Bank Mandiri Cabang Jelambar Bobol
Direktur PT SDM, HB Ditahan
Kamis, 28/05/2009 16:07 WIB
Jakarta
Penyidik Satuan Fiskal Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menahan satu tersangka lagi terkait kasus pembobolan rekening Pemkab Aceh Utara di Bank Mandiri KCP Jelambar, Jakarta Barat. Tersangka berinisial HB, Direktur PT SDM.
"Terhadap HB (Direktur PT SDM), akhirnya Rabu 27 Mei kemarin, penyidik menahan HB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Chryshnanda kepada wartawan, Kamis (28/5/2009).
HB ditahan karena terbukti menerima aliran dana dari tersangka berinisial LIS sebesar Rp 100 miliar. Dari tangan HB polisi menyita barang bukti berupa beberapa rekening milik HB yang berisi Rp 67,8 Juta.
HB dijerat dengan pasal berlapis, yaitu melanggar UU Korupsi, UU Pencucian Uang dan Pasal 372 KUHP jo 55/56 KUHP. Dengan ditahannya HB, kini jumlah tersangka dalam kasus tersebut menjadi 4 tersangka.
Sebelumnya, polisi telah menahan 3 tersangka yakni Kepala Cabang Mandiri Jelambar, Cahyono S, pengusaha asal Aceh Utara, Lista dan Ketua Kadin Daerah Aceh Utara, Basri Yusuf. Polisi juga telah menyita dana sebesar Rp 97,1 miliar dari beberapa rekening para tersangka.
Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari 5 saksi terkait kaus itu. Pembobolan dana Pemkab Aceh Utara di Bank Mandiri KCP Jelambar bermula dari Sol (Anggota Kadin Pusat Jakarta) dari Aceh menghubungi Basri (Ketua Kadin Aceh Utara) yang menawarkan keuntungan dengan bunga deposito lebih besar dari Bank Mandiri Aceh yakni 10,2 persen jika menyimpan dana di Bank Mandiri KCP Jelambar.
Kemudian Basri memberitahu Wakil Bupati Aceh Utara tentang info tersebut. Wakil Bupati kemudian meneruskan informasi tersebut ke Bupati Aceh Utara. Bupati kemudian percaya sehingga mengeluarkan Cek senilai Rp 220 miliar dan diserahkan kepada Wakil Bupati untuk di depositokan di Bank Mandiri KCP Jelambar, Jakarta Barat. Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh Pemkab Aceh Utara di Bank Muamalat Jakarta.
Setelah itu Wabup bersama dengan Basri Yusuf dan Yun datang ke Jakarta dan bertemu dengan SOL dan timnya antara lain Lista untuk membicarakan rencana penempatan dana tersebut di Bank Mandiri KCP Jelambar. Selanjutnya mereka dibawa ke bank Mandiri KCP Jelambar Jakarta bertemu dengan Cahyono, Kepala
Bank Mandiri KCP Jelambar.
Sewaktu dilakukan pencairan Cheque tersebut hanya Rp 200 miliar yang dideposito selama 3 bulan, sedangkan yang Rp 20 miliar tidak didepositokan, melainkan dicairkan secara tunai. Untuk mengelabui Pemkab Aceh Utara, Cahyono bersama dengan Lista menerbitkan Bilyet Giro palsu.
(mei/ndr)
"Terhadap HB (Direktur PT SDM), akhirnya Rabu 27 Mei kemarin, penyidik menahan HB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Chryshnanda kepada wartawan, Kamis (28/5/2009).
HB ditahan karena terbukti menerima aliran dana dari tersangka berinisial LIS sebesar Rp 100 miliar. Dari tangan HB polisi menyita barang bukti berupa beberapa rekening milik HB yang berisi Rp 67,8 Juta.
HB dijerat dengan pasal berlapis, yaitu melanggar UU Korupsi, UU Pencucian Uang dan Pasal 372 KUHP jo 55/56 KUHP. Dengan ditahannya HB, kini jumlah tersangka dalam kasus tersebut menjadi 4 tersangka.
Sebelumnya, polisi telah menahan 3 tersangka yakni Kepala Cabang Mandiri Jelambar, Cahyono S, pengusaha asal Aceh Utara, Lista dan Ketua Kadin Daerah Aceh Utara, Basri Yusuf. Polisi juga telah menyita dana sebesar Rp 97,1 miliar dari beberapa rekening para tersangka.
Selain itu, penyidik juga telah meminta keterangan dari 5 saksi terkait kaus itu. Pembobolan dana Pemkab Aceh Utara di Bank Mandiri KCP Jelambar bermula dari Sol (Anggota Kadin Pusat Jakarta) dari Aceh menghubungi Basri (Ketua Kadin Aceh Utara) yang menawarkan keuntungan dengan bunga deposito lebih besar dari Bank Mandiri Aceh yakni 10,2 persen jika menyimpan dana di Bank Mandiri KCP Jelambar.
Kemudian Basri memberitahu Wakil Bupati Aceh Utara tentang info tersebut. Wakil Bupati kemudian meneruskan informasi tersebut ke Bupati Aceh Utara. Bupati kemudian percaya sehingga mengeluarkan Cek senilai Rp 220 miliar dan diserahkan kepada Wakil Bupati untuk di depositokan di Bank Mandiri KCP Jelambar, Jakarta Barat. Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh Pemkab Aceh Utara di Bank Muamalat Jakarta.
Setelah itu Wabup bersama dengan Basri Yusuf dan Yun datang ke Jakarta dan bertemu dengan SOL dan timnya antara lain Lista untuk membicarakan rencana penempatan dana tersebut di Bank Mandiri KCP Jelambar. Selanjutnya mereka dibawa ke bank Mandiri KCP Jelambar Jakarta bertemu dengan Cahyono, Kepala
Bank Mandiri KCP Jelambar.
Sewaktu dilakukan pencairan Cheque tersebut hanya Rp 200 miliar yang dideposito selama 3 bulan, sedangkan yang Rp 20 miliar tidak didepositokan, melainkan dicairkan secara tunai. Untuk mengelabui Pemkab Aceh Utara, Cahyono bersama dengan Lista menerbitkan Bilyet Giro palsu.
(mei/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 10:00 WIB
5 Tersangka Ikuti Rekonstruksi Pembunuhan Kelasi Arifin
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
Sabtu, 26/05/2012 08:25 WIB
Pencatutan Nama Ketua KPK oleh Timses Jokowi Jelas Langgar Kode Etik
-
Sabtu, 26/05/2012 08:12 WIB
Menelusuri Dugaan Duit Negara di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 09:01 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Dalami Satu per Satu Kelompok di Hambalang
-
Sabtu, 26/05/2012 10:04 WIB
Polisi Buat Sketsa Pencuri Motor yang Tembak Mati 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 08:51 WIB
Hadiri Konferensi Nigeria, Din Ingatkan Pentingnya Toleransi Beragama
-
277 Komentar
-
244 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
