Tabulasi Elektronik Pemilu (2)
Tabulasi Rawan Munculkan Konflik Parpol
Senin, 06/04/2009 13:55 WIB
Jakarta
Tabulasi elektronik pemilu yang dibuat KPU berpotensi memunculkan konflik antar parpol. Sebabnya, besar peluang terjadi perbedaan antara data tabulasi yang ditampilkan dengan data manual di lapangan.
“Potensi konfliknya tinggi. Begitu hasil perolehan suara dimunculkan di tabulasi, caleg dapat melihat, karena mereka kan punya saksi. Nah kalau terjadi perbedaan, mereka pasti tidak terima,” ujar praktisi TI dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2009).
Padahal potensi perbedaan antara penghitungan manual dengan hasil penghitungan
Teknologi Informasi (TI) itu tinggi. Sebab akurasi sistem ICR yang dipakai KPU masih dipertanyakan. Saat pemindahan gambar menjadi angka dan huruf, sangat mungkin terjadi kesalahan sehingga menyebabkan perbedaan hasil perolehan suara peserta pemilu.
Belum lagi, imbuh Dedy, potensi manipulasi juga sangat mudah terjadi akibat sistem yang lemah ini. Dalam perjalanan formulir C1 IT dari TPS ke KPUD kabupaten/kota, bukan tidak mungkin digangu pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
“Karena perjalanan dari TPS ke kabupaten jauh, sangat mungkin dikerjai,” ucap Dedy.
Seperti diberitakan, hasil dari tabulasi elektronik itu akan ditampilkan di website khusus yang beralamat di www.tnp.kpu.go.id. Dari situs itu publik bisa memantau hasil penghitungan suara di tiap TPS untuk pemilihan anggota DPR. Namun untuk DPRD dan DPRD tidak ditampilkan. (sho/yid)
“Potensi konfliknya tinggi. Begitu hasil perolehan suara dimunculkan di tabulasi, caleg dapat melihat, karena mereka kan punya saksi. Nah kalau terjadi perbedaan, mereka pasti tidak terima,” ujar praktisi TI dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2009).
Padahal potensi perbedaan antara penghitungan manual dengan hasil penghitungan
Teknologi Informasi (TI) itu tinggi. Sebab akurasi sistem ICR yang dipakai KPU masih dipertanyakan. Saat pemindahan gambar menjadi angka dan huruf, sangat mungkin terjadi kesalahan sehingga menyebabkan perbedaan hasil perolehan suara peserta pemilu.
Belum lagi, imbuh Dedy, potensi manipulasi juga sangat mudah terjadi akibat sistem yang lemah ini. Dalam perjalanan formulir C1 IT dari TPS ke KPUD kabupaten/kota, bukan tidak mungkin digangu pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
“Karena perjalanan dari TPS ke kabupaten jauh, sangat mungkin dikerjai,” ucap Dedy.
Seperti diberitakan, hasil dari tabulasi elektronik itu akan ditampilkan di website khusus yang beralamat di www.tnp.kpu.go.id. Dari situs itu publik bisa memantau hasil penghitungan suara di tiap TPS untuk pemilihan anggota DPR. Namun untuk DPRD dan DPRD tidak ditampilkan. (sho/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 17:03 WIB
Istana: Dahlan Iskan Mundur Hanya Rumor
-
Senin, 21/05/2012 16:58 WIB
Kasasi Ditolak, 2 Eks Pemain Liga Indonesia Dihukum 18 Tahun Bui
-
Senin, 21/05/2012 15:27 WIB
Ini Syarat Polri untuk Konser Lady Gaga
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 5,978.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
