Kalah dari PD di Quick Count, PDIP Merapat ke Golkar dan Gerindra
Kamis, 09/04/2009 20:20 WIB
Jakarta
Perhitungan cepat yang dilakukan LSI, LSN, dan Cirus, menempatkan Partai Demokrat (PD) bercokol di urutan teratas perhitungan sementara hasil pemilu 2009. Dominasi PD di sejumlah hasil quick count membuat partai pesaingnya mulai ancang-ancang, termasuk PDIP, sebagai pesaing terberat PD.
"Sekalipun baru hasil quick count, tapi perhitungan tersebut merupakan produk
akademis. Jadi mau tidak mau harus jadi pertimbangan partai," ujar anggota
Bapilu DPP PDIP Budi Mulyawan.
Pertimbangan yang dimaksud Mulyawan, mempersiapkan diri supaya capres dari PDIP, Megawati Soekarnoputri tidak kalah kedua kalinya di pilpres 2009.
"Jika akhiri diperhitungan KPU PD menjadi pemenang, PDIP segera melakukan serangan balik dengan mempercepat koalisi dengan partai lain," jelasnya.
Namun ia belum memastikan partai mana yang akan digandeng PDIP untuk berkoalisi. Sebab saat ini, kata Mulyawan, para elit DPP masih terus memantau perkembangan perolehan suara partai berlambang kepala banateng moncong putih tersebut.
"Bila melihat keunggulan PD. Suka tau tidak suka DPP PDIP harus berkoalisi
dengan partai yang logistiknya (dananya) kuat. Bukan hanya mengandalkan
jaringan," harap Mulyawan.
Ketika ditanya partai mana yang kemungkinan bakal diajak berkoalisi, Mulyawan menyebut Golkar dan Gerindra.
Kedua partai ini, imbuhnya, punya kelebihan masing-masing. Golkar punya jaringan yang kuat, sementara Gerindra punya dana yang besar.
Sementara pematangan koalisi itu sendiri, kata Mulyawan, paling tidak dilakukan paling lambat minggu depan. "Makin cepat makin baik," pungkasnya. (ddg/ken)
"Sekalipun baru hasil quick count, tapi perhitungan tersebut merupakan produk
akademis. Jadi mau tidak mau harus jadi pertimbangan partai," ujar anggota
Bapilu DPP PDIP Budi Mulyawan.
Pertimbangan yang dimaksud Mulyawan, mempersiapkan diri supaya capres dari PDIP, Megawati Soekarnoputri tidak kalah kedua kalinya di pilpres 2009.
"Jika akhiri diperhitungan KPU PD menjadi pemenang, PDIP segera melakukan serangan balik dengan mempercepat koalisi dengan partai lain," jelasnya.
Namun ia belum memastikan partai mana yang akan digandeng PDIP untuk berkoalisi. Sebab saat ini, kata Mulyawan, para elit DPP masih terus memantau perkembangan perolehan suara partai berlambang kepala banateng moncong putih tersebut.
"Bila melihat keunggulan PD. Suka tau tidak suka DPP PDIP harus berkoalisi
dengan partai yang logistiknya (dananya) kuat. Bukan hanya mengandalkan
jaringan," harap Mulyawan.
Ketika ditanya partai mana yang kemungkinan bakal diajak berkoalisi, Mulyawan menyebut Golkar dan Gerindra.
Kedua partai ini, imbuhnya, punya kelebihan masing-masing. Golkar punya jaringan yang kuat, sementara Gerindra punya dana yang besar.
Sementara pematangan koalisi itu sendiri, kata Mulyawan, paling tidak dilakukan paling lambat minggu depan. "Makin cepat makin baik," pungkasnya. (ddg/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
