Kasus David dan Manohara, Komnas HAM Akan Surati Menlu
Senin, 27/04/2009 22:05 WIB
Jakarta
Melihat perkembangan kasus pembunuhan mahasiswa Indonesia di Singapura, David Hartanto Widjaja dan penyanderaan Manohara Pinot di Malaysia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mengirim surat kepada Menlu Hassan Wirajuda. Alasannya, Departemen Luar Negeri kurang melaksanakan fungsinya untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.
"Kita cuma melihat bahwa Deplu itu tidak atau kurang melaksanakan fungsinya, karena selama ini, baru bereaksi setelah ribut-ribut di media massa. Seharusnya ketika ada laporan sudah direspon sejak awal," kata komisioner Komnas HAM, Nurkholis, ketika ditemui wartawan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2009).
Oleh sebab itu, lanjut Nurkholis, pihaknya akan segera mendalami dan meminta keterangan dari Menlu Hasan Wirahuja dengan mengirimkan surat.
"Kalau belum, cukup dan kasus belum selesai, maka kita akan berkomunikasi dengan Kedubes Malaysia di Jakarta atau Suaka HAM (Komnas di Malaysia). Jadi tiga langkah itu yang akan kita tempuh," jelasnya.
Diakui Nurkhlois, walau awalnya Ibu Manohara ditolak masuk Malaysia dan tidak ada komunikasi keluarga dengan yang bersangkuta. "Karena ada kekuatiran dari keluarga tentang nasibnya yang tak jelas. Tapi sekarang sudah clear dan tidak ada masalah lagi," ujarnya.
Namun begitu, Nurkholis menegaskan, seharusnya ada pernyataan dari Manohara kepada publik agar semua semakin jelas. Deplu juga disorot tentang penanganan soal keselamatan WNI di luar negeri.
"Itu konsern Komnas HAM," tegasnya lagi.
(zal/rdf)
"Kita cuma melihat bahwa Deplu itu tidak atau kurang melaksanakan fungsinya, karena selama ini, baru bereaksi setelah ribut-ribut di media massa. Seharusnya ketika ada laporan sudah direspon sejak awal," kata komisioner Komnas HAM, Nurkholis, ketika ditemui wartawan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2009).
Oleh sebab itu, lanjut Nurkholis, pihaknya akan segera mendalami dan meminta keterangan dari Menlu Hasan Wirahuja dengan mengirimkan surat.
"Kalau belum, cukup dan kasus belum selesai, maka kita akan berkomunikasi dengan Kedubes Malaysia di Jakarta atau Suaka HAM (Komnas di Malaysia). Jadi tiga langkah itu yang akan kita tempuh," jelasnya.
Diakui Nurkhlois, walau awalnya Ibu Manohara ditolak masuk Malaysia dan tidak ada komunikasi keluarga dengan yang bersangkuta. "Karena ada kekuatiran dari keluarga tentang nasibnya yang tak jelas. Tapi sekarang sudah clear dan tidak ada masalah lagi," ujarnya.
Namun begitu, Nurkholis menegaskan, seharusnya ada pernyataan dari Manohara kepada publik agar semua semakin jelas. Deplu juga disorot tentang penanganan soal keselamatan WNI di luar negeri.
"Itu konsern Komnas HAM," tegasnya lagi.
(zal/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 19:28 WIB
Eks Ketua DPC Tanyakan Perkembangan Aduan Soal Anas ke Komwas PD
-
Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Waketum: Ketua FPD Mantan Staf Khusus Ani Yudhoyono
-
Rabu, 23/05/2012 19:16 WIB
Susana, Korban Sukhoi yang Ingin Bertugas di Penerbangan Haji
-
Rabu, 23/05/2012 19:09 WIB
Susahnya Mengidentifikasi 'Jenis Kelamin' Hakim, PNS/Pejabat Negara?
-
Rabu, 23/05/2012 19:05 WIB
JK: PMI Paling Banyak Kerahkan Bantuan Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 18:32 WIB
Hidayat Nurwahid Akan Kerja Keras 'Kalahkan' Fauzi Bowo di Pilkada DKI
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
