detikcom

Penembakan Direktur PRB

Biker Eksekutor Nasrudin Pernah Raih Penghargaan Polda video foto

Ramadhian Fadillah - detikNews
Senin, 04/05/2009 15:38 WIB
Jakarta Heri Santoso, tersangka pengendara motor penembak Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen pernah berprofesi sebagai sekuriti. Heri sempat dianugerahi penghargaan dari Polda Metro Jaya karena menangkap gembong narkoba.

Heri diduga sebagai pengendara sepeda motor saat insiden penembakan Nasrudin di pada Minggu 15 Maret 2009.

Pria kelahiran Bogor 1 Januari 1971 ini menjabat sebagai Kepala Komandan Regu Taman Rasuna sejak 1 November 2000 hingga 7 Juni 2008.
Dia dikenal sebagai karyawan yang penuh dedikasi dan loyalitas.

"Pernah kerja di Apartemen Rasuna, jadi sekuriti. Lama juga, dia dapat surat penghargaan dari Polda karena bantu menangkap narkoba orang hitam-hitam di apartemen," kata ibunda Heri, Yatinem (50), sambil memperlihatkan surat rekomendasi dari tempat Heri bekerja.

Hal itu disampaikan Yatinem kepada detikcom di kediamannya, Jalan Menteng Atas Selatan, Kelurahan Menteng Atas, Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2009). Yatinem didampingi putri bungsunya, Dian dan ketua RT Tommy.

Yatinem mengaku syok dan nyaris pingsan saat mengetahui putra keduanya terlilit kasus penembakan.

"Waktu Senin pagi, beberapa polisi datang ke rumah bilang Heri ikut nembak orang. Saya kaget. Selama ini Heri tidak pernah bikin kasus, dari gede sampai sekarang. Tiba-tiba ada kasus gede, saya syok mau pingsan," ujar perempuan yang mengenakan daster warna coklat ini.

Dikatakan dia, polisi lalu membawa helm, motor Yamaha Scorpio dan celana Heri.

Yatinem menceritakan, Heri selama ini tinggal di rumah mertuanya di Cileungsi, Bogor. Heri menikah dengan janda 2 anak dan dikaruniai 2 anak. Istri Heri telah meninggal dunia sebulan lalu.

Menurut dia, Heri sosok yang baik dan pendiam. Heri pernah bercita-cita menjadi tentara. Namun cita-cita itu kandas lantaran Heri mengalami kecelakaan dan terluka di kakinya.

"Kalau ngomong seperlunya. Kalau saya tanya kerjaan, dia bilang ibu nggak perlu tahulah. Saya juga nggak pernah dikasih uang. Orangnya baik, teman-temannya juga kaget Heri terlibat," kata Yatinem.

Yatinem menambahkan tidak mengenal tersangka lain. "Saya kenal sekilas saja. Kadang kalau Hendrik (pemberi order pembunuhan Nasrudin) melintas nanya mana Gagol. Mungkin gara-gara sama main sama Hendrik, disangka Hendrik ngajakin bisnis baik-baik. Tahunya malah ngejerumusin," papar Yatinem.

(aan/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel