Detik.com News
Detik.com
Rabu, 01/04/2009 13:10 WIB

Pembunuhan di Pacific Place

Motif Cinta Segitiga, Pembunuh Elen Dikenali di Facebook

E Mei Amelia R - detikNews
Motif Cinta Segitiga, Pembunuh Elen Dikenali di Facebook
Jakarta - Identitas pembunuh Maria Fransisca Bernadette Elen Sutjiadi telah dikantongi polisi. Diduga kuat, motif pembunuhan terhadap gadis cantik di Pacific Place Mall itu adalah cinta segitiga.

"Memang pelaku dan korban punya hubungan asmara cinta segitiga," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan pada detikcom di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/4/2009).

Sketsa wajah si pembunuh pun telah disiapkan. Polisi pun akan mengejar pelaku hingga tertangkap. "Sampai sekarang keberadaan pelaku belum diketahui," kata Iriawan.

Sementara itu seorang sumber di Polda Metro Jaya mengatakan, identitas pelaku terungkap dari situs jejaring Facebook milik Elen. Si pelaku mengenakan kalung yang sama persis dengan kalung yang tertangkap di CCTV Pacific Place.

"Jadi dia ketemu di Facebook," kata sumber tersebut.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ken/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%