Tak Berani Tindak Moge, Bukti Polisi Tak Netral
Selasa, 16/06/2009 09:32 WIB
Ilustrasi
Jakarta
Arogansi yang ditunjukkan para pengendara motor gede (moge) membuat gerah banyak orang. Sementara polisi terkesan tidak tegas menindak para pengendara moge tersebut. Hal ini membuktikan polisi tidak bersikap netral.
"Kalau ada kecenderungan gitu (tak tegas), namanya tidak netral. Keberanian bertindak secara netral belum kuat. Kalau melihat itu, di negeri ini memang ada kecenderungan siapa yang kuat lebih menang sehingga ini berpegnaruh pada lembaga kepolisian," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2009).
Menurut Bambang, hal ini tidak lepas dari sistem kepolisian di Indonesia yang memang masih belum sepenuhnya profesional. Orang yang lemah cenderung ditindas, sedangkan yang kuat justru dibela.
"Meski polisi inginnya netral, tapi kalau sistemnya belum mewujudkan kenetralan, ya sulit," kata Bambang.
Jika polisi netral, imbuh Bambang, seharusnya mereka tidak segan dan ragu menindak para pengendara moge yang berbuat ulah. "Harusnya diselidiki benar-benar, meskipun kalau nggak salah pimpinan grupnya polisi. Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu," tandas Bambang.
Untuk memperbaiki sistem kepolisian ini, Bambang mengusulkan dibentuknya sebuah lembaga di luar kepolisian yang menjadi pengawas. Lembaga ini harus memiliki kewenangan yang diamanahkan undang-undang sehingga bersifat kuat.
"Harus ada lembaga eksternal yang diberi kewenangan mengawasi, bahkan kalau perlu menginvestigasi lembaga kepolisian," kata Bambang.
(sho/nrl)
"Kalau ada kecenderungan gitu (tak tegas), namanya tidak netral. Keberanian bertindak secara netral belum kuat. Kalau melihat itu, di negeri ini memang ada kecenderungan siapa yang kuat lebih menang sehingga ini berpegnaruh pada lembaga kepolisian," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2009).
Menurut Bambang, hal ini tidak lepas dari sistem kepolisian di Indonesia yang memang masih belum sepenuhnya profesional. Orang yang lemah cenderung ditindas, sedangkan yang kuat justru dibela.
"Meski polisi inginnya netral, tapi kalau sistemnya belum mewujudkan kenetralan, ya sulit," kata Bambang.
Jika polisi netral, imbuh Bambang, seharusnya mereka tidak segan dan ragu menindak para pengendara moge yang berbuat ulah. "Harusnya diselidiki benar-benar, meskipun kalau nggak salah pimpinan grupnya polisi. Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu," tandas Bambang.
Untuk memperbaiki sistem kepolisian ini, Bambang mengusulkan dibentuknya sebuah lembaga di luar kepolisian yang menjadi pengawas. Lembaga ini harus memiliki kewenangan yang diamanahkan undang-undang sehingga bersifat kuat.
"Harus ada lembaga eksternal yang diberi kewenangan mengawasi, bahkan kalau perlu menginvestigasi lembaga kepolisian," kata Bambang.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
