Ilusi Negara Islam
Toko Buku Bantah Terima Teror
Jumat, 22/05/2009 16:37 WIB
Jakarta
Toko buku besar menepis isu menolak menjual buku 'Ilusi Negara Islam' karena mendapatkan teror. Bantahan itu antara lain disampaikan Gramedia dan Gunung Agung.
"Saya belum dengar, dan setahu saya tidak pernah ada. Itu sama sekali tidak ada," kata General Manager Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2009).
Nugroho sendiri menyangsikan bila zaman sekarang masih ada teror terkait hal-hal seperti itu. "Apa masih ada (teror) ?" tambah dia.
Nugroho, mengaku belum tahu apakah Gramedia sudah mendapat tawaran soal buku itu, atau juga melakukan pemasaran. Pastinya, dia menegaskan, laris atau tidak laris suatu buku pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.
"Saya coba cek dulu soal buku itu," imbuhnya.
Bantahan soal adanya teror juga disampaikan pihak Toko Buku Gunung Agung, seorang staf di bagian penjualan yang enggan disebutkan namanya menyebut tidak pernah ada teror atau ancaman.
"Mungkin nanti setelah ramai diberitakan kita akan menjual buku ini," ujar staf itu sambil berkelakar.
Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy, sebelumnya menyatakan, toko buku besar tidak mau menjual buku Ilusi Negara Islam karena kena teror. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei itu akhirnya dijual langsung oleh The Wahid Institute dan bisa di-download secara gratis. Buku ini kini menjadi kontroversi dan ramai dibahas di sejumlah milis.
(ndr/iy)
"Saya belum dengar, dan setahu saya tidak pernah ada. Itu sama sekali tidak ada," kata General Manager Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2009).
Nugroho sendiri menyangsikan bila zaman sekarang masih ada teror terkait hal-hal seperti itu. "Apa masih ada (teror) ?" tambah dia.
Nugroho, mengaku belum tahu apakah Gramedia sudah mendapat tawaran soal buku itu, atau juga melakukan pemasaran. Pastinya, dia menegaskan, laris atau tidak laris suatu buku pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.
"Saya coba cek dulu soal buku itu," imbuhnya.
Bantahan soal adanya teror juga disampaikan pihak Toko Buku Gunung Agung, seorang staf di bagian penjualan yang enggan disebutkan namanya menyebut tidak pernah ada teror atau ancaman.
"Mungkin nanti setelah ramai diberitakan kita akan menjual buku ini," ujar staf itu sambil berkelakar.
Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy, sebelumnya menyatakan, toko buku besar tidak mau menjual buku Ilusi Negara Islam karena kena teror. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei itu akhirnya dijual langsung oleh The Wahid Institute dan bisa di-download secara gratis. Buku ini kini menjadi kontroversi dan ramai dibahas di sejumlah milis.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 19:00 WIB
Pesawat pengintai AS telan korban di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
239 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
