Kasus Abdul Hadi
Hidayat Nur Wahid Bela Rama Pratama
Rabu, 01/04/2009 11:38 WIB
Foto: Dok. detikcom
Padang
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menanggapi desakan beberapa pihak untuk memecat legislator Rama Pratama. Ia menegaskan, PKS tidak akan memecat politisi PKS itu, seperti halnya PAN memecat anggotanya Abdul Hadi Djamal.
"Kalau Abdul Hadi Djamal kan tertangkap tangan, wajar kalau dipecat. Tapi
Rama? Abdul Hadi saja tidak pernah menyebut dia terima uang," kata Hidayat di Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/4/2009).
Menurut Hidayat, Rama belum terbukti melakukan korupsi. Bahkan, anggota
panitia anggaran DPR tersebut pun belum dijadwalkan untuk diperiksa KPK.
"Jadi kenapa harus dipecat?" imbuh Hidayat.
Ketua MPR ini juga mengatakan, PKS tidak akan segan menindak Rama jika
memang terbukti bersalah. PKS juga pernah memecat 2 anggotanya di DPR karena melanggar etika internal.
"Kalau melanggar etika saja kita pecat, apalagi korupsi," pungkasnya.
Sebelumnya, desakan untuk memecat Rama muncul oleh berbagai kalangan.
Termasuk PAN, yang langsung memecat Abdul Hadi setelah ditangkap oleh KPK.
Abdul Hadi adalah anggota komisi V DPR yang diduga menerima suap terkait
proyek pembangunan dermaga di kawasan Indonesia Timur. Dalam perkembangannya, Abdul Hadi menyebut Rama Pratama terlibat dalam pertemuan di Hotel Four Seasons yang menjadi awal mula kasus suap terjadi. Namun Abdul Hadi mengaku tidak tahu apakah Rama juga ikut menerima uang. (mad/nik)
"Kalau Abdul Hadi Djamal kan tertangkap tangan, wajar kalau dipecat. Tapi
Rama? Abdul Hadi saja tidak pernah menyebut dia terima uang," kata Hidayat di Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/4/2009).
Menurut Hidayat, Rama belum terbukti melakukan korupsi. Bahkan, anggota
panitia anggaran DPR tersebut pun belum dijadwalkan untuk diperiksa KPK.
"Jadi kenapa harus dipecat?" imbuh Hidayat.
Ketua MPR ini juga mengatakan, PKS tidak akan segan menindak Rama jika
memang terbukti bersalah. PKS juga pernah memecat 2 anggotanya di DPR karena melanggar etika internal.
"Kalau melanggar etika saja kita pecat, apalagi korupsi," pungkasnya.
Sebelumnya, desakan untuk memecat Rama muncul oleh berbagai kalangan.
Termasuk PAN, yang langsung memecat Abdul Hadi setelah ditangkap oleh KPK.
Abdul Hadi adalah anggota komisi V DPR yang diduga menerima suap terkait
proyek pembangunan dermaga di kawasan Indonesia Timur. Dalam perkembangannya, Abdul Hadi menyebut Rama Pratama terlibat dalam pertemuan di Hotel Four Seasons yang menjadi awal mula kasus suap terjadi. Namun Abdul Hadi mengaku tidak tahu apakah Rama juga ikut menerima uang. (mad/nik)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
216 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
