JK Bangga PT Pindad Jadi Industri Panser Terbaik Se-Asia Tenggara
Jumat, 22/05/2009 13:28 WIB
Jakarta
Indonesia kini tidak lagi impor panser. PT Pindad kini sudah memproduksi panser dan menjadi industri panser terbaik se-Asia Tenggara. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) bangga melihat perubahan ini.
"Dulunya gudang ini rongsokan. Namun setelah saya perintahkan dengan sedikit usaha keras dan mengubah cara-cara berfikir dan keyakinan, akhirnya ini jadi industri panser. Ini luar biasa," ujar JK saat meninjau PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5/2009).
Menurut JK, PT Pindad diperintahkannya untuk memproduksi panser pada akhir 2007. Harga panser impor per unit US$ 1,3 juta. Dengan memproduksi sendiri, Indonesia bisa menghemat setengah harga.
"Kalau dirupiahkan US$ 1,3 juta itu Rp 15 miliar. Ongkos pembuatannya kalau dari dalam negeri kurang dari Rp 7 miliar, setengah dari luar negeri. Kualitasnya juga tidak kalah bagus," terang calon presiden dari Partai Golkar ini.
JK mengungkapkan, akhir 2007 PT Pindad memproduksi 150 panser dan selesai dalam waktu 1-2 tahun. Dari 150 pembelian itu, bisa menghemat anggaran negara Rp 1,5 triliun daripada beli panser impor. "Jika beli panser impor US$ 200 juta," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.
JK pun bangga atas prestasi PT Pindad itu. "Kalau kita bekerja keras, kita bisa dan proses pembuatannya cepat," kata JK yang mengenakan kemeja putih ini.
Dalam kunjungannya JK didampingi oleh Menteri BUMN Sofyan Djalil. Beberapa politisi Golkar seperti Yuddy Chrisnandi, Ferdiansyah dan Nurul Arifin juga ikut dalam rombongan.
(nik/iy)
"Dulunya gudang ini rongsokan. Namun setelah saya perintahkan dengan sedikit usaha keras dan mengubah cara-cara berfikir dan keyakinan, akhirnya ini jadi industri panser. Ini luar biasa," ujar JK saat meninjau PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/5/2009).
Menurut JK, PT Pindad diperintahkannya untuk memproduksi panser pada akhir 2007. Harga panser impor per unit US$ 1,3 juta. Dengan memproduksi sendiri, Indonesia bisa menghemat setengah harga.
"Kalau dirupiahkan US$ 1,3 juta itu Rp 15 miliar. Ongkos pembuatannya kalau dari dalam negeri kurang dari Rp 7 miliar, setengah dari luar negeri. Kualitasnya juga tidak kalah bagus," terang calon presiden dari Partai Golkar ini.
JK mengungkapkan, akhir 2007 PT Pindad memproduksi 150 panser dan selesai dalam waktu 1-2 tahun. Dari 150 pembelian itu, bisa menghemat anggaran negara Rp 1,5 triliun daripada beli panser impor. "Jika beli panser impor US$ 200 juta," kata Ketua Umum Partai Golkar ini.
JK pun bangga atas prestasi PT Pindad itu. "Kalau kita bekerja keras, kita bisa dan proses pembuatannya cepat," kata JK yang mengenakan kemeja putih ini.
Dalam kunjungannya JK didampingi oleh Menteri BUMN Sofyan Djalil. Beberapa politisi Golkar seperti Yuddy Chrisnandi, Ferdiansyah dan Nurul Arifin juga ikut dalam rombongan.
(nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 18:15 WIB
Ical: Orang Boleh Tak Sepakat Lady Gaga, Tapi Jangan Mengancam
-
Senin, 21/05/2012 18:07 WIB
Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,100.000
- Rp 2,792.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
