Kasus Upah Pungut Pajak
Mendagri Gunakan Rp 603 Juta Untuk Kepentingan Pribadi
Kamis, 23/04/2009 08:29 WIB
Jakarta
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah dugaan penyelewengan dana upah pungut pajak dalam Dana Penunjang Pembinaan (DPP) yang mengalir ke Menteri Dalam Negeri. Tidak tanggung-tanggung, duit yang digunakan untuk pribadi pada tahun 2008 mencapai Rp 603 juta.
Berdasarkan laporan hasil audit berkode HP/XVIII/03/2009 yang dilansir dalam situs BPK, Kamis (23/4/2009), sedikitnya ada sejumlah pengeluaran yang digunakan untuk kepentingan pribadi Mendagri. Salah satunya adalah untuk biaya peralatan pesta pernikahan putri Mendagri Mardiyanto yang mencapai Rp 60 juta pada tahun 2008.
Selain itu, ada juga sejumlah dana yang digunakan untuk pengadaan pakaian, biaya tol, pengadaan telepon seluler dan biaya cetak foto. Semuanya jika dijumlah mencapai ratusan juta rupiah.
"Pengeluaran tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bukti pertanggungjawaban sehingga kebenaran materiil atas pengeluaran tersebut tidak dapat diyakini," tulis penanggung jawab laporan Memet Wirahadikusumah.
Tidak hanya itu, pada tahun 2007, duit upah pungut pajak yang digunakan untuk kepentingan Mendagri dan istri mencapai Rp 1,2 miliar. Duit tersebut digunakan mulai dari pembelian gorden di rumah pribadi menteri hingga biaya pengobatan ke Singapura.
Sedangkan pada tahun 2005, duit yang digunakan mencapai Rp 201 juta. Lalu pada tahun 2003, terpakai Rp 21 juta untuk biaya perlengkapan menteri.
"Padahal dana tersebut seharusnya digunakan hanya untuk kepentingan pemungutan pajak," tulis Memet.
Mardiyanto menjabat sebagai Mendagri pada pertengahan 2007. Dia menggantikan M Ma'ruf (menjabat sejak 2004) yang sakit.
(mad/nrl)
Berdasarkan laporan hasil audit berkode HP/XVIII/03/2009 yang dilansir dalam situs BPK, Kamis (23/4/2009), sedikitnya ada sejumlah pengeluaran yang digunakan untuk kepentingan pribadi Mendagri. Salah satunya adalah untuk biaya peralatan pesta pernikahan putri Mendagri Mardiyanto yang mencapai Rp 60 juta pada tahun 2008.
Selain itu, ada juga sejumlah dana yang digunakan untuk pengadaan pakaian, biaya tol, pengadaan telepon seluler dan biaya cetak foto. Semuanya jika dijumlah mencapai ratusan juta rupiah.
"Pengeluaran tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bukti pertanggungjawaban sehingga kebenaran materiil atas pengeluaran tersebut tidak dapat diyakini," tulis penanggung jawab laporan Memet Wirahadikusumah.
Tidak hanya itu, pada tahun 2007, duit upah pungut pajak yang digunakan untuk kepentingan Mendagri dan istri mencapai Rp 1,2 miliar. Duit tersebut digunakan mulai dari pembelian gorden di rumah pribadi menteri hingga biaya pengobatan ke Singapura.
Sedangkan pada tahun 2005, duit yang digunakan mencapai Rp 201 juta. Lalu pada tahun 2003, terpakai Rp 21 juta untuk biaya perlengkapan menteri.
"Padahal dana tersebut seharusnya digunakan hanya untuk kepentingan pemungutan pajak," tulis Memet.
Mardiyanto menjabat sebagai Mendagri pada pertengahan 2007. Dia menggantikan M Ma'ruf (menjabat sejak 2004) yang sakit.
(mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 23/05/2012 19:26 WIB
Waketum: Ketua FPD Mantan Staf Khusus Ani Yudhoyono
-
Rabu, 23/05/2012 19:16 WIB
Susana, Korban Sukhoi yang Ingin Bertugas di Penerbangan Haji
-
Rabu, 23/05/2012 19:09 WIB
Susahnya Mengidentifikasi 'Jenis Kelamin' Hakim, PNS/Pejabat Negara?
-
Rabu, 23/05/2012 19:05 WIB
JK: PMI Paling Banyak Kerahkan Bantuan Evakuasi Korban Sukhoi
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:54 WIB
Pengacara: Kasus Ari Sigit adalah Masalah Perdata
-
Rabu, 23/05/2012 18:32 WIB
Hidayat Nurwahid Akan Kerja Keras 'Kalahkan' Fauzi Bowo di Pilkada DKI
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
