Penjara Penuh Sesak, Malaysia Akan Deportasi Tahanan Asing
Selasa, 09/06/2009 11:55 WIB
AFP
Kuala Lumpur
Pemerintah Malaysia berencana mendeportasi para tahanan asing. Mereka akan diizinkan menjalani masa hukuman mereka di negara asal mereka. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya dan mengatasi penumpukan tahanan di penjara-penjara Malaysia.
Hal itu tertuang dalam rancangan amandemen hukum yang memungkinkan kesepakatan transfer tahanan ke negara-negara lain. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Malaysia Hishammuddin Hussein seperti dilansir kantor berita AFP , Selasa (9/6/2009).
Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengurangi penuh sesaknya tahanan di 30 penjara yang terdapat di Malaysia.
"Hingga Mei, 41 persen atau 15.279 dari 37.242 tahanan yang menjalani hukuman di penjara-penjara kami adalah warga asing," kata Hishammuddin pada koran New Straits Times .
Dengan perjanjian ini nantinya juga akan memungkinkan warga Malaysia yang dipenjara di luar negeri untuk kembali ke tanah air guna menjalani sisa hukumannya.
Kapasitas penjara di seluruh Malaysia saat ini hanya 32.200 tahanan. Belum lama ini pemerintah negeri jiran itu menyetujui pembangunan 16 penjara baru dengan kapasitas total 18.000 tahanan.
Malaysia sudah mulai memperkenalkan program pembebasan dini bagi para tahanan yang menunjukkan perilaku baik. Ini sebagai bagian dari rencana Malaysia untuk mengurangi biaya dan penumpukan tahanan di penjara.
Malaysia juga telah memperkenalkan alternatif hukuman non-penjara dan perintah kerja sosial untuk kasus-kasus pelanggaran hukum ringan.
(ita/nrl)
Hal itu tertuang dalam rancangan amandemen hukum yang memungkinkan kesepakatan transfer tahanan ke negara-negara lain. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Malaysia Malaysia Hishammuddin Hussein seperti dilansir kantor berita AFP , Selasa (9/6/2009).
Langkah tersebut merupakan upaya untuk mengurangi penuh sesaknya tahanan di 30 penjara yang terdapat di Malaysia.
"Hingga Mei, 41 persen atau 15.279 dari 37.242 tahanan yang menjalani hukuman di penjara-penjara kami adalah warga asing," kata Hishammuddin pada koran New Straits Times .
Dengan perjanjian ini nantinya juga akan memungkinkan warga Malaysia yang dipenjara di luar negeri untuk kembali ke tanah air guna menjalani sisa hukumannya.
Kapasitas penjara di seluruh Malaysia saat ini hanya 32.200 tahanan. Belum lama ini pemerintah negeri jiran itu menyetujui pembangunan 16 penjara baru dengan kapasitas total 18.000 tahanan.
Malaysia sudah mulai memperkenalkan program pembebasan dini bagi para tahanan yang menunjukkan perilaku baik. Ini sebagai bagian dari rencana Malaysia untuk mengurangi biaya dan penumpukan tahanan di penjara.
Malaysia juga telah memperkenalkan alternatif hukuman non-penjara dan perintah kerja sosial untuk kasus-kasus pelanggaran hukum ringan.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
