Pesawat carteran Para Capres
Rp 8 M Hanya untuk Sewa Pesawat Sebulan
Jumat, 19/06/2009 17:24 WIB
Jakarta
Selembar handuk hangat yang diberikan seorang pramugari seakan jadi obat pengusir kantuk pagi itu. Maklum, rombongan yang akan mendampingi Jusuf Kalla (JK) harus datang pagi-pagi. Selepas beduk subuh, rombongan harus sudah datang ke Bandara Halim Perdanakusumah, supaya tidak ketinggalan pesawat.
Pagi itu, Rabu (17/6/2009), JK dan rombongan tim sukses serta wartawan akan bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan. Di kota Wong Kito tersebut, JK akan kampanye dialogis dengan para pendukungnya di GOR Sriwijaya.
Dari Palembang, JK dan rombongan kemudian harus terbang lagi ke Kalimantan Tengah. Sore harinya JK harus kembali ke Jakarta untuk meneruskan kampanyenya di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
"Dalam masa kampanye Pilpres, Pak JK memang harus berangkat pagi-pagi. Soalnya dalam
sehari paling tidak 3 daerah yang harus beliau datangi untuk berkampanye," jelas Media Officer pasangan JK-Wiranto Husain Abdullah kepada detikcom.
Karena alasan itu, tim kampanye JK-Wiranto harus menyiapkan pesawat carter untuk mobilisasi pasangan tersebut ke sejumlah daerah.
Pesawat yang disewa JK-Wiranto berjenis Fokker-100 yang punya daya tampung mencapai 107 penumpang. Pesawat bermesin Rolls-Royce Tay Mk itu, disewa dari maskapai penerbangan Pelita Air Service.
Tim sukses JK-Wiranto, Ichsan Loulembah saat dihubungi detikcom mengatakan, harga sewa per jam terbang pesawat itu sekitar US$ 8.000, atau bila dikonversi ke dalam rupiah ( US$ 1=Rp 10.000), harga sewa tersebut per jamnya sekitar Rp 80 juta.
Sementara berdasarkan agenda kampanye pasangan JK-Wiranto ke sejumlah daerah, paling tidak pasangan tersebut akan memakan jam terbang sekitar 100 jam. Kalau dikalikan biaya sewa yang dihabiskan mencapai Rp 8 miliar hanya untuk menyewa pesawat.
Ichsan mengatakan, selama sebulan tim JK-Wiranto telah membooking pesawat tersebut. Meski demikian, mereka hanya membayar sesuai jadwal kunjungan pasangan tersebut. "Kalau di luar jadwal, pesawat tersebut bisa disewakan oleh maskapai ke pihak lain," jelasnya.
Pesawat sewaan itu hanya digunakan oleh JK-Wiranto dan tim sukses resmi pasangan tersebut. Sementara untuk para petinggi Golkar maupun para relawan menyewa pesawat yang berbeda.
Hal sama juga dilakukan pasangan SBY-Boediono. Pasangan ini paling tidak harus mengerahkan 3 pesawat sewaan untuk melakukan kampanye ke sejumlah daerah di Indonesia.
Anggota tim sukses SBY-Boediono, Ruhut Sitompul mengatakan, untuk keperluan kampanye, SBY seringnya menggunakan pesawat boeing 737-400 milik kepresidenan.
Sementara cawapres Boediono biasanya menyewa pesawat Fokker-100 untuk berkunjung ke sejumlah daerah bersama tim suksesnya. Sedangkan para relawan SBY-Boediono menggunakan Fokker-28, yang harga pasaran sewanya sekitar Rp 60 juta per jam terbang (kurs 1 dollar Rp 10 ribu).
"Pesawat-pesawat itu kita sewa dari Transwisata. Dan sudah kita booking selama masa kampanye pilpres," jelas Ruhut.
Namun Ruhut tidak bisa merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa pesawat yang nyaman dan ekslusif tersebut. "Kalau untuk harga tanya saja ke Murdaya Poo. Karena dia yang ngurusi bagian logistik," lanjut Ruhut.
Sementara pasangan Mega-Prabowo juga tidak mau ketinggalan. Untuk mobilisasi ke sejumlah daerah di Indonesia, pasangan ini selain menggunakan pesawat jet pribadi milik cawapres Prabowo Subianto, yang bertipe Legacy 600, juga menyewa beberapa pesawat lain untuk keperluan kampanye.
Arie Junaidi, staf khusus capres Megawati mengungkapkan, untuk memberangkatkan Mega ke sejumlah daerah, tim sukses menyewa pesawat berjenis Fokker-28 yang disewa dari maskapai penerbangan Nusa Wira.
Namun untuk mengunjungi daerah yang tidak bisa didarati pesawat berjenis jet, pasangan Mega-Prabowo juga menyewa pesawat Cessna Grand Caravan yang berkapasitas 12 kursi. Pesawat kecil ini disewa dari maskapai Susie Air.
"Kalau pesawat Cessna digunakan bila mendatangi daerah yang landasan pacunya berumput dan pendek, seperti Garut dan Ciamis," jelas Arie Junaidi.
Bagi ketiga pasangan capres-cawapres, menyewa pesawat khusus merupakan suatu keharusan, sekalipun harga sewanya relatif mahal. Alasannya, selain demi keamanan dan kenyamanan, waktu kampanye pilpres begitu mepet. Sementara daerah yang dikunjungi sangat banyak.
