat ditanyai wartawan tentang kebiasaannya berjalan di panggung.
Ada beberapa penataan panggung yang diatur untuk JK jika kampanye. Terkadang panggung berada di tengah. Sementara tempat duduk audiens mengelilingi panggung.
Saat kampanye di kawasan industri Cilincing, Jakarta Timur (Jaktim), pada Minggu (14/6/2009) misalnya, JK kampanye dikelilingi puluhan alat berat seperti crane dan bekho. Dalam kampanye yang dimotori ketua Masyarakat Peduli Sesama (MPS) Edi Joenardi ini, JK berdialog dengan warga yang terdiri dari buruh, pedagang, guru, tukang ojek, dan masyarakat lapis bawah lainnya yang duduk mengelilingi panggung.
Selain panggung di tengah, kadangkala panggung juga tetap berada di depan, namun ada bagian panggung yang menjorok hingga ke penonton. Jadinya, JK terkadang bisa mendekati penonton tanpa harus turun dari panggung.
"Pak JK itu raja di atas panggung. Kesuksesannya di atas panggung karena dia relaks dan ceplas ceplos," kata Mathias, salah seorang relawan pendukung JK-Wiranto saat kampanye di Papua.
Gaya pidato JK yang lepas inilah yang membuat suasana kampanyenya selalu berlangsung riuh. Dialog-dialog yang spontan kadang membuat warga terpingkal.
Selama dua minggu kampanye terbuka, keluhan warga terhadap JK bukan hanya menyangkut persoalan-persoalan besar saja. Mulai dari kasus yang menimpa artis Cici Paramida, hingga mengeluh terlilit utang karena kesulitan mendapat pekerjaan.
"Dulu saya tidak suka Pak JK karena ceplas ceplos, tapi setelah saya lihat visi misinya, saya pun pilih JK=Wiranto," ujar Toni, saat berbincang langsung dengan JK saat kampanye di Solo, Minggu (21/6/2009).
Hal lain yang berbeda dari lelaki yang punya 5 anak ini adalah gayanya yang tak kaku di atas panggung. Saat berbicara, JK kadang terhenti oleh teriakan-teriakan warga. Menko Kesra era Megawati ini memang terbilang 'peka' meski saat berpidato sekali pun. Hal-hal kecil yang diteriakkan warga, kerap ditanggapi dengan lelucon. JK tak segan menghentikan pidatonya dan menimpali ucapan warga.
Jika telah 'on' di atas panggung, tanpa moderator pun JK langsung mengambil alih dan mendekati para penanya yang ingin bertanya. "Semakin tajam pertanyaan, semakin saya suka. Malah semakin keluar kemampuan saya. Kalau pertanyaannya tidak tajam, kurang tertantang," terang JK saat berbincang dengan wartawan.
(gun/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 18:30 WIB
Bagaimana Bentuk 'Piramida' di Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,792.000
- Rp 6,100.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
