Detik.com News
Detik.com
Selasa, 19/05/2009 14:07 WIB

Rekap Pileg di Jateng, DPRD Jateng Didominasi Muka Baru

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Rekap Pileg di Jateng, DPRD Jateng Didominasi Muka Baru
Semarang - KPUD Jateng mengumumkan secara resmi perolehan kursi dan caleg terpilih. Hasilnya, kursi DPRD Jateng didominasi muka baru.

Rapat rekapitulasi hasil pileg digelar di kantor KPUD, Jl. Veteran Semarang, Selasa (19/5/2009). Lima personel KPUD memimpin jalannya rapat.

Usai sambutan, Ketua KPUD Ida Budhiati menyampaikan perolehan kursi parpol di Jateng. Setelah itu, dia mengumumkan caleg terpilih.

Berdasarkan penghitungan, dari 100 kursi, 76 diantaranya merupakan muka baru. Sisanya, muka lawas.

Soal perolehan kursi, Ida merinci, PDIP mendapatkan 23 kursi, disusul Demokrat (16), Golkar (11), PKS dan PAN (10), PKB dan Gerindra (9), PPP (7), Hanura (4), dan PKNU (1).

"Hasil ini akan kami sampaikan ke parpol maksimal 14 hari sejak saat ini dan kami tembuskan ke lembaga terkait," kata Ida.

Rapat berlangsung lancar. 'Protes' hanya dilakukan saksi PKS dan anggota Panwaslu Jateng. "Mereka tidak protes, tapi mencocokkan hasil dan menghimbau," ungkap Ida.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%