Jimly Sarankan Buddha Bar Ganti Jadi Buddhi Bar
Jumat, 19/06/2009 16:07 WIB
Jakarta
Meski Buddha Bar sudah berganti nama menjadi Bataviasche Kunstkring namun bar yang terletak di Jl Teuku Umar I itu masih terus diperdebatkan keberadaannya. Bar tersebut sebaiknya berganti nama menjadi Buddhi Bar.
"Mengganti Buddha Bar satu huruf saja menjadi Buddhi Bar sehingga tidak menjadi persoalan serius," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Assidiqie.
Jimly mengatakan itu dalam diskusi bertajuk "Kepentingan Komersil Vs Kesucian Agama dalam Konteks Buddha Bar" di Gedung WTC Sudirman, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2009).
Jimly mengatakan pemerintah harus ikut campur mengatasi konflik Buddha Bar. Jika negara harus ikut campur menyelesaikan konflik itu, semua umat akan memberikan dukungan.
"Dalam persoalan Buddha Bar ini terkait negara, masyarakat dan bisnis. Persoalan ini persoalan serius, negara harus bergerak tidak boleh dibiarkan," kata Jimly.
Jimly menegaskan, bila umat Buddha masih tidak puas dengan pergantian nama bar itu bisa ditempuh dengan jalur hukum, baik lewat perdata maupun pidana. "Karena pengadilan dibentuk memang untuk mengatasi persoalan seperti ini," terangnya.
Jimly mengatakan, semua hakim akan melihat persoalan bar yang merupakan franchise dari Perancis ini dengan serius. Hakim akan memutuskan dengan perasaan keadilan dalam memberikan putusan.
"Negara itu dirigen. Dalam hal seperti ini jadi perlu ikut campur," imbuh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
(nik/iy)
"Mengganti Buddha Bar satu huruf saja menjadi Buddhi Bar sehingga tidak menjadi persoalan serius," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Assidiqie.
Jimly mengatakan itu dalam diskusi bertajuk "Kepentingan Komersil Vs Kesucian Agama dalam Konteks Buddha Bar" di Gedung WTC Sudirman, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2009).
Jimly mengatakan pemerintah harus ikut campur mengatasi konflik Buddha Bar. Jika negara harus ikut campur menyelesaikan konflik itu, semua umat akan memberikan dukungan.
"Dalam persoalan Buddha Bar ini terkait negara, masyarakat dan bisnis. Persoalan ini persoalan serius, negara harus bergerak tidak boleh dibiarkan," kata Jimly.
Jimly menegaskan, bila umat Buddha masih tidak puas dengan pergantian nama bar itu bisa ditempuh dengan jalur hukum, baik lewat perdata maupun pidana. "Karena pengadilan dibentuk memang untuk mengatasi persoalan seperti ini," terangnya.
Jimly mengatakan, semua hakim akan melihat persoalan bar yang merupakan franchise dari Perancis ini dengan serius. Hakim akan memutuskan dengan perasaan keadilan dalam memberikan putusan.
"Negara itu dirigen. Dalam hal seperti ini jadi perlu ikut campur," imbuh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
(nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:30 WIB
Polisi Pelajari Proyektil Peluru yang Ditembakkan Pencuri Motor di IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
277 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
