Tim Sukses Mega-Prabowo
Strategi Gerilya Lawan Operasi Intelijen
Selasa, 02/06/2009 20:48 WIB
Jakarta
M Yasin akhir-akhir ini sungguh sibuk. Kelompok massa silih berganti menemui anggota tim sukses Mega-Prabowo tersebut. Sang jenderal memang ditunjuk sebagai koordinator penggalangan massa.
Dipilihnya Yasin sebagai koordinator penggalangan massa lantaran ia pernah masuk dalam tim sukses SBY di pilpres 2004. Dia dianggap menguasai lapangan, terutama di tingkat akar rumput.
"Sejak pilpres 2004 hingga sekarang saya tahu nama Yasin dan saya juga tahu gerakannya. Tapi baru saat ini saya bisa bertemu," begitu kata Mega saat bertemu Yasin di Rakernas Partai Gerindra, pekan lalu.
Pasangan Mega-Prabowo sengaja menempatkan Yasin di garda terdepan di perebutan kursi presiden dan wakil presiden karena pengalamannya ikut memenangkan SBY-JK di Pilpres
2004.
Saat ditemui detikcom, Jasin enggan memberikan strategi yang akan dilakukan terkait pemenangan Mega.
Hanya saja, kata dia, medan pertempuran di Pilpres kali ini agak berbeda dengan Pilpres 2004. "Untuk menjaring massa saat ini unsur money politics akan sangat kuat. Ini merupakan imbas dari pilkada yang selalu menggunakan serangan fajar dengan bagi-bagi uang. Tantangan seperti ini yang paling berat," aku Yasin.
Yasin sepakat dengan anggapan sejumlah pihak yang menyebutkan, dalam Pileg April lalu, terjadi 'operasi senyap' yang mempengaruhi pilihan masyarakat dan beberapa kecurangan.
"Operasi senyap bukan isapan jempol. Kisruh DPT dan serangan fajar merupakan strategi yang mereka gunakan," jelasnya.
Untuk mengantisipasinya, Jasin mengaku telah membentuk jejaring relawan di sejumlah daerah. Mereka terdiri dari kelompok-kelompok kecil massa namun tersebar merata hingga ke kampung-kampung.
Dengan pola gerilya seperti ini, urai Jasin, jauh lebih efektif menghadapi operasi senyap yang dilakukan pasangan lain. Selain itu akan sangat membantu dalam meraih dukungan masyarakat.
Namun untuk detailnya Jasin enggan menjelaskan. "Janganlah soal strategi nggak bisa diungkapkan. Nanti terbaca lawan," katanya singkat.
Saat ini di barisan pendukung Mega-Prabowo terdapat beberapa relawan yang siap memenangkan pasangan tersebut di Pilpres. Mereka antara lain Pandu Prabowo, Poros Ampresa, Brigade Masjid serta Barindo Raya.
Pandu Prabowo bertugas menyasar dukungan dari kalangan aktivis mahasiswa, ormas, organisasi pemuda, serta anggota-anggota partai lain.
Adapun Brigade Masjid akan menggarap masyarakat atau kelompok-kelompok Islam. Sementara Barindo Raya akan mengambil segmen tokoh-tokoh masyarakat.
Sekretaris Tim Sukses Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto mengatakan, meskipun banyak kelompok relawan dibentuk, namun semuanya satu komando. Tidak seperti relawan yang ada di pasangan SBY-Boediono maupun JK-Wiranto.
"Kalau relawan yang ada di pasangan lain bergerak secara mandiri tanpa koordinasi tim sukses resmi. Kalau di Mega-Prabowo semuanya harus satu komando dan terdaftar di
KPU," jelasnya.
Untuk urusan lapangan, para relawan tersebut berkoordinasi dengan Jasin. Setelah itu, Jasin melaporkannya ke Theo Sayafe'i, Ketua Timses nasional untuk dilanjutkan dalam rapat internal tim sukses bersama Mega dan Prabowo.
Sama seperti tim sukses pasangan lainnnya, Mega-Prabowo juga diperkuat sejumlah purnawirawan. Selain Letjen Purn M Yasin, ada mantan Komandan Korps Marinir Letjen
Marinir Purn Suharto, Mayjen TNI Purn Adang Ruchiatna, dan mantan Deputi BIN Muhdi PR yang tercatat sebagai tim sukses nasional Mega-Prabowo.
