Ramai 'Cari Simpati' Lewat Isu Populis
Kamis, 04/06/2009 06:24 WIB
Foto: Dok. keluarga
Jakarta
Beberapa hari terakhir, publik disugugi tontonan menarik. Para capres yang akan bertarung dalam Pilpres 2009 nanti saling 'berlaga' mengomentari isu-isu yang ramai dibicarakan. Mulai dari ketegangan di Blok Ambalat, drama Manohara, hingga penahanan terhadap Prita Mulyasari.
Dalam lawatannya ke Korea Selatan (Korsel) selama tiga hari, mulai 31 Mei hingga 2 Juni kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga capres dari Demokrat bicara panjang lebar soal Blok Ambalat. Menurut SBY, kedaulatan adalah harga mati. Langkah perang terhadap Malaysia juga bisa diambil. "Tapi itu langkah terakhir," kata SBY Selasa, 2 Mei lalu di Jeju Island, Korsel.
Tak lupa, SBY juga berbicara tentang model cantik Manohara, yang ternyata kisahnya juga diikuti mertua artis cantik Annisa Pohan tersebut. SBY meminta, agar kasus manohara ini diselesaikan secara baik-baik.
Belakangan, Soal Prita Mulyasari yang ditahan lantaran kirim curhat soal Rumah Sakit Omni International juga tak luput dari komentar SBY.
JK juga demikian. Seolah mempraktikkan slogan lebih cepat lebih baik, Ketua Umum Partai Golkar tersebut lebih duluan berkomentar soal Manohara dan Prita. Tak cuma sekadar bicara soal Manohara, capres asal Makassar tersebut malah ingin bertemu langsung dengan model cantik ini. "Pak JK memang ingin bertemu Manohara," kata juru bicara JK, Meutia Hafid kepada detikcom, Senin 1 Juni lalu.
Bahkan, soal Prita, JK secara terang-terangan meminta agar ibu dua anak tersebut segera dibebaskan karena cuma mengirimkan email keluhan saja. Dan ternyata, tak lama setelah komentar JK itu, status tahanan Prita berganti menjadi tahanan kota.
Bagaimana dengan Megawati? Sebagai satu-satunya capres perempuan, Mega seolah ingin menunjukkan simpatinya kepada sesama perempuan dengan mengunjungi LP Wanita Tangerang, tempat Prita ditahan selama beberapa minggu.
Bersama dengan putrinya, Puan Maharani, Mega menyempatkan diri bercakap-cakap agak lama dengan Prita, sekitar 30 menit. Kunjungan tersebut sebagai dukungan kepada Prita agar tabah menjalani cobaan. Dan, tak lama setelah Mega membesuk, Prita pun bisa menghirup udara segar di luar jeruji besi. Namun meski sesama perempuan, Mega tak berkomentar soal Manohara.
Dalam rapat terbatas soal Blok Ambalat kemarin, SBY meminta agar kasus Prita mendapatkan penyelesaian terbaik. Mengapa tidak sekaligus menyinggung isu Manohara agar strategi pencitraan SBY tak makin kalah set dibandingkan JK dan Mega?
"Itulah bedanya antara Jelita dengan Jelata," jawab Mensesneg Hatta Rajasa, ketua tim pemenangan nasional SBY-Boediono, dengan nada santai. (anw/her)
Dalam lawatannya ke Korea Selatan (Korsel) selama tiga hari, mulai 31 Mei hingga 2 Juni kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga capres dari Demokrat bicara panjang lebar soal Blok Ambalat. Menurut SBY, kedaulatan adalah harga mati. Langkah perang terhadap Malaysia juga bisa diambil. "Tapi itu langkah terakhir," kata SBY Selasa, 2 Mei lalu di Jeju Island, Korsel.
Tak lupa, SBY juga berbicara tentang model cantik Manohara, yang ternyata kisahnya juga diikuti mertua artis cantik Annisa Pohan tersebut. SBY meminta, agar kasus manohara ini diselesaikan secara baik-baik.
Belakangan, Soal Prita Mulyasari yang ditahan lantaran kirim curhat soal Rumah Sakit Omni International juga tak luput dari komentar SBY.
JK juga demikian. Seolah mempraktikkan slogan lebih cepat lebih baik, Ketua Umum Partai Golkar tersebut lebih duluan berkomentar soal Manohara dan Prita. Tak cuma sekadar bicara soal Manohara, capres asal Makassar tersebut malah ingin bertemu langsung dengan model cantik ini. "Pak JK memang ingin bertemu Manohara," kata juru bicara JK, Meutia Hafid kepada detikcom, Senin 1 Juni lalu.
Bahkan, soal Prita, JK secara terang-terangan meminta agar ibu dua anak tersebut segera dibebaskan karena cuma mengirimkan email keluhan saja. Dan ternyata, tak lama setelah komentar JK itu, status tahanan Prita berganti menjadi tahanan kota.
Bagaimana dengan Megawati? Sebagai satu-satunya capres perempuan, Mega seolah ingin menunjukkan simpatinya kepada sesama perempuan dengan mengunjungi LP Wanita Tangerang, tempat Prita ditahan selama beberapa minggu.
Bersama dengan putrinya, Puan Maharani, Mega menyempatkan diri bercakap-cakap agak lama dengan Prita, sekitar 30 menit. Kunjungan tersebut sebagai dukungan kepada Prita agar tabah menjalani cobaan. Dan, tak lama setelah Mega membesuk, Prita pun bisa menghirup udara segar di luar jeruji besi. Namun meski sesama perempuan, Mega tak berkomentar soal Manohara.
Dalam rapat terbatas soal Blok Ambalat kemarin, SBY meminta agar kasus Prita mendapatkan penyelesaian terbaik. Mengapa tidak sekaligus menyinggung isu Manohara agar strategi pencitraan SBY tak makin kalah set dibandingkan JK dan Mega?
"Itulah bedanya antara Jelita dengan Jelata," jawab Mensesneg Hatta Rajasa, ketua tim pemenangan nasional SBY-Boediono, dengan nada santai. (anw/her)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 18:07 WIB
Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,100.000
- Rp 2,792.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
