Detik.com News
Detik.com

Kamis, 02/04/2009 14:52 WIB

Tragedi Situ Gintung

Jemuran Komputer Ala UMJ

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jemuran Komputer Ala UMJ
Jakarta - Setelah selesai bersih-bersih lumpur di kampus, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjemur puluhan komputer di depan rektorat. Puluhan komputer itu terendam air dan penuh lumpur saat tragedi Situ Gintung terjadi.

Selain komputer, UMJ juga menjemur alat-alat kantor berupa lemari besi, kursi, TV, karpet, alat makan dan minum.

Pantauan detikcom, Kamis (2/4/2009), di depan rektorat UMJ terlihat bak jemuran pakaian saja. Puluhan monitor, komputer, CPU dan puluhan lemari besi serta TV yang dijemur tampak kotor penuh lumpur.

Beberapa petugas yang disewa UMJ, sedang membersihkan komputer dan alat-alat kantor lainnya. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan 20 galon air bersih.

Beberapa teknisi komputer yang disewa tengah merakit kembali komputer yang telah bercampur lumpur tersebut.

"Kami disuruh membersihkan komputer ini dan mencoba merakit kembali. Barangkali masih bisa digunakan," ujar Andi (22), salah satu teknisi komputer.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%