Laporan dari Roma
Dicegat Gladiator di Colosseum
Senin, 15/06/2009 06:38 WIB
Roma
Tampang garang, menghunus pedang dan baju besi yang berkilauan. Para Gladiator siap mencegat para pengunjung Colosseum di Roma.
Tapi tenang saja, mereka bukan ingin menantang adu tanding ala gladiator. Mereka hanyalah para aktor berkostum yang menawarkan jasa foto bersama untuk para turis.
Inilah pemandangan pertama saat mengunjungi Coloseum yang menjadi ciri khas Kota Roma, Italia. Arena berumur nyaris 2.000 tahun ini dibanjiri para turis setiap harinya. Wartawan Detikcom, Fitraya Ramadhanny mengunjungi Colosseum pada Minggu (7/5/2009). Tinggal menyeberang jalan dari mulut stasiun kereta bawah tanah, Colosseum mudah dijangkau pengunjung.
Agak berhati-hati saja dengan para Gladiator. Kalau tidak pandai berkelit, turis bisa ditodong sampai 20 Euro per orang jika berfoto dengan mereka. Pastikan dulu harganya sebelum berfoto. Untung saja para Gladiator ini tidak memaksa. Saya pun segera menuju ke loket untuk membeli tiket masuk.
Datanglah sepagi mungkin untuk menghindari antrean panjang. Loket sudah buka sejak pukul 9.00 pagi. Harga tiketnya 12 Euro termasuk kunjungan ke reruntuhan kota kuno Roma di seberang Colosseum. Ada biaya tambahan jika memakai petugas pemandu atau pemandu audio.
Urusan tiket beres, pengunjung tinggal mengikuti petunjuk arah dan langsung menuju puncak arena Colosseum. Pemandangan dari atas sini sungguh spektakuler. Walau bentuk bangunannya agak hancur, kemegahannya masih terasa. Adegan film Gladiator yang diperankan Russel Crowe langsung terbayang.
Walaupun dibangun pada tahun 80 Masehi, bentuk Colosseum sudah sama seperti stadion sepakbola modern. Tribun penonton tersebar melingkar dalam beberapa tingkat. Bahkan, sistem nomor tempat duduk sejak dahulu sudah dipergunakan di arena berkapasitas sekitar 50 ribu penonton ini. Pembagian tribun berdasarkan strata sosial. Orang kaya dan bangsawan duduk paling bawah. Orang miskin dan para budak duduk paling atas.
Dari puncak, pengunjung digiring ke lantai bawah tepat di samping arena Gladiator. Ternyata, lantai arena dalam sejarahnya hanya terbuat dari kayu dan diberi alas pasir. Setelah 2.000 tahun, tidak ada lagi lantai kayu yang tersisa. Yang tampak adalah ruang bawah tanah di bawah arena berupa kamar-kamar untuk para Gladiator dan hewan-hewan buas yang akan diadu. Agar pengunjung punya gambaran, dibangunlah kembali lantai arena dari kayu yang hanya menutupi sepertiga bagian arena saja.
Sayangnya bangunan Colosseum sekarang tampak terpotong di bagian paling luar. Penyebabnya adalah gempa besar pada 1349 yang meruntuhkan setengah lingkaran dinding paling luar. Batu marmer sebagai material asli pun banyak yang hancur dan akhirnya diganti batu bata seperti yang terlihat sekarang ini.
Saat Tahta Vatikan berdiri menggantikan Kekaisaran Roma, Colloseum sempat difungsikan sebagai tempat penampungan sosial. Sekarang Colloseum menjadi tempat bersejarah. Namun proses pelestarian terus berlangsung.
Aktivitas penggalian masih berlangsung karena para arkeolog masih kerap menemukan puing-puing bersejarah. Selain itu Colloseum pun kini terancam kerusakan akibat dari polusi kendaraan dari jalan raya yang mengitarinya.
(fay/rdf)
Tapi tenang saja, mereka bukan ingin menantang adu tanding ala gladiator. Mereka hanyalah para aktor berkostum yang menawarkan jasa foto bersama untuk para turis.
Inilah pemandangan pertama saat mengunjungi Coloseum yang menjadi ciri khas Kota Roma, Italia. Arena berumur nyaris 2.000 tahun ini dibanjiri para turis setiap harinya. Wartawan Detikcom, Fitraya Ramadhanny mengunjungi Colosseum pada Minggu (7/5/2009). Tinggal menyeberang jalan dari mulut stasiun kereta bawah tanah, Colosseum mudah dijangkau pengunjung.
Agak berhati-hati saja dengan para Gladiator. Kalau tidak pandai berkelit, turis bisa ditodong sampai 20 Euro per orang jika berfoto dengan mereka. Pastikan dulu harganya sebelum berfoto. Untung saja para Gladiator ini tidak memaksa. Saya pun segera menuju ke loket untuk membeli tiket masuk.
Datanglah sepagi mungkin untuk menghindari antrean panjang. Loket sudah buka sejak pukul 9.00 pagi. Harga tiketnya 12 Euro termasuk kunjungan ke reruntuhan kota kuno Roma di seberang Colosseum. Ada biaya tambahan jika memakai petugas pemandu atau pemandu audio.
Urusan tiket beres, pengunjung tinggal mengikuti petunjuk arah dan langsung menuju puncak arena Colosseum. Pemandangan dari atas sini sungguh spektakuler. Walau bentuk bangunannya agak hancur, kemegahannya masih terasa. Adegan film Gladiator yang diperankan Russel Crowe langsung terbayang.
Walaupun dibangun pada tahun 80 Masehi, bentuk Colosseum sudah sama seperti stadion sepakbola modern. Tribun penonton tersebar melingkar dalam beberapa tingkat. Bahkan, sistem nomor tempat duduk sejak dahulu sudah dipergunakan di arena berkapasitas sekitar 50 ribu penonton ini. Pembagian tribun berdasarkan strata sosial. Orang kaya dan bangsawan duduk paling bawah. Orang miskin dan para budak duduk paling atas.
Dari puncak, pengunjung digiring ke lantai bawah tepat di samping arena Gladiator. Ternyata, lantai arena dalam sejarahnya hanya terbuat dari kayu dan diberi alas pasir. Setelah 2.000 tahun, tidak ada lagi lantai kayu yang tersisa. Yang tampak adalah ruang bawah tanah di bawah arena berupa kamar-kamar untuk para Gladiator dan hewan-hewan buas yang akan diadu. Agar pengunjung punya gambaran, dibangunlah kembali lantai arena dari kayu yang hanya menutupi sepertiga bagian arena saja.
Sayangnya bangunan Colosseum sekarang tampak terpotong di bagian paling luar. Penyebabnya adalah gempa besar pada 1349 yang meruntuhkan setengah lingkaran dinding paling luar. Batu marmer sebagai material asli pun banyak yang hancur dan akhirnya diganti batu bata seperti yang terlihat sekarang ini.
Saat Tahta Vatikan berdiri menggantikan Kekaisaran Roma, Colloseum sempat difungsikan sebagai tempat penampungan sosial. Sekarang Colloseum menjadi tempat bersejarah. Namun proses pelestarian terus berlangsung.
Aktivitas penggalian masih berlangsung karena para arkeolog masih kerap menemukan puing-puing bersejarah. Selain itu Colloseum pun kini terancam kerusakan akibat dari polusi kendaraan dari jalan raya yang mengitarinya.
(fay/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:38 WIB
Presiden SBY Jalan Santai di Borobudur
-
Sabtu, 26/05/2012 10:32 WIB
Ini Kronologi Penembakan 2 Satpam IPB oleh Maling Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:30 WIB
Polisi Pelajari Proyektil Peluru yang Ditembakkan Pencuri Motor di IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju di 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
277 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
