Aura 20 Persen di Cikeas
Jumat, 10/04/2009 12:09 WIB
Suasana Pemilu 2004
Jakarta
Puluhan wajah lelah berserakan di sudut-sudut pendopo di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Sesekali saling berjabat tangan tanpa berucap kata, hanya anggukan kecil dan senyum lebar yang seolah-olah membelah wajah para pria itu menjadi dua bagian. Tidak ada pesta, tapi kegembiraan jelas terasa.
Mereka adalah jajaran tim sukses Partai Demokrat (PD) berikut para caleg.
Setengah tahun terakhir merekalah yang berjibaku di lapangan untuk
memenangkan PD dalam Pemilu 2009. Petang itu, Kamis (9/4/2009), seolah kali pertama mereka bisa bernafas lega.
Selepas tanyangan hasil hitung cepat secara konstan menunjukkan perolehan
suara nasional Partai Demokrat stabil di 20 persen pada pukul 20.00 WIB, makin
banyak saja yang berdatangan ke kediaman pribadi Presiden SBY ini. Kali ini
giliran wajah-wajah segar dan berkilau pakaiannya yang berdatangan.
Di antaranya terselip pengusaha sukses nan kondang, beberapa orang top
eksekutif perusahaan energi multi nasional dan sejumlah purnawirawan militer. Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka saling bertukar cerita bak kawan lama. Mereka datang dengan tujuan sama, yaitu mengucapkan selamat pada SBY atas keunggulan PD meraup suara rakyat.
Keadaan kurang lebih sama berlangsung lima tahun tahun lalu. Pendopo
Cikeas petang hari usai pemungutan suara pemilihan legilatif 2004, suasananya tak ubahnya tempat pesta. Pesta yang digelar justru bukan oleh tuan rumah itu,
semakin meriah saat quick count Pilpres 2004 ditayangkan di televisi.
Seratusan politikus beken, selebritis ternama, pengusaha sukses, pengamat
berbagai bidang, bos-bos media massa seolah menerima undangan buat ikuti
pesta di pendopo Cikeas yang baru. Mereka rela berjam-jam menunggu giliran dapat duduk bersama dan ngobrol sejenak ataukah sekedar menjabat tangan SBY.
Di tahun-tahun pertama SBY menjadi Kepala Negara RI, beberapa dari mereka
ada yang menjadi sekutu. Tapi tidak sedikit politikus dan pengusaha itu di
kemudian hari melepaskan diri dari persekutuan gara-gara apa yang menjadi
kepentingan mereka tidak diakomodasi.
Semalam di pendopo Cikeas tidak ada seratusan politikus beken, selebritis
ternama, pengusaha sukses, pengamat berbagai bidang, bos-bos media massa yang antri minta bertemu SBY. Pihak tuan rumah pun lebih banyak berada di dalam ruang kerjanya dan hanya 30 menit berada di pendopo untuk menyapa tamu-tamu termasuk memberikan keterangan para wartawan.
Meski bukan hasil akhir dan resmi, tapi perolehan suara nasional untuk PD
sebesar 20% bisa jadi semacam pegangan. Tidak ada bedanya dengan gula-gula manis, yang 20% itu sudah menarik semut-semut yang berkepentingan mempertukarkan kepentingannya dengan berbagai kepentingan pihak yang berkepentingan.
(lh/aan)
Mereka adalah jajaran tim sukses Partai Demokrat (PD) berikut para caleg.
Setengah tahun terakhir merekalah yang berjibaku di lapangan untuk
memenangkan PD dalam Pemilu 2009. Petang itu, Kamis (9/4/2009), seolah kali pertama mereka bisa bernafas lega.
Selepas tanyangan hasil hitung cepat secara konstan menunjukkan perolehan
suara nasional Partai Demokrat stabil di 20 persen pada pukul 20.00 WIB, makin
banyak saja yang berdatangan ke kediaman pribadi Presiden SBY ini. Kali ini
giliran wajah-wajah segar dan berkilau pakaiannya yang berdatangan.
Di antaranya terselip pengusaha sukses nan kondang, beberapa orang top
eksekutif perusahaan energi multi nasional dan sejumlah purnawirawan militer. Dalam kelompok-kelompok kecil, mereka saling bertukar cerita bak kawan lama. Mereka datang dengan tujuan sama, yaitu mengucapkan selamat pada SBY atas keunggulan PD meraup suara rakyat.
Keadaan kurang lebih sama berlangsung lima tahun tahun lalu. Pendopo
Cikeas petang hari usai pemungutan suara pemilihan legilatif 2004, suasananya tak ubahnya tempat pesta. Pesta yang digelar justru bukan oleh tuan rumah itu,
semakin meriah saat quick count Pilpres 2004 ditayangkan di televisi.
Seratusan politikus beken, selebritis ternama, pengusaha sukses, pengamat
berbagai bidang, bos-bos media massa seolah menerima undangan buat ikuti
pesta di pendopo Cikeas yang baru. Mereka rela berjam-jam menunggu giliran dapat duduk bersama dan ngobrol sejenak ataukah sekedar menjabat tangan SBY.
Di tahun-tahun pertama SBY menjadi Kepala Negara RI, beberapa dari mereka
ada yang menjadi sekutu. Tapi tidak sedikit politikus dan pengusaha itu di
kemudian hari melepaskan diri dari persekutuan gara-gara apa yang menjadi
kepentingan mereka tidak diakomodasi.
Semalam di pendopo Cikeas tidak ada seratusan politikus beken, selebritis
ternama, pengusaha sukses, pengamat berbagai bidang, bos-bos media massa yang antri minta bertemu SBY. Pihak tuan rumah pun lebih banyak berada di dalam ruang kerjanya dan hanya 30 menit berada di pendopo untuk menyapa tamu-tamu termasuk memberikan keterangan para wartawan.
Meski bukan hasil akhir dan resmi, tapi perolehan suara nasional untuk PD
sebesar 20% bisa jadi semacam pegangan. Tidak ada bedanya dengan gula-gula manis, yang 20% itu sudah menarik semut-semut yang berkepentingan mempertukarkan kepentingannya dengan berbagai kepentingan pihak yang berkepentingan.
(lh/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Rabu, 23/05/2012 17:56 WIB
Amien Rais: Mengapa Konser Lady Gaga Harus Dilarang?
-
Rabu, 23/05/2012 18:05 WIB
Kisah Sigit 11 Tahun Menggugat Kecelakaan Singapore Airlines
-
Rabu, 23/05/2012 18:21 WIB
Tim Sukses Pasangan Calon Beri Komentar Terkait Survei Indo Barometer
-
Rabu, 23/05/2012 16:21 WIB
Wow! Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun
-
685 Komentar
-
454 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
