Sidang Koroner Kematian David
David & Prof Chan Sempat Berebut Pisau
Rabu, 27/05/2009 10:04 WIB
Straits Times
Singapura
Pakar forensik Singapura Lim Chin Chin memberikan kesaksian penting dalam sidang pengadilan koroner atas kematian David Hartanto Widjaja, mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) asal Indonesia.
Dengan foto-foto yang keseluruhan berjumlah 120 foto, Lim mencoba membuat kemungkinan skenario peristiwa maut yang menimpa David pada 2 Maret lalu.
Dikatakan Lim, pada hari naas itu, David ditemukan tewas setelah jatuh empat lantai dari sebuah jembatan penghubung di kampus NTU. Beberapa menit sebelumnya, David terlihat berlari dari kantor Profesor Chan Kap Luk, pembimbing skripsinya, setelah diduga terlibat perebutan pisau dengan Prof Chan.
Demikian disampaikan Lim dalam persidangan yang digelar Selasa, 26 Mei kemarin seperti dilansir harian Singapura, The Straits Times, Rabu (27/5/2009).
Kesimpulan Lim tersebut selain didasarkan pada foto-foto, juga berdasarkan dua kali kunjungan Lim ke kampus NTU serta informasi dari kepolisian.
Lim juga mengatakan, nyaris semua bercak darah yang ditemukan di ruangan kantor Profesor Chan adalah milik David. Itu termasuk bercak darah yang ditemukan pada dinding di atas monitor komputer. Dalam kejadian 2 Maret lalu, Prof Chan diberitakan sedang duduk di depan komputer saat dirinya ditikam oleh David.
Menurut Lim, bercak darah pada dinding itu menunjukkan gerakan lengan dari suatu tempat di atas monitor komputer yang mana darah berasal dari luka atau dari sebuah benda yang berlumuran darah.
Ditambahkan Lim, darah Prof Chan cuma terdeteksi pada lantai dekat meja komputer. Sedangkan darah pada sejumlah dokumen dekat pintu kantor Prof Chan juga dipastikan milik David.
Selain Lim, pakar forensik senior Singapura Dr Christopher Syn juga turut memberikan kesaksian dalam persidangan di Singapura yang digelar pada Selasa, 26 Mei kemarin.
Dikatakan Dr Syn, cuma darah David yang ditemukan pada pegangan pisau. Sedangkan pada mata pisau yang patah saat terjadi perebutan pisau, terdapat campuran darah David dan Prof Chan.
Sidang pengadilan koroner ini akan dilanjutkan kembali pada 17 Juni mendatang. Pengadilan koroner merupakan pengadilan untuk kasus-kasus kematian tidak normal di Singapura. Pengadilan koroner dilakukan untuk suatu kematian mendadak, antara lain akibat kecelakaan di jalan raya, di industri, di sel penjara, kekerasan, dan bunuh diri.
Pengadilan koroner biasanya berlangsung selama beberapa bulan. Keputusan hakim bisa berupa pernyataan penyebabnya adalah kematian murni, akibat bunuh diri, kecelakaan, atau open verdict (terbuka untuk penyelidikan lanjutan). Mendiskusikan kematian David Hartanto Widjaja lebih lanjut? Gabung di sini. (ita/nrl)
Dengan foto-foto yang keseluruhan berjumlah 120 foto, Lim mencoba membuat kemungkinan skenario peristiwa maut yang menimpa David pada 2 Maret lalu.
Dikatakan Lim, pada hari naas itu, David ditemukan tewas setelah jatuh empat lantai dari sebuah jembatan penghubung di kampus NTU. Beberapa menit sebelumnya, David terlihat berlari dari kantor Profesor Chan Kap Luk, pembimbing skripsinya, setelah diduga terlibat perebutan pisau dengan Prof Chan.
Demikian disampaikan Lim dalam persidangan yang digelar Selasa, 26 Mei kemarin seperti dilansir harian Singapura, The Straits Times, Rabu (27/5/2009).
Kesimpulan Lim tersebut selain didasarkan pada foto-foto, juga berdasarkan dua kali kunjungan Lim ke kampus NTU serta informasi dari kepolisian.
Lim juga mengatakan, nyaris semua bercak darah yang ditemukan di ruangan kantor Profesor Chan adalah milik David. Itu termasuk bercak darah yang ditemukan pada dinding di atas monitor komputer. Dalam kejadian 2 Maret lalu, Prof Chan diberitakan sedang duduk di depan komputer saat dirinya ditikam oleh David.
Menurut Lim, bercak darah pada dinding itu menunjukkan gerakan lengan dari suatu tempat di atas monitor komputer yang mana darah berasal dari luka atau dari sebuah benda yang berlumuran darah.
Ditambahkan Lim, darah Prof Chan cuma terdeteksi pada lantai dekat meja komputer. Sedangkan darah pada sejumlah dokumen dekat pintu kantor Prof Chan juga dipastikan milik David.
Selain Lim, pakar forensik senior Singapura Dr Christopher Syn juga turut memberikan kesaksian dalam persidangan di Singapura yang digelar pada Selasa, 26 Mei kemarin.
Dikatakan Dr Syn, cuma darah David yang ditemukan pada pegangan pisau. Sedangkan pada mata pisau yang patah saat terjadi perebutan pisau, terdapat campuran darah David dan Prof Chan.
Sidang pengadilan koroner ini akan dilanjutkan kembali pada 17 Juni mendatang. Pengadilan koroner merupakan pengadilan untuk kasus-kasus kematian tidak normal di Singapura. Pengadilan koroner dilakukan untuk suatu kematian mendadak, antara lain akibat kecelakaan di jalan raya, di industri, di sel penjara, kekerasan, dan bunuh diri.
Pengadilan koroner biasanya berlangsung selama beberapa bulan. Keputusan hakim bisa berupa pernyataan penyebabnya adalah kematian murni, akibat bunuh diri, kecelakaan, atau open verdict (terbuka untuk penyelidikan lanjutan). Mendiskusikan kematian David Hartanto Widjaja lebih lanjut? Gabung di sini. (ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
216 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
