Detik.com News
Detik.com
Jumat, 29/05/2009 13:55 WIB

Polisi Selidiki Penyekapan Gadis ABG di Puncak

Indra Subagja - detikNews
Polisi Selidiki Penyekapan Gadis ABG di Puncak Foto: Ilustrasi
Jakarta - Polisi terus menyelidiki kasus penculikan siswi kelas 1 SMP berinisial G (12) di kawasan Puncak, Cipanas. Polisi tengah merangkai kronologi kasus kejahatan itu selama 4 hari tersebut.

"Kita mengecek benar atau tidak, kemudian kronologinya seperti apa," kata Wakasat Reskrim Kabupaten Tangerang AKP Sunaryo saat dihubungi melalui telepon, Jumat (29/5/2009).

Kasus ini ditangani Polsek Kepala Dua, Serpong, sedangkan Polres hanya membantu melakukan penyidikan.

"Jadi kita mem-back up saja," tambahnya.

Pada Minggu 24 Mei, G diculik orang tidak dikenal dan dimasukkan ke dalam mobil. Kemudian dia disekap di kawasan Puncak selama 4 hari hingga akhirnya penyekapnya lalai sehingga dia bisa mengontak keluarganya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%