Survei LP3ES
HNW Cawapres Terpopuler Dampingi SBY
Kamis, 30/04/2009 15:01 WIB
Jakarta
Hidayat Nurwahid (HNW) merupakan cawapres terpopuler untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009 mendatang. Hidayat mengalahkan Akbar Tandjung, Sri Mulyadi, Hatta Rajasa, Soetrisno Bachir, Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy
Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang bertema "Elektabilitas Calon Presiden-Wapres dan Persepsi Masyarakat terhadap Kriteria Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2009'. Survei tersebut dilakukan di 5 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar.
Jumlah sampel dalam survei yakni 1.118 orang. Survei dilakukan dengan metode wawancara telepon pada 28-29 April 2009. Terkait pertanyaan kreteria utama cawapres menurut masyarakat, muncul 7 kreteria masing-masing: 1.Bersih dari KKN 39.8 persen; 2.Diterima oleh masyarakat luas 25,2 persen; 3.Memiliki pengalaman dalam pemerintahan 14,3 persen; 4.Berasal dari kalangan profesional 9,1 persen; 5.Loyal kepada presiden 7,9 persen; 6.Tidak menimbulkan konflik internal partainya sendiri 2,3 persen; 7.Berasal dari parpol 1.4 persen. Survei mengenai cawapres, HNW menduduki posisi pertama dengan 37,9 persen disusul Akbar Tandjung (13,2 persen), Sri Mulyani (12,5 persen), Hatta Rajasa (7,7 persen), Soetrisno Bachir (3,6 persen), Muhaimin Iskandar (1,5 persen), Fadel Muhammad (1,5 persen), dan Lukman Edy (0,5 persen).
Terhadap pertanyaan, jika cawapres pendamping SBY berasal dari non Jawa? ditemukan 6 enam nama masing-masing Akabar Tandjung (22,9), Hatta Radjasa (20,8), Tifatul Sembiring (9,5), Bachtiar Chamsah (5,9), Lukman Edy (1,5).
Pertanyaan jika SBY memilih cawapresnya dari kalangan parpol, responden memilih sosok Presiden PKS Tifatul Sembiring yang teratas dengan persentase (39,2) disusul Sutrisno Bachir (PAN/19,6), Muhaimin Iskandar (PKB/8,4), Suryadharma Ali (PPP/3,2).
"Hidayat itu kuat di seluruh kota yang kita survei mungkin melambangkan PKS yang kuat di kota-kota besar," ujar Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam jumpa pers di Wisma Antara Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009).
Fajar menambahkan, dari hasil survei, sebanyak 39,8 persen masyarakat menginginkan cawapres SBY bersih dari KKN. 25,2 Persen masyarakat ingin cawapres dikenal publik, dan 14,3 persen masyarakat ingin cawapres berpengalaman.
Namun pengamat politik Indo Barometer M Qodari yang hadir dalam acara ini mengatakan, survei itu tidak mencerminkan keinginan pemilih dari seluruh Indonesia. Karena hanya dilakukan di 5 kota besar dan 3 kota yang disurvei terdapat di pulau Jawa.
Qodari juga mengatakan, secara tidak langsung SBY mengisyaratkan untuk memilih cawapres dari wilayah Barat.
"Kalau saat ini kan SBY mempunyai pendamping dari Timur. Maka sekarang SBY akan memilih dari wilayah Barat, Sumatera, yakni Hatta Rajasa," katanya. Khusus untuk Hidayat Nur Wahid dalam kaitannya dengan survei ini, Qodari memberi catatan bahwa tingginya presentase HNW (37,9) merupakan efek dari bias survei yang hanya dilakukan di 5 kota besar. “Hidayat tokoh yang bias dalam kelompok atas dan berpenghasilan tinggi dan berpendidikan tinggi di kota-kota besar. Jika survei ini lebih diperluas hingga ke beberapa kabupaten saja, besar kemungkinan peluang HNW tertutup untuk mendampingi SBY,” kata Qodari. (nik/irw)
Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang bertema "Elektabilitas Calon Presiden-Wapres dan Persepsi Masyarakat terhadap Kriteria Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2009'. Survei tersebut dilakukan di 5 kota besar yakni Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar.
