Tangis Si Papa di Tempat Pembuangan Sampah Gandaria
Senin, 01/06/2009 15:07 WIB
2 Anak Madirah (Foto: Andi/detikcom)
Jakarta
Suara doa melantun dari ujung gang rumah lapak di Jalan Rambutan, Gandaria,
Jakarta Selatan. Kawasan tumpukan sampah yang seluas lapangan bola itu pun
menjadi saksi Madirah (36), tukang sortir sampah berjuang melawan himpitan
ekonomi selama hidup hingga akhir hayatnya.
"Tadi pagi dia (Madirah) masih ngopi dan ngobrol bersama tetangga," kata Sulastri (32) tetangga Madirah kepada detikcom di tempat pembuangan sampah (TPS) Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2009).
Derita Madirah yang asli Cirebon ini tak melulu masalah ekonomi. Di rumah lapak seluas 3 x 3 meter ini dia juga harus menjadi ibu bagi kedua anaknya, Yanto (10) dan Ian (8) yang terus meneteskan air mata.
"Saat tadi siang sekitar jam 11.00 WIB digedor pintunya, tak ada sahutan. Lalu kami dobrak dan dia sudah meninggal dengan badan telentang," lanjutnya.
Ibu kedua anak tersebut, Satiah menghembuskan napas di Arab Saudi, 10 tahun lalu. Kini Yanto dan Ian sekolah di SD Nurul Hidayah, Jalan Haji Jian, Cipete, Jakarta Selatan, kelas 4 dan kelas 3 SD.
"Tidak tahu nantinya bagaimana," ujar Yanto sambil menerawang kosong.
Tak jauh beda dengan Ian. Mengenakan baju koko dan kopiah putih, dia terus
meneteskan air mata. Di bawah atap rumah petak yang pengap, belasan tetangga berkumpul mengerubung. Beberapa lainnya membaca surat Yaasin. Sementara yang lain mencari truk guna membawa jenazah pulang ke Cirebon.
"Mungkin ikut pulang ke Cirebon," ujar Ian menahan tangis.
(asp/nwk)
Jakarta Selatan. Kawasan tumpukan sampah yang seluas lapangan bola itu pun
menjadi saksi Madirah (36), tukang sortir sampah berjuang melawan himpitan
ekonomi selama hidup hingga akhir hayatnya.
"Tadi pagi dia (Madirah) masih ngopi dan ngobrol bersama tetangga," kata Sulastri (32) tetangga Madirah kepada detikcom di tempat pembuangan sampah (TPS) Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2009).
Derita Madirah yang asli Cirebon ini tak melulu masalah ekonomi. Di rumah lapak seluas 3 x 3 meter ini dia juga harus menjadi ibu bagi kedua anaknya, Yanto (10) dan Ian (8) yang terus meneteskan air mata.
"Saat tadi siang sekitar jam 11.00 WIB digedor pintunya, tak ada sahutan. Lalu kami dobrak dan dia sudah meninggal dengan badan telentang," lanjutnya.
Ibu kedua anak tersebut, Satiah menghembuskan napas di Arab Saudi, 10 tahun lalu. Kini Yanto dan Ian sekolah di SD Nurul Hidayah, Jalan Haji Jian, Cipete, Jakarta Selatan, kelas 4 dan kelas 3 SD.
"Tidak tahu nantinya bagaimana," ujar Yanto sambil menerawang kosong.
Tak jauh beda dengan Ian. Mengenakan baju koko dan kopiah putih, dia terus
meneteskan air mata. Di bawah atap rumah petak yang pengap, belasan tetangga berkumpul mengerubung. Beberapa lainnya membaca surat Yaasin. Sementara yang lain mencari truk guna membawa jenazah pulang ke Cirebon.
"Mungkin ikut pulang ke Cirebon," ujar Ian menahan tangis.
(asp/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
