Mega: Duet dengan Prabowo Selalu Terbuka
Sabtu, 11/04/2009 15:30 WIB
Jakarta
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan dua capres dari Partai Hanura dan Gerindra. Koalisi di antara keduanya pun sedang dirumuskan oleh masing-masing sekjen partai siapa yang akan menjadi cawapres Mega.
"Sedang dirumuskan dengan sekjen-sekjen yang ada. Hari ini Prabowo, kemarin Wiranto. Selanjutnya dengan partai lainnya dengan kesamaan pendapat dengan kita dengan nilai-nilai lain kebangsaan," kata Mega usai bertemu Prabowo di rumahnya, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2009).
Menurut Mega, peluang koalisi dengan Prabowo dalam pilpres mendatang selalu terbuka. Hal itu yang dibicarakan dalam rakernas PDIP. "Rencana duet dengan Prabowo kemungkinan selalu terbuka. Seperti yang saya katakan di rakernas coba saja kita lihat nanti. Yang paling penting adalah perjalanan bangsa ini yang harus kita kawal dengan baik," jelasnya.
Mega mengatakan, pengajuan gugatan mengenai DPT ke MK sedang digodok. Sedangkan mengenai hasil quick count, Mega tidak mau hal itu menjadi patokan. Mega sepenuhnya percaya kepada KPU.
"Quick Count tidak bisa jadi patokan. Tidak ada legalitas hukumnya. Tentu yang sangat menentukan KPU nanti," tegasnya.
Mega dan Prabowo pun berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mendukung dan meminta maaf kepada masyarakat yang sebenarnya ingin memilih tapi tidak bisa karena terganjal DPT.
"Tetapi saya juga minta maaf kepada seluruh warga bangsa yang ingin ikut memilih tapi tidak bisa memilih. Kami berdua (Prabowo) prihatin," imbuhnya.
(gus/nrl)
"Sedang dirumuskan dengan sekjen-sekjen yang ada. Hari ini Prabowo, kemarin Wiranto. Selanjutnya dengan partai lainnya dengan kesamaan pendapat dengan kita dengan nilai-nilai lain kebangsaan," kata Mega usai bertemu Prabowo di rumahnya, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/4/2009).
Menurut Mega, peluang koalisi dengan Prabowo dalam pilpres mendatang selalu terbuka. Hal itu yang dibicarakan dalam rakernas PDIP. "Rencana duet dengan Prabowo kemungkinan selalu terbuka. Seperti yang saya katakan di rakernas coba saja kita lihat nanti. Yang paling penting adalah perjalanan bangsa ini yang harus kita kawal dengan baik," jelasnya.
Mega mengatakan, pengajuan gugatan mengenai DPT ke MK sedang digodok. Sedangkan mengenai hasil quick count, Mega tidak mau hal itu menjadi patokan. Mega sepenuhnya percaya kepada KPU.
"Quick Count tidak bisa jadi patokan. Tidak ada legalitas hukumnya. Tentu yang sangat menentukan KPU nanti," tegasnya.
Mega dan Prabowo pun berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mendukung dan meminta maaf kepada masyarakat yang sebenarnya ingin memilih tapi tidak bisa karena terganjal DPT.
"Tetapi saya juga minta maaf kepada seluruh warga bangsa yang ingin ikut memilih tapi tidak bisa memilih. Kami berdua (Prabowo) prihatin," imbuhnya.
(gus/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:21 WIB
Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