"Tapi itu nama-nama yang resmi yang didaftar di KPU. Kalau yang tidak didaftar lumayan banyak," kata Budi Mulyawan dari relawan Pandu Prabowo
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Dipilihnya Yasin sebagai koordinator penggalangan massa lantaran ia pernah masuk dalam tim sukses SBY di pilpres 2004. Dia dianggap menguasai lapangan, terutama di tingkat akar rumput.
"Sejak pilpres 2004 hingga sekarang saya tahu nama Yasin dan saya juga tahu gerakannya. Tapi baru saat ini saya bisa bertemu," begitu kata Mega saat bertemu Yasin di Rakernas Partai Gerindra, pekan lalu.
Pasangan Mega-Prabowo sengaja menempatkan Yasin di garda terdepan di perebutan kursi presiden dan wakil presiden karena pengalamannya ikut memenangkan SBY-JK di Pilpres
2004.
Saat ditemui detikcom, Jasin enggan memberikan strategi yang akan dilakukan terkait pemenangan Mega.
Hanya saja, kata dia, medan pertempuran di Pilpres kali ini agak berbeda dengan Pilpres 2004. "Untuk menjaring massa saat ini unsur money politics akan sangat kuat. Ini merupakan imbas dari pilkada yang selalu menggunakan serangan fajar dengan bagi-bagi uang. Tantangan seperti ini yang paling berat," aku Yasin.
Yasin sepakat dengan anggapan sejumlah pihak yang menyebutkan, dalam Pileg April lalu, terjadi 'operasi senyap' yang mempengaruhi pilihan masyarakat dan beberapa kecurangan.
"Operasi senyap bukan isapan jempol. Kisruh DPT dan serangan fajar merupakan strategi yang mereka gunakan," jelasnya.
Untuk mengantisipasinya, Jasin mengaku telah membentuk jejaring relawan di sejumlah daerah. Mereka terdiri dari kelompok-kelompok kecil massa namun tersebar merata hingga ke kampung-kampung.
Dengan pola gerilya seperti ini, urai Jasin, jauh lebih efektif menghadapi operasi senyap yang dilakukan pasangan lain. Selain itu akan sangat membantu dalam meraih dukungan masyarakat.
Namun untuk detailnya Jasin enggan menjelaskan. "Janganlah soal strategi nggak bisa diungkapkan. Nanti terbaca lawan," katanya singkat.
Saat ini di barisan pendukung Mega-Prabowo terdapat beberapa relawan yang siap memenangkan pasangan tersebut di Pilpres. Mereka antara lain Pandu Prabowo, Poros Ampresa, Brigade Masjid serta Barindo Raya.
Pandu Prabowo bertugas menyasar dukungan dari kalangan aktivis mahasiswa, ormas, organisasi pemuda, serta anggota-anggota partai lain.
Adapun Brigade Masjid akan menggarap masyarakat atau kelompok-kelompok Islam. Sementara Barindo Raya akan mengambil segmen tokoh-tokoh masyarakat.
Sekretaris Tim Sukses Nasional Mega-Prabowo, Hasto Kristianto mengatakan, meskipun banyak kelompok relawan dibentuk, namun semuanya satu komando. Tidak seperti relawan yang ada di pasangan SBY-Boediono maupun JK-Wiranto.
"Kalau relawan yang ada di pasangan lain bergerak secara mandiri tanpa koordinasi tim sukses resmi. Kalau di Mega-Prabowo semuanya harus satu komando dan terdaftar di
KPU," jelasnya.
Untuk urusan lapangan, para relawan tersebut berkoordinasi dengan Jasin. Setelah itu, Jasin melaporkannya ke Theo Sayafe'i, Ketua Timses nasional untuk dilanjutkan dalam rapat internal tim sukses bersama Mega dan Prabowo.
Sama seperti tim sukses pasangan lainnnya, Mega-Prabowo juga diperkuat sejumlah purnawirawan. Selain Letjen Purn M Yasin, ada mantan Komandan Korps Marinir Letjen
Marinir Purn Suharto, Mayjen TNI Purn Adang Ruchiatna, dan mantan Deputi BIN Muhdi PR yang tercatat sebagai tim sukses nasional Mega-Prabowo.
"Tapi itu nama-nama yang resmi yang didaftar di KPU. Kalau yang tidak didaftar lumayan banyak," kata Budi Mulyawan dari relawan Pandu Prabowo
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
