Senin, 08/06/2009 12:15 WIB

Sketsa Pemilu 2009

Perilaku Orang/Lembaga Survei (1)

Didik Supriyanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Hasil survei pemilih menjelang pemilu atau pilkada, sering menimbulkan kontroversi. Bukan lagi karena survei merupakan fenomena baru dalam dunia politik, tetapi lebih karena perilaku lembaga survei atau orang-orangnya.

Jika sepuluh tahun lalu (menjelang Pemilu 1999) atau lima tahun lalu (menjelang Pemilu 2004), publikasi hasil survei pemilih selalu menimbulkan kontroversi, saya menganggapnya, wajar saja. Saat itu kegiatan survei pemilih masih merupakan barang baru, sehingga banyak orang bingung dan salah mengerti.

Survei pemilih memang fenomena masyarakat terbuka. Selama 32 Orde Baru, kita tidak tahu preferensi pemilih menjelang pemilu-pemilu Orde Baru. Survei tak mungkin dilakukan, karena dilarang pemerintah. Beberapa lembaga berusaha melakukanya, namun hasilnya tidak pernah dipublikasikan.

Orde Baru tak mungkin mengizinkan survei, karena hal itu akan berpengaruh terhadap penilaian hasil pemilu. Apa jadinya, kalau hasil survei menunjukkan sebagian besar pemilih tidak menyukai Golkar, sementara pemilu sudah memastikan bahwa Golkar keluar sebagai pemenang?

Saya jadi ingat gerutu almarhum Prof. Dr. Riswanda Imawan, salah satu ilmuwan politik yang menekuni ilmu perilaku pemilih. "Ilmu saya tidak laku di sini. Bagaimana mau laku, sebelum pemilu, semua orang sudah tahu hasil pemilu. Bahkan sampai angka di belakang koma," kata dia pada awal 1990-an.

Tentu hal seperti itu tidak terjadi di negara-negara yang sudah berkembang demokrasinya. Di sini survei pemilih sudah diposisikan sebagai salah satu instrumen untuk mengukur kualitas pemilu.

Apabila dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah, hasil survei pemilih seharusnya paralel dengan hasil pemilu. Sebab, baik responden maupun pemilih sama-sama memiliki kebebasan mutlak saat menjawab pertanyaan survei atau saat memilih dalam bilik suara.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(diks/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%