14 Nelayan Sumut Ditangkap Polisi Laut Malaysia
Kamis, 04/06/2009 00:22 WIB
Medan
Dalam dua bulan terakhir, sebanyak 15 nelayan Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap Polis Laut Diraja Malaysia karena dituduh melewati batas perairan. Hal ini membuat nelayan takut melaut.
Rustam, salah seorang nelayan menyatakan, Rabu (3/6/2009) penangkapan para nelayan membuat mereka tidak berani lagi melaut di sekitar perairan pantai timur Sumatera.
"Kalau ditangkap bisa susah," ujar Rustam di Brandan.
Disebutkan Rustam, penangkapan pertama terjadi pada Minggu (19/4/2009) lalu di lepas pantai Selat Malaka. Sekitar sepuluh jam pelayaran dari bibir pantai Pangkalan Brandan, Langkat.
Dalam penangkapan ini, polisi Malaysia menahan dua kapal nelayan Pangkalan Brandan dan mengamankan sepuluh awaknya karena dituduh melewati batas laut Indonesia. Tiga di antaranya adalah Dodi (25), Ilham dan Kamal Abbas (32).
Penangkapan kembali terjadi pada Jumat (29/5/2009) lalu. Polisi Malaysia kembali menangkap satu kapal nelayan Pangkalan Brandan dan mengamankan lima awaknya.
Dari seluruh nelayan yang ditangkap itu, Rustam merupakan satu-satunya yang dibebaskan tanpa dia ketahui alasannya. Rustam dipulangkan ke Indonesia lewat Pulau Penang, Malaysia. Sementara 14 awak kapal yang ditangkap telah menjalani persidangan di Malaysia, lima hari setelah penangkapan.
"Kami ditangkap di daerah perairan yang sering kami lewati. Kami pikir itu masih wilayah Indonesia," kata Rustam.
Sementara Linda, istri Kamal Abbas mengatakan, pihak keluarga terputus komunikasi dengan Kamal Abbas sejak peristiwa penangkapan 19 April 2009 lalu.
(rul/anw)
Rustam, salah seorang nelayan menyatakan, Rabu (3/6/2009) penangkapan para nelayan membuat mereka tidak berani lagi melaut di sekitar perairan pantai timur Sumatera.
"Kalau ditangkap bisa susah," ujar Rustam di Brandan.
Disebutkan Rustam, penangkapan pertama terjadi pada Minggu (19/4/2009) lalu di lepas pantai Selat Malaka. Sekitar sepuluh jam pelayaran dari bibir pantai Pangkalan Brandan, Langkat.
Dalam penangkapan ini, polisi Malaysia menahan dua kapal nelayan Pangkalan Brandan dan mengamankan sepuluh awaknya karena dituduh melewati batas laut Indonesia. Tiga di antaranya adalah Dodi (25), Ilham dan Kamal Abbas (32).
Penangkapan kembali terjadi pada Jumat (29/5/2009) lalu. Polisi Malaysia kembali menangkap satu kapal nelayan Pangkalan Brandan dan mengamankan lima awaknya.
Dari seluruh nelayan yang ditangkap itu, Rustam merupakan satu-satunya yang dibebaskan tanpa dia ketahui alasannya. Rustam dipulangkan ke Indonesia lewat Pulau Penang, Malaysia. Sementara 14 awak kapal yang ditangkap telah menjalani persidangan di Malaysia, lima hari setelah penangkapan.
"Kami ditangkap di daerah perairan yang sering kami lewati. Kami pikir itu masih wilayah Indonesia," kata Rustam.
Sementara Linda, istri Kamal Abbas mengatakan, pihak keluarga terputus komunikasi dengan Kamal Abbas sejak peristiwa penangkapan 19 April 2009 lalu.
(rul/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Kamis, 24/05/2012 00:22 WIB
Menlu: Pandangan Ekstrim Tantangan Bagi Perlindungan HAM RI
-
Rabu, 23/05/2012 23:20 WIB
Ari Sigit Hadirkan Kurator Sebagai Saksi Penggelapan
-
Rabu, 23/05/2012 23:01 WIB
Popularitas, Materi & Kekuasaan Tak Cukup untuk Jadi Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 02:13 WIB
Biadab! Pria Muda Perkosa & Bunuh Anak 4 Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Rabu, 23/05/2012 09:59 WIB
Inilah Sosok Pemangsa 19 Kambing yang Meresahkan Warga Banyumas
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
