Demi Sukses Pilpres, Semua Anggota KPU Diminta Mundur
Minggu, 12/04/2009 15:27 WIB
Jakarta
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai gagal menyelenggarakan pemilu 2009 yang luber (langsung, umum, bebas dan rahasia) dan jurdil (jujur dan adil). Pengamat politik yang terhimpun dalam Dewan Perubahan Nasional meminta semua anggota KPU mundur demi kesuksesan pemilihan umum presiden Juli nanti.
"KPU sudah tidak kredibel lagi, kita meminta KPU mundur saja, demi sukses pilpres," tutur Direktur Utama Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti.
Hal itu disampaikan Ray dalam konferensi pers yang digelar Dewan Perubahan Nasional di Restoran Radjasa, Jl Senen Raya No. 10, Jakarta Pusat.
Menurut Ray, kesalahan KPU sudah sangat parah, berbagai persiapan tidak beres membuat rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Selain DPT kacau, logistik pemilu juga berantakan, sehingga banyak yang tidak memilih dan berbau penggelembungan suara," tutur Ray, yang mengenakan baju kotak-kotak kuning ini.
Namun demikian menurut Ray, mengganti KPU tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena mekanismenya sangat rumit.
"Paling mudah kalau KPU mundur sendiri, kalau harus dipaksa presiden juga harus setuju, sulit sekali," imbuh Ray.
Pendapat senada juga diungkapkan pengamat pemilu lainnya, Effendi Ghazali. Effendi yang tampak rapi mengenakan jas hitam ini meragukan KPU bisa diganti.
"Sulit sekali, karena mereka (Presiden) bisa beralasan hasilnya sudah keluar, dan memandang yang ribut hanya parpol kecil yang kalah saja," kata Effendi.
(van/iy)
"KPU sudah tidak kredibel lagi, kita meminta KPU mundur saja, demi sukses pilpres," tutur Direktur Utama Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti.
Hal itu disampaikan Ray dalam konferensi pers yang digelar Dewan Perubahan Nasional di Restoran Radjasa, Jl Senen Raya No. 10, Jakarta Pusat.
Menurut Ray, kesalahan KPU sudah sangat parah, berbagai persiapan tidak beres membuat rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini.
"Selain DPT kacau, logistik pemilu juga berantakan, sehingga banyak yang tidak memilih dan berbau penggelembungan suara," tutur Ray, yang mengenakan baju kotak-kotak kuning ini.
Namun demikian menurut Ray, mengganti KPU tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena mekanismenya sangat rumit.
"Paling mudah kalau KPU mundur sendiri, kalau harus dipaksa presiden juga harus setuju, sulit sekali," imbuh Ray.
Pendapat senada juga diungkapkan pengamat pemilu lainnya, Effendi Ghazali. Effendi yang tampak rapi mengenakan jas hitam ini meragukan KPU bisa diganti.
"Sulit sekali, karena mereka (Presiden) bisa beralasan hasilnya sudah keluar, dan memandang yang ribut hanya parpol kecil yang kalah saja," kata Effendi.
(van/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
