Debat Capres Mengecewakan Akibat Capres Tak Mau Konflik Terbuka
Jumat, 19/06/2009 16:53 WIB
Jakarta
Debat Capres I yang digelar KPU semalam dinilai jauh dari harapan dan cenderung monoton. Hal ini disebabkan budaya politik dan para kandidat capres di Indonesia tidak biasa berdebat.
"Kultur di negara kita memang tidak terbiasa kandidat berdebat. Kita harus mengerti, capres-capres ini tidak akan memunculkan konflik terbuka," ujar
mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.
Hal itu disampaikannya di sela-sela diskusi bertema "Kepentingan Komersial Versus Kesucian Agama Dalam Konteks Buddha Bar", di Gedung WTC Sudirman, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (19/6/2009).
Acara debat capres tersebut menurut Jimly adalah kegiatan yang penting untuk perkembangan budaya politik baru dalam rangka pembelajaran demokrasi di Indonesia. Sehingga rakyat bisa menilai secara langsung bisa dipercaya atau tidak terhadap apa yang disampaikan para kandidat capres.
"Masyarakat juga harus jeli, teliti dan kritis. Jangan hanya yang dipidatokan saja yang dinilai tapi harus melihat apa yang sudah dilakukan," kata Jimly.
Jimly menambahkan, masyarakat jangan terpaku pada khotbah-khotbah para capres yang selama ini ditampilkan, namun melihat track recordnya juga.
"Sehingga ke depan, masyarakat memiliki kehati-hatian dalam menentukan pilihan pemimpinnya," tandasnya.
(mpr/iy)
"Kultur di negara kita memang tidak terbiasa kandidat berdebat. Kita harus mengerti, capres-capres ini tidak akan memunculkan konflik terbuka," ujar
mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.
Hal itu disampaikannya di sela-sela diskusi bertema "Kepentingan Komersial Versus Kesucian Agama Dalam Konteks Buddha Bar", di Gedung WTC Sudirman, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (19/6/2009).
Acara debat capres tersebut menurut Jimly adalah kegiatan yang penting untuk perkembangan budaya politik baru dalam rangka pembelajaran demokrasi di Indonesia. Sehingga rakyat bisa menilai secara langsung bisa dipercaya atau tidak terhadap apa yang disampaikan para kandidat capres.
"Masyarakat juga harus jeli, teliti dan kritis. Jangan hanya yang dipidatokan saja yang dinilai tapi harus melihat apa yang sudah dilakukan," kata Jimly.
Jimly menambahkan, masyarakat jangan terpaku pada khotbah-khotbah para capres yang selama ini ditampilkan, namun melihat track recordnya juga.
"Sehingga ke depan, masyarakat memiliki kehati-hatian dalam menentukan pilihan pemimpinnya," tandasnya.
(mpr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 18:30 WIB
Bagaimana Bentuk 'Piramida' di Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,792.000
- Rp 6,100.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
