Sebelum Tewas Ditembak, Nasrudin Pernah Diancam AA
Jumat, 01/05/2009 14:12 WIB
dok detikcom
Solo
Polisi didesak memeriksa semua pihak yang layak dicurigai terkait pembunuhan terhadap Nasrudin. Salah satunya adalah seorang pejabat penting berinisial AA. Dua pekan sebelum korban ditembak, AA sempat mengancam Nasrudin.
"Dari keluarga korban kami mendapat sejumlah bukti-bukti kuat yang mengarah adanya keterlibatan pejabat berinisial AA tersebut dalam pembunuhan terhadap Pak Nasrudin. Polisi tidak bisa membiarkan hal ini. Polisi harus memeriksanya," ujar anggota tim advokasi keluarga Nasrudin, Boyamin Saiman, kepada wartawan di Solo, Jumat (1/5/2009).
Salah satu bukti yang didapat adalah SMS yang diterima Nasrudin dari AA, dua pekan sebelum penembakan. Bunyi SMS, menurut Boyamin, adalah 'Persoalan di antara kita sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik. Jika perlu aku meminta maaf. Jangan di-blow up. Jika di-blow up, risikonya kamu akan tau sendiri nanti'.
Dari beberapa teman Nasrudin, Boyamin mendapatkan informasi semenjak menerima SMS itu Nasrudin menjadi rajin mengerjakan salat dan sering terlihat bingung. Ketika ditanya tentang perubahan itu, Nasrudin menjawab bahwa dirinya diancam orang. Orang yang mengancam itu juga mengganggu pasangan Nasrudin.
Siapakah pasangan yang dimaksud, Boyamin enggan menjawab dengan alasan dirinya adalah anggota tim advokasi korban. Namun dia mengakui bahwa Nasrudin mempunyai dua orang istri. "Pasangan Pak Nasrudin yang diganggu oleh AA itu adalah seorang perempuan dengan inisial K," ujar Boyamin.
Boyamin yakin kasus pembunuhan Nasrudin berkaitan erat dengan ancaman dari AA tersebut. Apalagi polisi telah menangkap Sigid Haryo Wibosono yang memang mempunyai hubungan dekat dengan AA. Bahkan menurut Boyamin, Sigid adalah tim sukses AA ketika berjuang menduduki jabatan yang dipegangnya sekarang.
"Bisa jadi AA berkeluh-kesah karena khawatir skandal asmaranya terkuak. Lalu teman-temannya itu berbuat terlalu jauh dengan menghabisi Pak Nasrudin, tapi bisa jadi juga AA memang yang menyuruh agar Pak Nasrudin dihabisi. Untuk kejelasannya polisi harus segera memeriksanya," ujar Boyamin.
Sekadar diketahui, kasus penembakan Nasrudin ini juga disebut-sebut menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Namun saat ditemui wartawan, Kamis (30/4/2009) malam, Antasari membantah hal tersebut. Pria berkumis itu mengakui mengenal Nasrudin sebagai saksi yang harus dilindungi KPK. (mbr/djo)
"Dari keluarga korban kami mendapat sejumlah bukti-bukti kuat yang mengarah adanya keterlibatan pejabat berinisial AA tersebut dalam pembunuhan terhadap Pak Nasrudin. Polisi tidak bisa membiarkan hal ini. Polisi harus memeriksanya," ujar anggota tim advokasi keluarga Nasrudin, Boyamin Saiman, kepada wartawan di Solo, Jumat (1/5/2009).
Salah satu bukti yang didapat adalah SMS yang diterima Nasrudin dari AA, dua pekan sebelum penembakan. Bunyi SMS, menurut Boyamin, adalah 'Persoalan di antara kita sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik. Jika perlu aku meminta maaf. Jangan di-blow up. Jika di-blow up, risikonya kamu akan tau sendiri nanti'.
Dari beberapa teman Nasrudin, Boyamin mendapatkan informasi semenjak menerima SMS itu Nasrudin menjadi rajin mengerjakan salat dan sering terlihat bingung. Ketika ditanya tentang perubahan itu, Nasrudin menjawab bahwa dirinya diancam orang. Orang yang mengancam itu juga mengganggu pasangan Nasrudin.
Siapakah pasangan yang dimaksud, Boyamin enggan menjawab dengan alasan dirinya adalah anggota tim advokasi korban. Namun dia mengakui bahwa Nasrudin mempunyai dua orang istri. "Pasangan Pak Nasrudin yang diganggu oleh AA itu adalah seorang perempuan dengan inisial K," ujar Boyamin.
Boyamin yakin kasus pembunuhan Nasrudin berkaitan erat dengan ancaman dari AA tersebut. Apalagi polisi telah menangkap Sigid Haryo Wibosono yang memang mempunyai hubungan dekat dengan AA. Bahkan menurut Boyamin, Sigid adalah tim sukses AA ketika berjuang menduduki jabatan yang dipegangnya sekarang.
"Bisa jadi AA berkeluh-kesah karena khawatir skandal asmaranya terkuak. Lalu teman-temannya itu berbuat terlalu jauh dengan menghabisi Pak Nasrudin, tapi bisa jadi juga AA memang yang menyuruh agar Pak Nasrudin dihabisi. Untuk kejelasannya polisi harus segera memeriksanya," ujar Boyamin.
Sekadar diketahui, kasus penembakan Nasrudin ini juga disebut-sebut menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. Namun saat ditemui wartawan, Kamis (30/4/2009) malam, Antasari membantah hal tersebut. Pria berkumis itu mengakui mengenal Nasrudin sebagai saksi yang harus dilindungi KPK. (mbr/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 23/05/2012 19:28 WIB
Eks Ketua DPC Tanyakan Perkembangan Aduan Soal Anas ke Komwas PD
-
Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Waketum: Ketua FPD Mantan Staf Khusus Ani Yudhoyono
-
Rabu, 23/05/2012 19:16 WIB
Susana, Korban Sukhoi yang Ingin Bertugas di Penerbangan Haji
-
Rabu, 23/05/2012 19:09 WIB
Susahnya Mengidentifikasi 'Jenis Kelamin' Hakim, PNS/Pejabat Negara?
-
Rabu, 23/05/2012 19:05 WIB
JK: PMI Paling Banyak Kerahkan Bantuan Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 18:32 WIB
Hidayat Nurwahid Akan Kerja Keras 'Kalahkan' Fauzi Bowo di Pilkada DKI
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
