JK Kunci Damai di Aceh, Pendukung SBY Jangan Kebakaran Jenggot
Minggu, 14/06/2009 15:19 WIB
Jakarta
Tudingan Kubu SBY yang menilai Jusuf Kalla (JK) tidak etis karena membeberkan fakta perannya selama menangani perdamaian konflik di Aceh dianggap sebagai tindakan kebakaran jenggot. Kubu SBY diminta untuk berkaca dan mau mengakui fakta politik yang terjadi meskipun pahit jika diungkapkan.
"Tidak usah kebakaran jenggot lah. Semuanya itu fakta politik, jika pemimpin yang ada tidak bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut," kata anggota Tim Pemenagan JK-Wiranto Ali Muchtar Ngabalin kepada wartawan di sela-sela kampanye JK di Padang, Minggu (14/6/2009).
Menurut politisi PBB yang bergabung mendukung JK ini, penyelesaian pemerintah termasuk Presiden SBY yang formalistik dalam menangani konflik Aceh terbukti gagal. Akibatnya masyarakat Aceh terus menjadi korban dari teror dan ketakutan akibat konflik antara GAM dan TNI yang tidak kunjung usai. Dengan langkah cerdas JK, lanjut Ngabalin, konflik selama 30 tahun lebih itu bisa diselesaikan dengan baik.
"Selama ini pemimpin yang ada berusaha menyelesaikan masalah ini secara formal dan terbukti selama 30 tahun lebih gagal. Lalu muncullah Pak JK. Dia mengambil langkah-langkah di luar langkah formal, namun terbukti efektif. Buktinya hari ini kita bisa merasakan kedamaian di Aceh saat ini," paparnya.
Lebih lanjut Ali Muchtar membeberkan betapa sangat berpengaruhnya JK dalam penyelesaian konflik di Aceh. Sampai-sampai JK mau mengongkosi semua kebutuhan penyuksesan perundingan RI dan GAM di Helsikni. Hal ini harusnya dihargai oleh pemimpin pemerintahan yang ikut menikmati hasilnya dengan kedamaian di Aceh.
"Rundingan damai antara RI dan GAM itu inisiatif Pak JK. Bayangkan kita konfik 30 tahun lebih, berapa korbannnya, berapa banyak anggaran yang dikeluarkan negara untuk membiayai hal tersebut," paparnya.
"Memang pertemuan tersebut informal, tidak atas nama negara, kalau perjanjian untung, negara yg diuntungkan. Tetapi kalau rugi, Jusuf Kalla yang digantung. Dan itu semua dibiayai dari kantong pribadi Pak JK. Jadi para pihak yang tidak senang atau kebakaran jenggot tidak perlu membesarkan masalah ini. Ini fakta politik," pungkasnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Bara Hasibuan menilai pernyataan capres Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) terkait siapa yang paling berjasa terhadap perjanjian damai Aceh yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia sebagai tindakan tidak etis.
(yid/iy)
"Tidak usah kebakaran jenggot lah. Semuanya itu fakta politik, jika pemimpin yang ada tidak bisa mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut," kata anggota Tim Pemenagan JK-Wiranto Ali Muchtar Ngabalin kepada wartawan di sela-sela kampanye JK di Padang, Minggu (14/6/2009).
Menurut politisi PBB yang bergabung mendukung JK ini, penyelesaian pemerintah termasuk Presiden SBY yang formalistik dalam menangani konflik Aceh terbukti gagal. Akibatnya masyarakat Aceh terus menjadi korban dari teror dan ketakutan akibat konflik antara GAM dan TNI yang tidak kunjung usai. Dengan langkah cerdas JK, lanjut Ngabalin, konflik selama 30 tahun lebih itu bisa diselesaikan dengan baik.
"Selama ini pemimpin yang ada berusaha menyelesaikan masalah ini secara formal dan terbukti selama 30 tahun lebih gagal. Lalu muncullah Pak JK. Dia mengambil langkah-langkah di luar langkah formal, namun terbukti efektif. Buktinya hari ini kita bisa merasakan kedamaian di Aceh saat ini," paparnya.
Lebih lanjut Ali Muchtar membeberkan betapa sangat berpengaruhnya JK dalam penyelesaian konflik di Aceh. Sampai-sampai JK mau mengongkosi semua kebutuhan penyuksesan perundingan RI dan GAM di Helsikni. Hal ini harusnya dihargai oleh pemimpin pemerintahan yang ikut menikmati hasilnya dengan kedamaian di Aceh.
"Rundingan damai antara RI dan GAM itu inisiatif Pak JK. Bayangkan kita konfik 30 tahun lebih, berapa korbannnya, berapa banyak anggaran yang dikeluarkan negara untuk membiayai hal tersebut," paparnya.
"Memang pertemuan tersebut informal, tidak atas nama negara, kalau perjanjian untung, negara yg diuntungkan. Tetapi kalau rugi, Jusuf Kalla yang digantung. Dan itu semua dibiayai dari kantong pribadi Pak JK. Jadi para pihak yang tidak senang atau kebakaran jenggot tidak perlu membesarkan masalah ini. Ini fakta politik," pungkasnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono Bara Hasibuan menilai pernyataan capres Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) terkait siapa yang paling berjasa terhadap perjanjian damai Aceh yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia sebagai tindakan tidak etis.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
