Muladi: Posisi Indonesia Atas Ambalat Kuat
Rabu, 27/05/2009 16:30 WIB
Jakarta
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi menilai posisi Indonesia di perairan Ambalat, Kalimantan Timur sangat kuat dibanding Malaysia. Indonesia yang kali pertama mengokupasi (penguasaan wilayah) secara aktif di wilayah itu.
"Posisi kita di Ambalat lebih kuat, karena lebih dahulu melakukan okupasi aktif. Berbeda dengan kasus Pulau Sipadan dan Ligitan yang sebelumya. Kita telah proaktif dengan membangun pos perbatasan dan kapal perang," kata Muladi usai Round Table Peningkatan Pengamanan Wilayah Maritim Guna Mencegah Ancaman Asimetrik di Wilayah Laut NKRI, di kantorya Jl Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
Menurut Muladi, berdasarkan ASEAN Charter dalam mempertahankan integritas teritorial tidak boleh menggunakan kekuatan fisik tapi melalui cara-cara damai dan diplomasi.
"Kekerasan harus sangat dihindari, tapi adanya konflik kecil-kecilan wajar terjadi di lapangan," jelasnya.
Meski posisi Indonesia kuat, lanjut Muladi, bila kasus Ambalat sampai dibawa ke jalur hukum dan Mahkamah Internasional, Indonesia harus siap.
"Indonesia harus menyiapkan diri, jangan terdadak. Gunakan pengacara asing dan dalam negeri yang berpengalaman dalam pengadilan internasional. Melihat keadaan sekarang, ada kemungkinan ke arah Mahkamah Internasional, kalau terjadi perselisihan akan mengerucut ke situ," tegasnya.
Oleh sebab itu, Muladi menambahkan, pendekatan diplomasi harus dilakukan dan beri peringatan kepada malaysia bila ada pelanggaran wiayah.
"Secara efek tanggal kita harus mengirim lagi kapal ke sana. Ini perpaduan antara diplomasi dan kekuatan itu paling efektif. Perang itu kan langkah terakhir," pungkasnya.
(zal/ndr)
"Posisi kita di Ambalat lebih kuat, karena lebih dahulu melakukan okupasi aktif. Berbeda dengan kasus Pulau Sipadan dan Ligitan yang sebelumya. Kita telah proaktif dengan membangun pos perbatasan dan kapal perang," kata Muladi usai Round Table Peningkatan Pengamanan Wilayah Maritim Guna Mencegah Ancaman Asimetrik di Wilayah Laut NKRI, di kantorya Jl Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (27/5/2009).
Menurut Muladi, berdasarkan ASEAN Charter dalam mempertahankan integritas teritorial tidak boleh menggunakan kekuatan fisik tapi melalui cara-cara damai dan diplomasi.
"Kekerasan harus sangat dihindari, tapi adanya konflik kecil-kecilan wajar terjadi di lapangan," jelasnya.
Meski posisi Indonesia kuat, lanjut Muladi, bila kasus Ambalat sampai dibawa ke jalur hukum dan Mahkamah Internasional, Indonesia harus siap.
"Indonesia harus menyiapkan diri, jangan terdadak. Gunakan pengacara asing dan dalam negeri yang berpengalaman dalam pengadilan internasional. Melihat keadaan sekarang, ada kemungkinan ke arah Mahkamah Internasional, kalau terjadi perselisihan akan mengerucut ke situ," tegasnya.
Oleh sebab itu, Muladi menambahkan, pendekatan diplomasi harus dilakukan dan beri peringatan kepada malaysia bila ada pelanggaran wiayah.
"Secara efek tanggal kita harus mengirim lagi kapal ke sana. Ini perpaduan antara diplomasi dan kekuatan itu paling efektif. Perang itu kan langkah terakhir," pungkasnya.
(zal/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Kamis, 24/05/2012 00:22 WIB
Menlu: Pandangan Ekstrim Tantangan Bagi Perlindungan HAM RI
-
Rabu, 23/05/2012 23:20 WIB
Ari Sigit Hadirkan Kurator Sebagai Saksi Penggelapan
-
Rabu, 23/05/2012 23:01 WIB
Popularitas, Materi & Kekuasaan Tak Cukup untuk Jadi Anggota DPR
-
Rabu, 23/05/2012 22:30 WIB
Wasekjen PKS: Konser Lady Gaga Lebih Besar Mudharat Daripada Manfaatnya
-
Kamis, 24/05/2012 02:13 WIB
Biadab! Pria Muda Perkosa & Bunuh Anak 4 Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Rabu, 23/05/2012 09:59 WIB
Inilah Sosok Pemangsa 19 Kambing yang Meresahkan Warga Banyumas
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