Jumlah sampel dalam survei yakni 1.118 orang. Survei dilakukan dengan metode wawancara telepon pada 28-29 April 2009. Terkait pertanyaan kreteria utama cawapres menurut masyarakat, muncul 7 kreteria masing-masing: 1.Bersih dari KKN 39.8 persen; 2.Diterima oleh masyarakat luas 25,2 persen; 3.Memiliki pengalaman dalam pemerintahan 14,3 persen; 4.Berasal dari kalangan profesional 9,1 persen; 5.Loyal kepada presiden 7,9 persen; 6.Tidak menimbulkan konflik internal partainya sendiri 2,3 persen; 7.Berasal dari parpol 1.4 persen. Survei mengenai cawapres, HNW menduduki posisi pertama dengan 37,9 persen disusul Akbar Tandjung (13,2 persen), Sri Mulyani (12,5 persen), Hatta Rajasa (7,7 persen), Soetrisno Bachir (3,6 persen), Muhaimin Iskandar (1,5 persen), Fadel Muhammad (1,5 persen), dan Lukman Edy (0,5 persen).
Terhadap pertanyaan, jika cawapres pendamping SBY berasal dari non Jawa? ditemukan 6 enam nama masing-masing Akabar Tandjung (22,9), Hatta Radjasa (20,8), Tifatul Sembiring (9,5), Bachtiar Chamsah (5,9), Lukman Edy (1,5).
Pertanyaan jika SBY memilih cawapresnya dari kalangan parpol, responden memilih sosok Presiden PKS Tifatul Sembiring yang teratas dengan persentase (39,2) disusul Sutrisno Bachir (PAN/19,6), Muhaimin Iskandar (PKB/8,4), Suryadharma Ali (PPP/3,2).
"Hidayat itu kuat di seluruh kota yang kita survei mungkin melambangkan PKS yang kuat di kota-kota besar," ujar Kepala Divisi Penelitian LP3ES Fajar Nursahid dalam jumpa pers di Wisma Antara Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009).
Fajar menambahkan, dari hasil survei, sebanyak 39,8 persen masyarakat menginginkan cawapres SBY bersih dari KKN. 25,2 Persen masyarakat ingin cawapres dikenal publik, dan 14,3 persen masyarakat ingin cawapres berpengalaman.
Namun pengamat politik Indo Barometer M Qodari yang hadir dalam acara ini mengatakan, survei itu tidak mencerminkan keinginan pemilih dari seluruh Indonesia. Karena hanya dilakukan di 5 kota besar dan 3 kota yang disurvei terdapat di pulau Jawa.
Qodari juga mengatakan, secara tidak langsung SBY mengisyaratkan untuk memilih cawapres dari wilayah Barat.
"Kalau saat ini kan SBY mempunyai pendamping dari Timur. Maka sekarang SBY akan memilih dari wilayah Barat, Sumatera, yakni Hatta Rajasa," katanya. Khusus untuk Hidayat Nur Wahid dalam kaitannya dengan survei ini, Qodari memberi catatan bahwa tingginya presentase HNW (37,9) merupakan efek dari bias survei yang hanya dilakukan di 5 kota besar. “Hidayat tokoh yang bias dalam kelompok atas dan berpenghasilan tinggi dan berpendidikan tinggi di kota-kota besar. Jika survei ini lebih diperluas hingga ke beberapa kabupaten saja, besar kemungkinan peluang HNW tertutup untuk mendampingi SBY,” kata Qodari. (nik/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 11/06/2009 15:17 WIB
Survei PKSPSPI
Kekuatan 3 Capres Seimbang, SBY Unggul
-
Sabtu, 09/05/2009 12:44 WIB
Duet SBY-HNW Tetap Unggul
-
Rabu, 15/04/2009 15:52 WIB
Survei LP3ES
Akbar Dan Hidayat Favorit Dampingi SBY
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 18:32 WIB
Hidayat Nurwahid Akan Kerja Keras 'Kalahkan' Fauzi Bowo di Pilkada DKI
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
