detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 06:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 22/04/2009 12:55 WIB

Biografi Jenderal Edi Sudrajat Diluncurkan

Ramadhian Fadillah - detikNews
Jakarta - Satu lagi buku tentang purnawirawan TNI diluncurkan. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat menceritakan perjalanan hidupnya dalam buku berjudul 'Back to Basic'.

Buku setebal 148 halaman ini menceritakan masa kecil Edi dan perjalanannya meniti karir di bidang militer. Buku yang terbagi dalam 5 bab ini ditulis oleh Irianto dan diterbitkan Sinar Harapan.

"Beliau paham pengelolaan politik tidak bisa seperti dulu, TNI harus pelan-pelan menyerahkan kekuasaan politik kepada kekuasaan sipil," ujar Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dalam acara soft launching buku itu yang digelar di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/4/2009).

Edi lulus Akademi Militer Nasional pada tahun 1960 sebagai lulusan terbaik. Karir militernya terus menanjak hingga menduduki berbagai posisi penting seperti KSAD, Panglima TNI dan Menhankam. Setelah pensiun dai militer, Edi mencoba bertarung lewat Partai PKPI yang didirikannya.

"Ia tidak ada bakat jadi politikus karena terlalu jujur dan polos. Beliau terbiasa dengan sesuatu yang jelas padahal dalam politik hal-hal tidak selalu jelas," kata Juwono.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Joko Santoso menyatakan pemikiran Edi Sudrajat menjadi cikal bakal reformasi TNI. "Pemikiran Edi Sudrajat itu penting karena itu adalah cikal bakal reformasi TNI yang kini saya lanjutkan," katanya.

Dalam acara itu juga hadir berbagai tokoh lain, di antaranya adalah Sutiyoso, Agung Gumelar dan Hayono Isman.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nal/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%