Depkes Gelar Simulasi Tangani Penyebaran Flu Burung
Sabtu, 25/04/2009 09:16 WIB
Makassar
Penularan penyakit flu burung selama ini baru melalui binatang. Bagaimana jika penularan sudah terjadi antar manusia dalam sebuah lingkungan perkotaan?
Departemen Kesehatan (Depkes) memberikan informasi tentang hal itu lewat simulasi penanggulangan penyebaran virus flu burung di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kita berharap lewat kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara pencegahan episenter pandemi influenza," kata Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga di Makassar, Sabtu (25/4/2009).
Pandemi terjadi jika penularan flu burung sudah terjadi antar manusia secara meluas dan berkelanjutan. Kekhawatiran ini berpotensi terjadi di Indonesia, apalagi beberapa kasus penularan antar manusia di lingkungan keluarga sudah terjadi.
"Virus ini telah menimbulkan kecemasan pada dunia dan kita belum tahu kapan ini akan terjadi," tambahnya.
Simulasi yang menghabiskan anggaran sebesar hampir Rp 4 miliar ini dibiayai oleh APBN, badan kesehatan PBB WHO, dan CDC Atlanta. Pelaksanaan di Makassar merupakan kegiatan lanjutan setelah tahun lalu digelar di Jembrana, Bali.
Acara yang akan digelar selama 2 hari ini akan melibatkan 900 personel. Selain cara penanganan, panitia juga akan melakukan karantina rumah dan wilayah untuk mencegah perluasan virus lebih lanjut. (mad/anw)
Departemen Kesehatan (Depkes) memberikan informasi tentang hal itu lewat simulasi penanggulangan penyebaran virus flu burung di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kita berharap lewat kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara pencegahan episenter pandemi influenza," kata Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Tjandra Yoga di Makassar, Sabtu (25/4/2009).
Pandemi terjadi jika penularan flu burung sudah terjadi antar manusia secara meluas dan berkelanjutan. Kekhawatiran ini berpotensi terjadi di Indonesia, apalagi beberapa kasus penularan antar manusia di lingkungan keluarga sudah terjadi.
"Virus ini telah menimbulkan kecemasan pada dunia dan kita belum tahu kapan ini akan terjadi," tambahnya.
Simulasi yang menghabiskan anggaran sebesar hampir Rp 4 miliar ini dibiayai oleh APBN, badan kesehatan PBB WHO, dan CDC Atlanta. Pelaksanaan di Makassar merupakan kegiatan lanjutan setelah tahun lalu digelar di Jembrana, Bali.
Acara yang akan digelar selama 2 hari ini akan melibatkan 900 personel. Selain cara penanganan, panitia juga akan melakukan karantina rumah dan wilayah untuk mencegah perluasan virus lebih lanjut. (mad/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Waketum: Ketua FPD Mantan Staf Khusus Ani Yudhoyono
-
Rabu, 23/05/2012 19:16 WIB
Susana, Korban Sukhoi yang Ingin Bertugas di Penerbangan Haji
-
Rabu, 23/05/2012 19:09 WIB
Susahnya Mengidentifikasi 'Jenis Kelamin' Hakim, PNS/Pejabat Negara?
-
Rabu, 23/05/2012 19:05 WIB
JK: PMI Paling Banyak Kerahkan Bantuan Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 18:32 WIB
Hidayat Nurwahid Akan Kerja Keras 'Kalahkan' Fauzi Bowo di Pilkada DKI
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
