Pemilik Orang Kaya, Moge Mestinya Beri Contoh Cara Berlalulintas
Selasa, 16/06/2009 12:43 WIB
Jakarta
Sudah bukan rahasia bila pemilik motor gede (moge) dimiliki orang kaya. Bahkan banyak juga yang pejabat, pensiunan jenderal polisi, serta tentara. Karena alasan itu semestinya pemilik moge mengerti sopan santun berlalulintas.
"Moge kan dimiliki orang kaya. Orang kaya itu berpendidikan, semestinya memberikan cara lalu linats yang beradab. Pengguna jalan kita kurang beradab, mestinya memberi contoh, dengan lebih menghormati aturan," kata anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bidang Transportasi Tulus Abadi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (16/6/2009).
Menurut dia, tidak perlu lagi ada kasus pemukulan dan peludahan di jalan. Karena bila demikian tentu urusannya pidana. "Kalau itu terjadi polisi harus bertindak," tambahnya.
Yang jelas, lanjut Tulus, di dalam penggunaan transportasi tidak ada pembedaan, semua sama tidak ada yang diistimewakan. "Untuk moge lebih diskriminatif, ini karena lemahnya penegakan hukum dari pemerintah. Padahal ketua harian moge seorang jenderal polisi," terangnya.
Sedang terkait konvoi yang dilakukan, semestinya tetap menghormati rambu-rambu lalu lintas, karena di jalan itu yang mendapat privelege hanya kendaraan presiden, ambulans, dan pemadam kebakaran.
"Kalau karena alasan kendaraan mesti cepat, ya silakan saja di arena balap. Coba, apakah cukup cerdas seseorang membeli kendaraan besar sementara kondisi lalu lintas Indonesia seperti ini. Jadi tidak ada alasan apapun untuk moge," tutupnya.
(ndr/iy)
"Moge kan dimiliki orang kaya. Orang kaya itu berpendidikan, semestinya memberikan cara lalu linats yang beradab. Pengguna jalan kita kurang beradab, mestinya memberi contoh, dengan lebih menghormati aturan," kata anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Bidang Transportasi Tulus Abadi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (16/6/2009).
Menurut dia, tidak perlu lagi ada kasus pemukulan dan peludahan di jalan. Karena bila demikian tentu urusannya pidana. "Kalau itu terjadi polisi harus bertindak," tambahnya.
Yang jelas, lanjut Tulus, di dalam penggunaan transportasi tidak ada pembedaan, semua sama tidak ada yang diistimewakan. "Untuk moge lebih diskriminatif, ini karena lemahnya penegakan hukum dari pemerintah. Padahal ketua harian moge seorang jenderal polisi," terangnya.
Sedang terkait konvoi yang dilakukan, semestinya tetap menghormati rambu-rambu lalu lintas, karena di jalan itu yang mendapat privelege hanya kendaraan presiden, ambulans, dan pemadam kebakaran.
"Kalau karena alasan kendaraan mesti cepat, ya silakan saja di arena balap. Coba, apakah cukup cerdas seseorang membeli kendaraan besar sementara kondisi lalu lintas Indonesia seperti ini. Jadi tidak ada alasan apapun untuk moge," tutupnya.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
