Menteri Utama Tidak Perlu dan Tidak Efektif
Rabu, 13/05/2009 10:14 WIB
Jakarta
Wacana menempatkan Mensesneg Hatta Rajasa menjadi menteri utama dinilai tidak tepat. Hal ini berpotensi merusak sistem dan upaya bagi-bagi kekuasaan.
Berikut wawancara detikcom dengan ahli hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra, Rabu (13/5/2009).
Bagaimana menurut Anda terhadap wacana penempatan Hatta Rajasa sebagai Menteri Utama?
Kalau dasarnya hanya politik itu keliru. Secara konstitusi tidak ada jabatan Menteri Utama. Kalau nanti jabatannya berhimpitan dengan jabatan wapres malah bisa timbul rivalitas yang bisa merugikan.
Apakah jabatan itu perlu?
Kalau keperluannya hanya bagi-bagi kekuasaan itu tidak tepat. Lagi pula hal ini bisa merusak sistem yang ada. Kalau Hatta mau diberi posisi ya menteri saja tidak perlu Menteri Utama.
Apa dalam sejarah Indonesia ada menteri seperti itu?
Dalam sistem pemerintahan presidensial tidak ada jabatan seperti itu yang ada hanya menteri saja.
Kalau Anda lihat sistem kementerian pemerintahan SBY apakah sudah efektif?
Jika kita bandingkan pada masa pemerintahan Soeharto, Megawati dan Gus Dur jumlah menteri di pemerintahan SBY lebih banyak. Saya pikir ini terlalu besar dan ini merupakan akomodasi politik terhadap parpol yang bergabung dalam pemerintahan.
(nal/nrl)
Berikut wawancara detikcom dengan ahli hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra, Rabu (13/5/2009).
Bagaimana menurut Anda terhadap wacana penempatan Hatta Rajasa sebagai Menteri Utama?
Kalau dasarnya hanya politik itu keliru. Secara konstitusi tidak ada jabatan Menteri Utama. Kalau nanti jabatannya berhimpitan dengan jabatan wapres malah bisa timbul rivalitas yang bisa merugikan.
Apakah jabatan itu perlu?
Kalau keperluannya hanya bagi-bagi kekuasaan itu tidak tepat. Lagi pula hal ini bisa merusak sistem yang ada. Kalau Hatta mau diberi posisi ya menteri saja tidak perlu Menteri Utama.
Apa dalam sejarah Indonesia ada menteri seperti itu?
Dalam sistem pemerintahan presidensial tidak ada jabatan seperti itu yang ada hanya menteri saja.
Kalau Anda lihat sistem kementerian pemerintahan SBY apakah sudah efektif?
Jika kita bandingkan pada masa pemerintahan Soeharto, Megawati dan Gus Dur jumlah menteri di pemerintahan SBY lebih banyak. Saya pikir ini terlalu besar dan ini merupakan akomodasi politik terhadap parpol yang bergabung dalam pemerintahan.
(nal/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 19:00 WIB
Pesawat pengintai AS telan korban di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
