Minggu, 26/04/2009 11:56 WIB
WHO Peringatkan Flu Babi Bisa Menyebar ke Seluruh Dunia
Dirjen WHO Margaret Chan menyerukan, penyakit tersebut merupakan 'ancaman bagi kesehatan publik yang harus mendapat perhatian internasional.' Artinya, ada risiko penyakit tersebut akan menyebar lintas negara ke seluruh dunia. Demikian seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2009).
"Ini jelas merupakan virus hewan H1N1 dan berpotensi menjadi pandemi karena bisa menular ke orang," ujar Chan.
Dalam pernyataannya, Chan mengingatkan semua otoritas kesehatan di seluruh negara agar waspada tingkat tinggi terhadap munculnya gejala penyakit yang tak biasa dan munculnya kasus penyakit yang menyerupai flu. Dia meminta mereka segera melapor ke WHO jika hal demikian terjadi.
Para ahli masih belum memahami virus H1N1 yang merupakan 'koalisi' antara flu manusia, flu babi, dan flu burung ini. Perkembangan virus ini terjadi dengan cepat.
Selama beberapa tahun ini WHO memang telah memperingatkan kemungkinan munculnya virus flu baru yang berpotensi menjadi pandemi dan membunuh jutaan manusia.
Jumlah penderita flu jenis baru ini terus bertambah. Sejauh ini ada 20 orang yang telah dipastikan menjadi korban keganasannya, dan 61 orang lainnya diduga kuat juga menjadi korban. Semuanya meninggal dunia. Juga ada 1.300 orang yang diduga telah terinfeksi virus ini.
Pandemi flu terakhir terjadi tahun 1968. Saat itu flu 'Hong Kong' menewaskan sekitar 1 juta orang di seluruh dunia.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(sho/asy)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
582 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
565 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
530 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
493 share this. -
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
313 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 13:19 WIB
Bantah Tifatul, Sekretaris FPKS: Kami Jalankan Instruksi Lembang
-
Rabu, 19/06/2013 13:16 WIB
Penerus Mega di PDIP
Rumor 'Soekarno Kecil' Disiapkan Jadi Penerus Tahta Mega
-
Rabu, 19/06/2013 13:15 WIB
Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Aksi Kopassus di LP Cebongan
-
Rabu, 19/06/2013 13:06 WIB
Lion Air Prihatin dan Kecewa terhadap Kasus 'Tikus Bagasi' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 12:59 WIB
Sidang Kasus Cebongan Dibuka untuk Umum, TNI Siap Amankan
-
Rabu, 19/06/2013 12:38 WIB
Perempuan Asal Lembata yang Dimakan Buaya Hamil 5 Bulan
-
Rabu, 19/06/2013 11:27 WIB
Astaga! Ibu Hamil di Lembata Dimakan Buaya
-
Rabu, 19/06/2013 12:03 WIB
Rumor Seputar Alasan Prananda 'Soekarno Kecil' Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 12:01 WIB
Makam Sabeni Sempat Numpang di Ruang Tamu Sebelum Dipindah ke Karet
-
Rabu, 19/06/2013 11:39 WIB
Pesan Mahfudz untuk Tifatul Cs: Santai Aja Bro
-
Rabu, 19/06/2013 12:38 WIB
Diperiksa KPK, Mentan Suswono Mengaku Tersinggung dengan Elisabeth
-
Rabu, 19/06/2013 13:01 WIB
Lion Air Prihatin dan Kecewa terhadap Kasus 'Tikus Bagasi' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Prananda Si 'Soekarno Kecil' Memilih Tak Nyaleg
-
428 Komentar
-
359 Komentar
-
291 Komentar
-
258 Komentar
-
229 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
198 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 10:12 WIB
Ini Tips Kapolres Bandara Cegah Pencurian Barang di Bagasi
-
Rabu, 19/06/2013 09:47 WIB
KPK Panggil Mentan Suswono Sebagai Saksi untuk Maria Elisabeth
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

