Pemilu 2009 Dinilai Cacat serius
Minggu, 12/04/2009 14:48 WIB
dok detikcom
Jakarta
Keluhan publik terkait pemilu 2009 terus berdatangan. Kali ini datang dari Dewan Perubahan Nasional (DPN). Lembaga yang berisi sekumpulan pengamat pemilu ini menilai Pemilu 2009 cacat serius.
"Kualitas pemilu 2009 ini menurun, menunjukkan cacat dan kelengahan. Kami menilai pemilu legislatif ini cacat serius," tutur Juru Bicara Dewan Perubahan Nasional, Chalid Muhammad dalam konferensi pers yang digelar DPN di restoran Koetaradja, Jl Senen Raya No. 10, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2009).
Chalid kemudian menjelaskan betapa seriusnya kegagalan pemilu legislatif Kamis kemarin. Menurutnya, yang mewakili DPI ini, pemilu 2009 rusak di semua segmen.
"Cacat teknis manajemen menyebabkan hilangnya jutaan hak konstitusional rakyat, cacat determinasi politik yang mengesankan pemerintah berkuasa membiarkan kesalahan pemilu, lengahnya parpol yang tidak mengecek DPT sejak dini," tutur Chalid.
DPN mengimbau masyarakat yang dihilangkan hak pilihnya melaporkan ke lembaga berwenang. Menurut DPN, negara harus memberikan hak memilih bagi yang melum memilih.
DPN juga mengusulkan pergantian KPU dan menyerukan agar parpol lebih memikirkan aspirasi masyarakat ketimbang menang atau kalah dalam pemilu.
Pernyataan sikap DPN ini ditandatangani 20 pengamat politik, antara lain : Ray Rangkuti (LIMA), Fadjrul Rahman, Effendi Ghazali, Abdullah (ICW), Edwin (Kontras), dan lain-lain.
(van/djo)
"Kualitas pemilu 2009 ini menurun, menunjukkan cacat dan kelengahan. Kami menilai pemilu legislatif ini cacat serius," tutur Juru Bicara Dewan Perubahan Nasional, Chalid Muhammad dalam konferensi pers yang digelar DPN di restoran Koetaradja, Jl Senen Raya No. 10, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2009).
Chalid kemudian menjelaskan betapa seriusnya kegagalan pemilu legislatif Kamis kemarin. Menurutnya, yang mewakili DPI ini, pemilu 2009 rusak di semua segmen.
"Cacat teknis manajemen menyebabkan hilangnya jutaan hak konstitusional rakyat, cacat determinasi politik yang mengesankan pemerintah berkuasa membiarkan kesalahan pemilu, lengahnya parpol yang tidak mengecek DPT sejak dini," tutur Chalid.
DPN mengimbau masyarakat yang dihilangkan hak pilihnya melaporkan ke lembaga berwenang. Menurut DPN, negara harus memberikan hak memilih bagi yang melum memilih.
DPN juga mengusulkan pergantian KPU dan menyerukan agar parpol lebih memikirkan aspirasi masyarakat ketimbang menang atau kalah dalam pemilu.
Pernyataan sikap DPN ini ditandatangani 20 pengamat politik, antara lain : Ray Rangkuti (LIMA), Fadjrul Rahman, Effendi Ghazali, Abdullah (ICW), Edwin (Kontras), dan lain-lain.
(van/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
