detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 29/04/2009 16:05 WIB

Pembunuhan di Pacific Place

Berkas Pembunuh Elen Dilimpahkan Pekan Depan

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Tersangka kasus pembunuhan terhadap karyawati cantik Maria Francisca Bernadette Ellen, Mulyadi (28), akan segera menghadapi tuntutan di pengadilan. Berkasnya siap dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pekan depan.

"Senin depan berkas kita limpahkan," kata Kepala Satuan Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Rifai saat dihubungi wartawan, Rabu (29/4/2009).

Pasal yang disangkakan terhadap Mulyadi pun berlapis. Mulyadi, kata Rifai, dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Selain itu, Mulyadi juga dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Hukuman penjara di atas lima tahun siap menantinya.

Mulyadi ditangkap di rumah kontrakannya di kawasan Jalan Tanah Merdeka II, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada 23 Maret lalu. Di kontrakan Mulyadi, polisi menemukan badik yang digunakan untuk menghabisi nyawa Ellen. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan bukti lainnya seperti tas milik Ellen dan jaket Mulyadi yang masih berlumuran darah.

Ellen yang pernah menjadi bintang iklan Tje Fuk ini dihabisi pada 17 Maret lalu di tangga darurat lantai 6 - 7 di Mal Pacific Place. Mulyadi yang menjadi satpam sebuah tenant di mal mewah itu menduga Ellen adalah gadis kaya. Mulyadi yang pendek akal karena dililit utang membunuh Ellen karena ingin menguasai hartanya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mei/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%