Pimpinan Eksekutif Airbus Diinterogasi Kepolisian Prancis
Jumat, 29/05/2009 03:25 WIB
Paris
Pimpinan eksekutif Airbus, German Thomas Enders diinterogasi oleh pihak Kepolisian Prancis. Ini terkait dengan dugaan korupsi di induk perusahaan pembuat pesawat tersebut, Extended Air Defense Systems atau EADS.
Enders dan 17 mantan petinggi EADS lainnya dicurigai terlibat dalam transaksi perdagangan ilegal oleh orang-orang dalam perusahaan yang dilakukan antara tahun 2005 dan 2006.
Tetapi, seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2009) Enders yang sempat menjadi wakil presiden EADS pada Juni 2006 tidak juga dituntut maupun ditahan usai diinterogasi oleh polisi pada 20 Mei pekan lalu.
Menurut Autorit des Marchs Financiers (AMF), pengatur pasar finansial Perancis, Enders telah menjual sekitar 50 ribu saham milik perusahaan Penerbangan Pertahanan dan Luar Angkasa Eropa (European Aeronautic Defence and Space Company) pada 2005.
Hal itu diduga demi keuntungan pre-tax senilai lebih dari 700 ribu EURO atau setara dengan US$ 970 ribu.
Akibat penjualan ilegal tersebut produksi pesawat superjumbo Airbus A380 sempat ditunda, sehingga beberapa perusahaan penerbangan yang menjadi pelanggan dan telah memesan pesawat tersebut mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Tahun lalu, Enders mengatakan bahwa penjualan tersebut hanya merupakan "show trial".
Tetapi berdasarkan website majalah berita Perancis, Le Nouvel Observateur, pemeriksaan Enders yang digelar minggu lalu menjadi pertanda bahwa penyelidikan kasus korupsi mulai mendekati penyelesaian.
(nvc/irw)
Enders dan 17 mantan petinggi EADS lainnya dicurigai terlibat dalam transaksi perdagangan ilegal oleh orang-orang dalam perusahaan yang dilakukan antara tahun 2005 dan 2006.
Tetapi, seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2009) Enders yang sempat menjadi wakil presiden EADS pada Juni 2006 tidak juga dituntut maupun ditahan usai diinterogasi oleh polisi pada 20 Mei pekan lalu.
Menurut Autorit des Marchs Financiers (AMF), pengatur pasar finansial Perancis, Enders telah menjual sekitar 50 ribu saham milik perusahaan Penerbangan Pertahanan dan Luar Angkasa Eropa (European Aeronautic Defence and Space Company) pada 2005.
Hal itu diduga demi keuntungan pre-tax senilai lebih dari 700 ribu EURO atau setara dengan US$ 970 ribu.
Akibat penjualan ilegal tersebut produksi pesawat superjumbo Airbus A380 sempat ditunda, sehingga beberapa perusahaan penerbangan yang menjadi pelanggan dan telah memesan pesawat tersebut mengalami kerugian yang tidak sedikit.
Tahun lalu, Enders mengatakan bahwa penjualan tersebut hanya merupakan "show trial".
Tetapi berdasarkan website majalah berita Perancis, Le Nouvel Observateur, pemeriksaan Enders yang digelar minggu lalu menjadi pertanda bahwa penyelidikan kasus korupsi mulai mendekati penyelesaian.
(nvc/irw)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
