SBY Butuh Golkar, Tapi Tidak Harus Berduet Dengan JK
Minggu, 12/04/2009 09:17 WIB
Jakarta
Kemenangan Partai Demokrat pada pemilu legislatif 2009 berdasarkan hasil quick count dari berbagai lembaga survey memunculkan berbagai spekulasi tentang pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan maju pada putaran pemilihan presiden nanti.
Salah satu nama yang kembali muncul adalah Jusuf Kalla (JK) dari Partai Golkar yang juga sebagai Ketua Umum Partai Berlambang Beringin tersebut. Namun, saat ini JK bukan satu-satunya kader yang ada di dalam Partai Golkar.
"SBY membutuhkan Golkar untuk menguasai parlemen, tapi tidak harus duet sama JK pada pilpres karena masih ada tokoh-tokoh lain di Golkar," ujar pengamat politik UI Boni Hargens saat dihubungi detikcom, Minggu (12/4/2009).
Menurut Boni, Golkar akan mengalami kerugian jika terus memaksakan JK untuk kembali berduet dengan SBY.
"Semisal Sultan, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono adalah juga kader-kader terbaik partai Golkar, masa mau mengabaikan kader lainnya," katanya.
Lebih lanjut lagi, peluang SBY untuk kembali menjadi orang nomor satu di negeri ini tergantung dari lawan-lawan yang akan dihadapinya pada pilpres nanti.
"Kalau pasangan Megawati-Prabowo, atau Megawati-Wiranto saya kira itu peluangnya fifty-fifty dengan peluang SBY,"jelasnya.
Saat ditanya peluang antara SBY dan Hidayat Hurwahid (HNW) dari PKS apakah mempunyai peluang besar untuk mendampingi SBY jika nantinya terpilih menjadi presiden RI sebagai alternatif pengganti JK ? "Saya kira itu NWH agak sulit karena terlalu ke kanan. Karena nanti para pendukung Demokrat akan meninggalkan Demokrat karena terlalu condong ke kanan," jawabnya.
(fiq/rdf)
Salah satu nama yang kembali muncul adalah Jusuf Kalla (JK) dari Partai Golkar yang juga sebagai Ketua Umum Partai Berlambang Beringin tersebut. Namun, saat ini JK bukan satu-satunya kader yang ada di dalam Partai Golkar.
"SBY membutuhkan Golkar untuk menguasai parlemen, tapi tidak harus duet sama JK pada pilpres karena masih ada tokoh-tokoh lain di Golkar," ujar pengamat politik UI Boni Hargens saat dihubungi detikcom, Minggu (12/4/2009).
Menurut Boni, Golkar akan mengalami kerugian jika terus memaksakan JK untuk kembali berduet dengan SBY.
"Semisal Sultan, Akbar Tandjung, dan Agung Laksono adalah juga kader-kader terbaik partai Golkar, masa mau mengabaikan kader lainnya," katanya.
Lebih lanjut lagi, peluang SBY untuk kembali menjadi orang nomor satu di negeri ini tergantung dari lawan-lawan yang akan dihadapinya pada pilpres nanti.
"Kalau pasangan Megawati-Prabowo, atau Megawati-Wiranto saya kira itu peluangnya fifty-fifty dengan peluang SBY,"jelasnya.
Saat ditanya peluang antara SBY dan Hidayat Hurwahid (HNW) dari PKS apakah mempunyai peluang besar untuk mendampingi SBY jika nantinya terpilih menjadi presiden RI sebagai alternatif pengganti JK ? "Saya kira itu NWH agak sulit karena terlalu ke kanan. Karena nanti para pendukung Demokrat akan meninggalkan Demokrat karena terlalu condong ke kanan," jawabnya.
(fiq/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 17:23 WIB
Kini Ada Kampung Sukhoi di Cijeruk
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
