Koalisi Besar Tak Kunjung Usai Karena Ada 'Pengganggu'
Rabu, 29/04/2009 13:51 WIB
Jakarta
Upaya pembangunan koalisi besar yang digagas kelompok Teuku Umar tidak kunjung usai. Diduga, molornya kesepakatan antara parpol yang tergabung dalam kelompok ini karena ada pihak-pihak yang tidak ingin kelompok ini bersatu.
"Kami tentunya sangat prihatin, beberapa rekan-rekan partai kelihatan sekali, mengalami suatu dinamika yang tidak biasa. Patut diduga ada pihak yang bermain secara sistematis," kata Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).
Saat ini, lanjut ketua DPP PDIP Bidang Pemuda ini, semua elit yang tergabung dalam koalisi besar sedang melakukan komunikasi intensif guna mencari titik temu. Lambatnya kesepakatan yang diambil semata-mata karena masing-masing pihak belajar mengerti dan memahami pilihan yang paling rasional.
"Proses panjang ini pasti ada hikmahnya. Yang terbangun dengan proses panjang pasti baik hasilnya karena akan membangun saling pengertian sebelum koalisi terjadi," paparnya.
Saat ditanya soal siapa yang paling pas untuk memimpin koalisi besar ini, Ara panggilan Maruarar menilai Megawati dan PDIP. Alasannya, sampai saat ini satu-satunya partai besar yang masih solid hanyalah PDIP. Selain itu PDIP memiliki platform keberpihakan yang jelas terhadap rakyat dan memiliki kader yang tersebar di posisi gubenur dan bupati seluruh Indonesia.
"Dari hasil survei, Ibu Mega dan SBY sejak 3 tahun lalu sudah saling berhadapan. Artinya tertinggi dari tokoh lainnya. Ini bukan tanpa sebab. Faktanya PDIP punya dukungan yang signifikan, punya bupati dan gubernur paling banyak," pungkasnya.
(yid/iy)
"Kami tentunya sangat prihatin, beberapa rekan-rekan partai kelihatan sekali, mengalami suatu dinamika yang tidak biasa. Patut diduga ada pihak yang bermain secara sistematis," kata Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait kepada detikcom, Rabu (29/4/2009).
Saat ini, lanjut ketua DPP PDIP Bidang Pemuda ini, semua elit yang tergabung dalam koalisi besar sedang melakukan komunikasi intensif guna mencari titik temu. Lambatnya kesepakatan yang diambil semata-mata karena masing-masing pihak belajar mengerti dan memahami pilihan yang paling rasional.
"Proses panjang ini pasti ada hikmahnya. Yang terbangun dengan proses panjang pasti baik hasilnya karena akan membangun saling pengertian sebelum koalisi terjadi," paparnya.
Saat ditanya soal siapa yang paling pas untuk memimpin koalisi besar ini, Ara panggilan Maruarar menilai Megawati dan PDIP. Alasannya, sampai saat ini satu-satunya partai besar yang masih solid hanyalah PDIP. Selain itu PDIP memiliki platform keberpihakan yang jelas terhadap rakyat dan memiliki kader yang tersebar di posisi gubenur dan bupati seluruh Indonesia.
"Dari hasil survei, Ibu Mega dan SBY sejak 3 tahun lalu sudah saling berhadapan. Artinya tertinggi dari tokoh lainnya. Ini bukan tanpa sebab. Faktanya PDIP punya dukungan yang signifikan, punya bupati dan gubernur paling banyak," pungkasnya.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
237 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
