Diduga Gunakan Cukai Palsu, Bea Cukai Denpasar Sita Ribuan Botol Miras
Rabu, 03/06/2009 13:56 WIB
dok detikcom
Denpasar
Bea dan Cukai Denpasar menyita ribuan botol minuman keras atau minuman beralkohol dari sejumlah restoran, bar dan hotel. Penyitaan ini dilakukan karena minuman-minuman tersebut diduga menggunakan cukai palsu.
Penyitaan tersebut dilakukan sejak Jumat 29 Mei lalu. Saat ini, ribuan botol minuman ilegal tersebut disimpan di kantor Bea dan Cukai Denpasar untuk dicek asli tidaknya pita cukai yang digunakan.
"Kita melakukan penyitaan karena ada dugaan banyak minuman beralkohol tanpa cukai yang beredar," kata kepala bidang penindakan dan penyidikan Bea dan Cukai Kanwil Denpasar, Heru Hariadi, di kantornya Jl Ngurah Rai, Kuta, Bali, Rabu (3/6/2009).
Menurut Heru, penggunaan cukai palsu ini berpotensi menimbulkan kerugian negara yang cukup besar. "Bayangkan, untuk satu botol whisky saja nilainya Rp 50 ribu. Jadi penyitaan ini agar pemasukan negara tidak hilang," ujar Heru.
Heru juga menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Bea dan Cukai Denpasar juga berniat melakukan penyelidikan hingga ke tingkat distributor.
"Semuanya masih dalam pemeriksaan. Nanti akan lanjut ke distributor," tutur Heru.
Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Fery Markus membenarkan adanya penyitaan minuman beralkohol yang diduga menggunakan cukai palsu. Minuman tersebut disita dari berbagai hotel seperti Bulgary, Grand Hyatt, Hard Rock dan Bountiqe.
"Tapi ini aneh, kami kan membelinya dari distribtor resmi yakni PT Sarinah selaku importir tunggal. Kita beli legal kenapa cukainya tidak legal?" ujar Fery.
Fery berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan bijak oleh pihak berwenang. Menurutnya, penyitaan yang dilakukan Bea Cukai membuat persediaan minuman beralkohol bagi wisatawan asing di kawasan wisata di Bali terbatas.
"Padahal permintaan saat ini sedang naik," kata Ferry.
Tak Terkait Arak Maut
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, menyatakan penyitaan ribuan botol minuman beralkohol tersebut tidak terkait kasus arah maut yang telah merenggut 23 nyawa warga Bali.
"Ini semata-mata karena dugaan cukai palsu. Tidak ada kaitannya dengan kasus itu (arak maut)," tegas Sugianyar.
(gds/djo)
Penyitaan tersebut dilakukan sejak Jumat 29 Mei lalu. Saat ini, ribuan botol minuman ilegal tersebut disimpan di kantor Bea dan Cukai Denpasar untuk dicek asli tidaknya pita cukai yang digunakan.
"Kita melakukan penyitaan karena ada dugaan banyak minuman beralkohol tanpa cukai yang beredar," kata kepala bidang penindakan dan penyidikan Bea dan Cukai Kanwil Denpasar, Heru Hariadi, di kantornya Jl Ngurah Rai, Kuta, Bali, Rabu (3/6/2009).
Menurut Heru, penggunaan cukai palsu ini berpotensi menimbulkan kerugian negara yang cukup besar. "Bayangkan, untuk satu botol whisky saja nilainya Rp 50 ribu. Jadi penyitaan ini agar pemasukan negara tidak hilang," ujar Heru.
Heru juga menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini. Bea dan Cukai Denpasar juga berniat melakukan penyelidikan hingga ke tingkat distributor.
"Semuanya masih dalam pemeriksaan. Nanti akan lanjut ke distributor," tutur Heru.
Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Fery Markus membenarkan adanya penyitaan minuman beralkohol yang diduga menggunakan cukai palsu. Minuman tersebut disita dari berbagai hotel seperti Bulgary, Grand Hyatt, Hard Rock dan Bountiqe.
"Tapi ini aneh, kami kan membelinya dari distribtor resmi yakni PT Sarinah selaku importir tunggal. Kita beli legal kenapa cukainya tidak legal?" ujar Fery.
Fery berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan bijak oleh pihak berwenang. Menurutnya, penyitaan yang dilakukan Bea Cukai membuat persediaan minuman beralkohol bagi wisatawan asing di kawasan wisata di Bali terbatas.
"Padahal permintaan saat ini sedang naik," kata Ferry.
Tak Terkait Arak Maut
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Gde Sugianyar, menyatakan penyitaan ribuan botol minuman beralkohol tersebut tidak terkait kasus arah maut yang telah merenggut 23 nyawa warga Bali.
"Ini semata-mata karena dugaan cukai palsu. Tidak ada kaitannya dengan kasus itu (arak maut)," tegas Sugianyar.
(gds/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:22 WIB
SBY Diyakini Akan Pegang Ucapannya, Ani Yudhoyono Tak Akan Maju 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
277 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
