Utusan DPR Temui Pejabat Malaysia Tanya Soal Ambalat
Jumat, 29/05/2009 15:03 WIB
Jakarta
Masuknya kapal perang Malaysia ke perairan Ambalat di Kalimantan Timur diseriusi DPR. Rencananya lembaga wakil rakyat ini akan mengirim utusan ke negari jiran itu mempertanyakan soal blok Ambalat.
"Delegasi beranggotakan tiga sampai lima orang dan ditargetkan bertemu dengan Menhan, Menlu, Ketua Parlemen, dan juga Perdana Menteri Malaysia," kata Wakil Ketua Komisi I (Komisi Pertahanan) DPR Yusron Ihza Mahendra dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (29/5/2009).
Yusron yang juga ketua rombongan menjelaskan, pokok masalah yang akan dibahas yaitu masalah Blok Ambalat yang kembali memanas sehubungan dengan klaim Malaysia atas wilayah itu.
"Dengan adanya misi DPR, secara diplomatis hal ini diharapkan akan mencerminkan isyarat bahwa persoalan Blok Ambalat bukan hanya persoalan pemerintah Malaysia dengan pemerintah Indonesia, melainkan juga persoalan Malaysia dengan rakyat Indonesia secara keseluruhan," urainya.
Langkah DPR dengan menjalankan 'diplomasi lini kedua' bukan merupakan yang pertama kalinya. Beberapa tahun lalu, Komisi I DPR juga mengirim misi khusus ke Australia sehubungan dengan masalah suaka terhadap para pelintas batas.
"Diplomasi lini kedua oleh DPR yang biasa pula disebut sebagai 'parliamentary diplomacy' seperti itu terbukti efektif. John Howard (PM Australia waktu itu) memberikan respons yang amat positif, termasuk berjanji kepada rakyat Indonesia untuk tidak memberikan lagi suaka serupa," tutupnya.
(ndr/nrl)
"Delegasi beranggotakan tiga sampai lima orang dan ditargetkan bertemu dengan Menhan, Menlu, Ketua Parlemen, dan juga Perdana Menteri Malaysia," kata Wakil Ketua Komisi I (Komisi Pertahanan) DPR Yusron Ihza Mahendra dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Jumat (29/5/2009).
Yusron yang juga ketua rombongan menjelaskan, pokok masalah yang akan dibahas yaitu masalah Blok Ambalat yang kembali memanas sehubungan dengan klaim Malaysia atas wilayah itu.
"Dengan adanya misi DPR, secara diplomatis hal ini diharapkan akan mencerminkan isyarat bahwa persoalan Blok Ambalat bukan hanya persoalan pemerintah Malaysia dengan pemerintah Indonesia, melainkan juga persoalan Malaysia dengan rakyat Indonesia secara keseluruhan," urainya.
Langkah DPR dengan menjalankan 'diplomasi lini kedua' bukan merupakan yang pertama kalinya. Beberapa tahun lalu, Komisi I DPR juga mengirim misi khusus ke Australia sehubungan dengan masalah suaka terhadap para pelintas batas.
"Diplomasi lini kedua oleh DPR yang biasa pula disebut sebagai 'parliamentary diplomacy' seperti itu terbukti efektif. John Howard (PM Australia waktu itu) memberikan respons yang amat positif, termasuk berjanji kepada rakyat Indonesia untuk tidak memberikan lagi suaka serupa," tutupnya.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
