Jabat Tangan Chavez, Obama Dikritik Kubu Republik
Kamis, 23/04/2009 10:55 WIB
AFP
Washington
Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez dalam KTT Amerika di Trinidad beberapa hari lalu. Dalam pertemuan itu, Obama berinisiatif menghampiri Chavez dan menyalaminya.
Momen itu ternyata menuai kritikan dari para anggota legislatif Republikan. Sebab Chavez selama ini dikenal sebagai diktator anti-Amerika yang kerap berseteru dengan pemerintah AS, khususnya selama kepemimpinan Presiden AS George W Bush.
Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Collin Powell membela Obama yang bersikap hangat pada Chavez, seteru AS itu. Bahkan bagi Clinton, kontroversi soal jabatan tangan itu merupakan hal yang menggelikan.
"Jujur saja, saya anggap itu menggelikan," kata Hillary yang saat itu bersama Obama dalam KTT Amerika di Trinidad tersebut. "Presiden Obama benar saat mengatakan: kenapa kita harus takut bersalaman dengan orang lain?" kata mantan ibu negara AS itu pada komite urusan luar negeri DPR AS.
Namun anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Pence menentang pernyataan Hillary tersebut. "Dengan segala hormat, Ibu Menteri, saya tidak anggap ini menggelikan," cetusnya.
"Dia (Chavez) telah menekan media. Dia telah mengganggu kepentingan ekonomi di negara itu. Dia telah mem-blacklist lawan-lawan politik dari badan-badan kenegaraan," kata Pence seperti dilansir Reuters, Kamis (23/4/2009).
Chavez telah lama berseteru dengan Bush, yang disebutnya sebagai "iblis". Namun dalam pertemuan pertamanya dengan Obama di KTT Amerika itu, Chavez memberikan sebuah buku pada presiden baru AS itu. Saat berjabatan tangan dengan Obama, Chavez juga mengatakan, "Saya ingin menjadi teman Anda."
Ditegaskan Hillary, dirinya akan mendukung Obama. "Yang terpenting adalah saya di sini untuk mengabdi pada negara saya, yang telah saya cintai sejak saya masih kecil," tutur istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu. "Dan saya akan mendukung presiden saya," imbuh Hillary yang telah bersaing ketat dengan Obama dalam pemilihan presiden November lalu.
Ditandaskan Hillary, jabatan tangan Obama dengan Chavez bukan berarti dukungan AS untuk kebijakan pemimpin Venezuela. "Itu bukan berarti kita akan menyerah pada prinsip-prinsip kita," pungkas Hillary.
(ita/iy)
Momen itu ternyata menuai kritikan dari para anggota legislatif Republikan. Sebab Chavez selama ini dikenal sebagai diktator anti-Amerika yang kerap berseteru dengan pemerintah AS, khususnya selama kepemimpinan Presiden AS George W Bush.
Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Collin Powell membela Obama yang bersikap hangat pada Chavez, seteru AS itu. Bahkan bagi Clinton, kontroversi soal jabatan tangan itu merupakan hal yang menggelikan.
"Jujur saja, saya anggap itu menggelikan," kata Hillary yang saat itu bersama Obama dalam KTT Amerika di Trinidad tersebut. "Presiden Obama benar saat mengatakan: kenapa kita harus takut bersalaman dengan orang lain?" kata mantan ibu negara AS itu pada komite urusan luar negeri DPR AS.
Namun anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Pence menentang pernyataan Hillary tersebut. "Dengan segala hormat, Ibu Menteri, saya tidak anggap ini menggelikan," cetusnya.
"Dia (Chavez) telah menekan media. Dia telah mengganggu kepentingan ekonomi di negara itu. Dia telah mem-blacklist lawan-lawan politik dari badan-badan kenegaraan," kata Pence seperti dilansir Reuters, Kamis (23/4/2009).
Chavez telah lama berseteru dengan Bush, yang disebutnya sebagai "iblis". Namun dalam pertemuan pertamanya dengan Obama di KTT Amerika itu, Chavez memberikan sebuah buku pada presiden baru AS itu. Saat berjabatan tangan dengan Obama, Chavez juga mengatakan, "Saya ingin menjadi teman Anda."
Ditegaskan Hillary, dirinya akan mendukung Obama. "Yang terpenting adalah saya di sini untuk mengabdi pada negara saya, yang telah saya cintai sejak saya masih kecil," tutur istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu. "Dan saya akan mendukung presiden saya," imbuh Hillary yang telah bersaing ketat dengan Obama dalam pemilihan presiden November lalu.
Ditandaskan Hillary, jabatan tangan Obama dengan Chavez bukan berarti dukungan AS untuk kebijakan pemimpin Venezuela. "Itu bukan berarti kita akan menyerah pada prinsip-prinsip kita," pungkas Hillary.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