"Kalau pakai pesawat carteran kami bisa berangkat pagi ke Aceh maupun Irian. Tapi sore hari kami bisa sampai lagi ke Jakarta untuk menyiapkan agenda besoknya," begitu alasan para tim sukses ketiga pasangan capres-cawapres tersebut.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Pagi itu, Rabu (17/6/2009), JK dan rombongan tim sukses serta wartawan akan bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan. Di kota Wong Kito tersebut, JK akan kampanye dialogis dengan para pendukungnya di GOR Sriwijaya.
Dari Palembang, JK dan rombongan kemudian harus terbang lagi ke Kalimantan Tengah. Sore harinya JK harus kembali ke Jakarta untuk meneruskan kampanyenya di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.
"Dalam masa kampanye Pilpres, Pak JK memang harus berangkat pagi-pagi. Soalnya dalam
sehari paling tidak 3 daerah yang harus beliau datangi untuk berkampanye," jelas Media Officer pasangan JK-Wiranto Husain Abdullah kepada detikcom.
Karena alasan itu, tim kampanye JK-Wiranto harus menyiapkan pesawat carter untuk mobilisasi pasangan tersebut ke sejumlah daerah.
Pesawat yang disewa JK-Wiranto berjenis Fokker-100 yang punya daya tampung mencapai 107 penumpang. Pesawat bermesin Rolls-Royce Tay Mk itu, disewa dari maskapai penerbangan Pelita Air Service.
Tim sukses JK-Wiranto, Ichsan Loulembah saat dihubungi detikcom mengatakan, harga sewa per jam terbang pesawat itu sekitar US$ 8.000, atau bila dikonversi ke dalam rupiah ( US$ 1=Rp 10.000), harga sewa tersebut per jamnya sekitar Rp 80 juta.
Sementara berdasarkan agenda kampanye pasangan JK-Wiranto ke sejumlah daerah, paling tidak pasangan tersebut akan memakan jam terbang sekitar 100 jam. Kalau dikalikan biaya sewa yang dihabiskan mencapai Rp 8 miliar hanya untuk menyewa pesawat.
Ichsan mengatakan, selama sebulan tim JK-Wiranto telah membooking pesawat tersebut. Meski demikian, mereka hanya membayar sesuai jadwal kunjungan pasangan tersebut. "Kalau di luar jadwal, pesawat tersebut bisa disewakan oleh maskapai ke pihak lain," jelasnya.
Pesawat sewaan itu hanya digunakan oleh JK-Wiranto dan tim sukses resmi pasangan tersebut. Sementara untuk para petinggi Golkar maupun para relawan menyewa pesawat yang berbeda.
Hal sama juga dilakukan pasangan SBY-Boediono. Pasangan ini paling tidak harus mengerahkan 3 pesawat sewaan untuk melakukan kampanye ke sejumlah daerah di Indonesia.
Anggota tim sukses SBY-Boediono, Ruhut Sitompul mengatakan, untuk keperluan kampanye, SBY seringnya menggunakan pesawat boeing 737-400 milik kepresidenan.
Sementara cawapres Boediono biasanya menyewa pesawat Fokker-100 untuk berkunjung ke sejumlah daerah bersama tim suksesnya. Sedangkan para relawan SBY-Boediono menggunakan Fokker-28, yang harga pasaran sewanya sekitar Rp 60 juta per jam terbang (kurs 1 dollar Rp 10 ribu).
"Pesawat-pesawat itu kita sewa dari Transwisata. Dan sudah kita booking selama masa kampanye pilpres," jelas Ruhut.
Namun Ruhut tidak bisa merinci berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa pesawat yang nyaman dan ekslusif tersebut. "Kalau untuk harga tanya saja ke Murdaya Poo. Karena dia yang ngurusi bagian logistik," lanjut Ruhut.
Sementara pasangan Mega-Prabowo juga tidak mau ketinggalan. Untuk mobilisasi ke sejumlah daerah di Indonesia, pasangan ini selain menggunakan pesawat jet pribadi milik cawapres Prabowo Subianto, yang bertipe Legacy 600, juga menyewa beberapa pesawat lain untuk keperluan kampanye.
Arie Junaidi, staf khusus capres Megawati mengungkapkan, untuk memberangkatkan Mega ke sejumlah daerah, tim sukses menyewa pesawat berjenis Fokker-28 yang disewa dari maskapai penerbangan Nusa Wira.
Namun untuk mengunjungi daerah yang tidak bisa didarati pesawat berjenis jet, pasangan Mega-Prabowo juga menyewa pesawat Cessna Grand Caravan yang berkapasitas 12 kursi. Pesawat kecil ini disewa dari maskapai Susie Air.
"Kalau pesawat Cessna digunakan bila mendatangi daerah yang landasan pacunya berumput dan pendek, seperti Garut dan Ciamis," jelas Arie Junaidi.
Bagi ketiga pasangan capres-cawapres, menyewa pesawat khusus merupakan suatu keharusan, sekalipun harga sewanya relatif mahal. Alasannya, selain demi keamanan dan kenyamanan, waktu kampanye pilpres begitu mepet. Sementara daerah yang dikunjungi sangat banyak.
"Kalau pakai pesawat carteran kami bisa berangkat pagi ke Aceh maupun Irian. Tapi sore hari kami bisa sampai lagi ke Jakarta untuk menyiapkan agenda besoknya," begitu alasan para tim sukses ketiga pasangan capres-cawapres tersebut.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
277 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
