DPR Tunda Putuskan Soal SBY, FPD Bantah Karena Risau
Rabu, 03/06/2009 11:31 WIB
Jakarta
Ketua FPD Syarief Hasan membantah penundaan pengambilan keputusan soal pengajuan hak menyatakan pendapat tentang kebijakan SBY sebagai kerisaun menjelang Pilpres. Usulan penundaan itu disampaikan semata-mata berdasarkan alasan mekasnisme yang tidak jelas.
"Penundaan itu bukan karena kami risau. Kami memilih menunda karena mekanismenya tidak jelas," kata Syarief kepada detikcom Rabu (3/6/2009).
Menurut Ketua DPP PD ini, secara formal usul hak mengajukan pendapat itu belum pernah dibahas di rapat badan musyawarah (bamus) DPR.
"Kok tiba-tiba muncul sebagai keputusan. Demokrat keberatan. Karena hal sangat substansi, jadi harus sesuai dengan prosedur yang berlaku," paparnya.
Karena alasan itulah, FPD menggalang kekuatan koalisi untuk bersama-sama meluruskan alasan penundaan itu sampai tanggal 23 Juni. Hal ini dimaksudkan agar masalah ini dapat dipersiapkan dengan baik.
"Masalah ini sangat substansi banget. Hak menyatakan pendapat kan merupakan penurunan hak interpelasi dan hak angket, mekanismenya harus sesuai," paparnya.
"Menurut hemat saya hal ini (hak) sangat berlebihan, karena untuk mengutarakan hak menyatakan pendapat harus menyatakan hak angket interpelasi. Tidak asal asbun. Hak angket sendiri belum ada kongkretnya, seharusnya tunggu dulu, jalan masih berliku," pungkasnya.
(yid/iy)
"Penundaan itu bukan karena kami risau. Kami memilih menunda karena mekanismenya tidak jelas," kata Syarief kepada detikcom Rabu (3/6/2009).
Menurut Ketua DPP PD ini, secara formal usul hak mengajukan pendapat itu belum pernah dibahas di rapat badan musyawarah (bamus) DPR.
"Kok tiba-tiba muncul sebagai keputusan. Demokrat keberatan. Karena hal sangat substansi, jadi harus sesuai dengan prosedur yang berlaku," paparnya.
Karena alasan itulah, FPD menggalang kekuatan koalisi untuk bersama-sama meluruskan alasan penundaan itu sampai tanggal 23 Juni. Hal ini dimaksudkan agar masalah ini dapat dipersiapkan dengan baik.
"Masalah ini sangat substansi banget. Hak menyatakan pendapat kan merupakan penurunan hak interpelasi dan hak angket, mekanismenya harus sesuai," paparnya.
"Menurut hemat saya hal ini (hak) sangat berlebihan, karena untuk mengutarakan hak menyatakan pendapat harus menyatakan hak angket interpelasi. Tidak asal asbun. Hak angket sendiri belum ada kongkretnya, seharusnya tunggu dulu, jalan masih berliku," pungkasnya.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
218 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
